Intermezzo : Gaya Sekuler Khas Indonesia

     Suatu waktu di suatu pedalaman  di tanah air, Si Polan, warga kita
yang baru saja memperoleh gelar Ph.D di Amerika Serikat, berkata kepada
para tamu undangan dalam acara syukuran kepulangannya.

     "Berdasarkan hasil riset para guru besar di Amerika Serikat, ada
sebuah peralatan (maksudnya komputer yang kita kenal sekarang ini - red)
yang ternyata lebih pandai daripada manusia. Peralatan itu buatan mereka
sendiri"

     "Maksudnya apa, polan?", ujar sejumlah para tamu undangan terkejut
besar.

      "Peralatan itu hapal semua kata Bahasa Inggeris (maksudnya kamus
elektronik yang kita kenal sekarang ini - red). Sedangkan manusia belum
tentu. Artinya apa? Ternyata manusia mampu membuat, malah melangkahi,
prestasi Allah SWT. Betul, nggak?", ujar Polan sambil mengekspresikan
penampilan yang berwibawa, juga sambil mengkerenyitkan dahinya.

     Akibat pernyataannya itu, keesokan harinya terjadilah polemik. Malah
reaksi muncul dari beberapa tokoh pedalaman tersebut, khususnya melalui
media massa.

     Bukan itu saja. Di beberapa tempat muncul seminar seperti dengan tema
: "Pemikiran Liberal tentang Kekuasaan Allah", khususnya yang dihadiri oleh
kalangan elitis dari pedalaman itu.

Wassalam,

Nasrullah Idris
------------------

Komentar : Polan ... Polan ... Polan ! Loe punya ilmu gitu aja gayanya
sudah begitu. Kasihan deh loe.


---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #272
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke