Mas Ariyanto kelihatannya kita satu group ya ......(Simon mangande) Saya email anda (japri) mental terus
----- Original Message ----- From: E Ariyanto S <[EMAIL PROTECTED]> To: ___Alumni UNDIP Smg <[EMAIL PROTECTED]>; ___Alumni SMAN 3 Smg <[EMAIL PROTECTED]>; ___Alumni SMAN 3 Smg <[EMAIL PROTECTED]>; ___Alumni FH UNDIP Smg <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 17 July, 2002 8:01 AM Subject: [UNDIP] Fw: Good Story > ----- Original Message ----- > From: achmad hidayatullah > Sent: Tuesday, July 16, 2002 3:51 PM > > -----Original Message----- > > From: Jenny > > Sent: Saturday, July 13, 2002 2:47 PM > > > > DENGARKAN BISIKAN ITU > > > > Seorang eksekutif sukses yang muda berkendara agak > > terlalu cepat disebuah jalan suatu pemukiman dalam Jaguarnya > > yang baru. Ia sedang mengamati kalau2 ada anak2 kecil yang > > seenaknya nyelonong lari menyebrang dari antara mobil2 yang > > terparkir, dan ia melambat saat pikirnya ia melihat sesuatu. > > > > Ketika mobilnya lewat, tidak tampak ada anak2. Tapi sebalik- > > nya tiba2 sebuah batu bata melayang menghempas kedinding pintu > > samping. Ia tendang injak remnya, buru2 ia mundurkan ketempat di- > > mana batu itu dilemparkan. > > > > Pengemudi penuh amarah itu melompat keluar, ditangkapnya > > anak terdekat, didorong dan dihimpitnya pada sebuah mobil terparkir > > sambil berteriak, "Heeee, sudah gila ya kamu!!! Edan, kau pikir apa > yang > > kau kerjakan, sudah sinting ya, apa2an ini? Kamu ini siapa? Tahu nggak, > > batu itu merusak mobil baruku dan bakal mahal sekali reparasinya. > > Gila, betul betul sudah gila bener, ada apa sih kamu ini? Sialan!" > > > > Anak kecil itu ketakutan penuh penyesalan. "Ampun Pak, tolong..., > > Tolong Pak, minta ampun..... Aku tak tahu harus berbuat apa lagi. > > Aku lempar batu itu, terpaksa, sebab tidak seorangpun mau berhenti. > > "Dengan air mata mengalir dipipi yang menuruni dagunya, remaja itu > > menunjuk kesuatu arah disekitar sebuah mobil terparkir. > > "Adikku Pak, adikku butuh ditolong....Tadi ia tergelincir dari trotoar > > dan terjatuh dari kursi rodanya dan aku tak bisa mengangkatnya. > > "Sekarang, ter-isak2, bocah itu melanjutkan "Tolonglah Pak, bantu > > aku dan dia. Tolong naikkan dia kembali kekursi rodanya. Ia terluka > > dan terlalu berat bagiku." > > > > Begitu tersentuh dan tergeraknya pengemudi itu, ia cuma mencoba > > menelan ludah ditenggorokannya. Diangkatnya anak cacat-tubuh itu > kembali > > kedalam kursi rodanya, ia keluarkan saputangannya dan diseka serta ia > coba > > bersihkan goresan dan lecet2 lukanya. > > > > Terlalu tergetar sampai lupa akan kata2, orang itu hanya bisa meng- > > ikuti anak laki2 itu mendorong pulang saudaranya yang > terikat-kursi-roda. > > Terasa begitu lama sekali perjalanan balik kemobil Jaguarnya. > > Kerusakan tampak jelas sekali, tetapi pengemudi itu tidak pernah > membetulkan > > pintu yang peyok itu. Ia membiarkan untuk mengingatkannya soal pesanan > ini: > > > > Jangan berlari demikian cepatnya dalam hidupmu sampai2 seseorang > > harus melemparimu dengan batu untuk mendapatkan perhatianmu. Allah ber- > > bisik dan berbicara pada hati kita. Kadang2 kalau kita tidak punya > waktu men- > > dengarkanNya, Ia terpaksa harus melempar batu pada kita. > > > > Dengarkan bisikan itu...... atau tunggulah sampai kau kena ketimpuk > batu.(JM) > > > -------------------------- > Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 636 > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id > > -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 639 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
