Adakalanya seseorang (berbakat) dalam lingkungan keluarga besarnya seperti "atlit 
renang" yang tinggal di lingkungan yang
kebanyakan "atlit sepakbola".
     Kalau si atlit renang dinasihati,agar disiplin, sabar, tekun, dan cermat dalam 
latihan, itu wajar-wajar saja. Malah perlu dalam
rangka meningkatkan prestasi.
     Tetapi kalau sudah dinasihati, agar ia berenang di lapangan sepakbola, yang jelas 
tidak ada air, jelas mustahil.
     Celakanya, kalau si atlit renang itu mau-maunya mengikuti nasihat itu. Apakah itu 
karena segan, misalkan karena takut tidak
memperoleh dana latihan.  Kalau itu sampai terjadi ... berarti telah terjadi 
pembunuhan masa depan seseorang.
     Penasehat seperti tanpa sadar telah menghancurkan masa depannya. Syukur-syukur 
kalau ia mau bertanggung-jawab. Bagaimana kalau
si atlit renang itu akhirnya tidak lebih dari pajangan keluarga atau asesoris keluarga 
? Sungguh sangat disayangkan.
     Saya bicara begitu karena sudah sering mengamati.

Salam,

Nasrullah Idris




---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:undip-unsubscribe@;pandawa.com - Seq. #192
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke