Puasa dan Selibat Ada Saatnya
*****************************

Dalam Islam berpuasa adalah perbuatan yang soleh. Namun
Allah SWT tidak memerintahkan umat Islam untuk berpuasa
setiap hari untuk mencapai kesolehan. Suatu hadist menuturkan
kisah sahabat-2 dari nabi yang menyombongkan kesolehannya.
Orang pertama mengatakan bahwa dia hidup selibat (tidak
menikah), orang kedua mengatakan ia tidak makan daging,
orang ketiga mengatakan ia tidur di lantai dan orang keempat
mengatakan ia puasa terus menerus. Nabi Muhammad saw
menjawab: terpujilah Allah SWT, saya menikah dan hidup soleh,
saya makan daging namun juga berpuasa, saya tidur tetapi
juga terjaga.

Ajaran Islam seperti diteladankan dalam hidup nabi Muhammad
menekankan kehidupan yang seimbang. Islam tidak menganjurkan
tingkah laku extrem. Namun tidak pula memerintahkan umatNya
untuk menjadi moderat hangat-hangat tahi ayam, melainkan
untuk terbuka aktif dan responsif terhadap perkara duniawi
dan sekaligus perkara surgawi. Muhammad saw tidak pula membagi
kehidupan manusia berdasar pada God and Caesar. Oleh karena
itu kehidupan masyarakat Muslim semestinya bukanlah pula
suatu kehidupan yang sekuler.

Ajaran Islam dimaksudkan untuk mengatur tingkah laku
manusia berdasar pada 'inherent capacity', kebutuhan serta
keterbatasannya. Oleh karena itu menolak perubahan radikal
yang melawan kodrat alam, sebab hal yang demikian tidak
hanya secara jasmani mustahil melainkan juga secara rohani
tidak menguntungkan. Kaum Muslim tidak diperintahkan menjadi
vegetarian melainkan hanya menghindari jenis daging tertentu.
Hanya berpuasa dalam bulan Ramadan, dan hanya selibat pada
saatnya, seperti saat sebelum menikah, istri datang bulan
atau masa idah.

Dari hidup Muhammad saw dapat disimpulkan pula bahwa Islam
memuliakan monogami. Perkawinan monogami Muhammad dengan
Khatijah telah menjadi landasan kuat dari awal peran kenabian
dari Muhammad saw, yang berlangsung sampai Khatijah wafat.
Namun Islam tidak 'ngotot' untuk mengharuskan perkawinan
monogami. Pada saatnya, perkawinan poligami bisa merupakan
suatu alternatif yang baik dalam menghindarkan masyarakat
dari suatu dekadensi, tekanannya justru menyelamatkan
kaum wanita yang karena berbagai hal terancam kemerosotan
martabat, bukan sebaliknya. 

Eko Raharjo
Calgary

---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:undip-unsubscribe@;pandawa.com - Seq. #206
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke