Saat ini kita semua ramai membicarakan masalah perang
Iraq, tapi apa semuanya mengerti kenapa koq Amerika
ngotot sekali pergi perang?

Orang awam rata-rata menduga-duga kalau perang Iraq
ini karena:
01. Amerika mau menghancurkan Islam;
02. Amerika mau melibas terorisme;
03. Amerika itu memang bajingan tengik;
04. Bush itu dendam secara pribadi sama Saddam;
05. Ini ulahnya si Yahudi [si intelektual kriminal
Perle & Wolfowitz] yang saat ini jadi penasehat
utamanya Bush;
06. Ini perang salib modern, Amerika yang Kristen mau
menghancurkan Islam supaya si Yahudi Israel bisa tetap
eksis di Timteng;
07. Ini perang buat menguasai minyaknya Iraq...
08. Dan variasi-variasi lainnya.

Semua pandangan itu nggak 100% salah tapi juga "salah"
karena itu semuanya cuman remeh temehnya saja. Itu
semuanya tidak menjelaskan alasan utamanya perang Iraq
ini dari sudut pandang si Amerika sendiri.

So, tujuan yang paling utama dari perang Iraq ini
adalah:

----------------------------------------------------
1. Menyelamatkan dollar dari euro
----------------------------------------------------
Di matanya Amerika si bajingan yang menghadiahkan
rezim Suharto ke
Indonesia itu, dosanya Iraq yang terbesar itu adalah
waktu Iraq
[Saddam] tahun 2000 lalu minta ke PBB supaya semua
minyaknya dibayar
pake euro; plus semua duitnya [10 bilyun]
dikonversikan ke euro dari
dollar. Semua orang waktu itu bilang kalau itu
tindakan tolol karena
euro waktu itu masih  90% dari nilai dollar dan euro
pun dari sejak
dilaunch [Jan 99] terus menerus terdepresiasi lawan
dollar yang waktu
itu demandnya memang kuat sekali karena penipuan
akuntasi
besar-besaran lagi terjadi di bursa efeknya -- dan
investor asing pun
perlu dollar buat main di bursanya.

Tapi, saat ini euro ternyata sudah terapresiasi
sebesar 17% dari harga
sebelumnya! Berarti, langkah "gilanya" si Saddam itu
ternyata sangat
menguntungkan dan bahkan jenius! Langkah ini sekarang
pun sedang
dikaji sama Iran yang cuman mau terima transaksi
minyak dengan euro
dan emoh dollar. Dan di dunia ini, kartel perdagangan
yang terkuat itu
cuman minyak saja. Kartel mobil, atau komputer, atau
produk-produk
lain praktis nggak eksis. Minyak -- siapapun harus
beli minyak. Terus
perhatikan lagi, anggota OPEC itu rata-rata isinya
adalah
musuh-musuhnya Amerika yang nyata-nyata memang benci
sama Amerika,
kayak Venezuela, Iraq, rata-rata negara Islam.

Kalau semua anggota kartel minyak ini memang mau
"jahat" dan main
"evil" terhadap Amerika, maka caranya gampang sekali:
mereka cukup
bilang, kita sekarang cuman mau transaksi pake euro
dan mampuslah
dollarnya Amerika! Mampus serta bangkrut jugalah si
kapitalis Amerika
ini!

Kalau Anda nggak punya background ekonomi tentu
bingung. Koq bisa
bangkrut? Nah, ini ekonomi 101: Anda di tangan punya
uang tunai $1,
maka secara ekonomi itu artinya adalah Anda memberi
hutang ke Bank
Federalnya Amerika dan Bank Federalnya Amerika itu
"berjanji" akan
membayar hutangnya sebesar $1 itu! Sekarang, karena
Anda tinggal di
Indonesia yang rupiahnya sangat bloon itu; maka jelas
secara rasional
Anda berusaha terus memegang $1 ditangan itu dari pada
ditukar ke
rupiah. Iya khan! So, secara ekonomi itu artinya si
Bank Federalnya
Amerika nggak perlu menebus hutangnya karena toh
hutangnya yang $1 itu
tidak Anda minta bayar. Artinya: Amerika itu bisa
ngutang tanpa perlu
bayar sama sekali -- [sepanjang ekonominya memang
masih kuat!]
sepanjang greenback atau dollar itu masih jadi
standard pengganti
emas. Dengan alasan ini juga maka Amerika itu berani
main defisit
gila-gilaan selama ini karena toh mereka MEMANG nggak
perlu membayar
defisitnya sebab orang sedunialah yang harus mbayar
defisitnya Amerika
itu! Supaya jelas lihat rupiah; kalau budget RI itu
defisit maka
negara RI harus nomboki dengan cara jual barang
[eksport] atau cari
utangan [CGI]. So, defisitnya negara kayak RI itu
betul-betul adalah
"defisit" yang harus dibayar; yang kalau nggak bisa
bayar yach
krismon! Tapi Amerika lain! Defisit buat Amerika
berarti justru malah
positif karena defisit Amerika itu cara bayarnya
adalah dengan cara
memotong nilai $1 yang Anda pegang itu secara
intristik. Berarti,
kalau Amerika defisit maka yang rugi adalah Anda orang
non-Amerika
yang pegang dollar!

Cara kerjanya sistem ekonomi kapitalis yang
imperialistik ini berlaku
sepanjang orang kayak Anda dan negara RI itu masih
"percaya" sama
dollar dan menyimpan cadangan devisanya dalam bentuk
dollar!

Eropa tahu persis tentang strategi makan gratis dan
utang nggak perlu
bayar ini. Karena itulah Eropa sekarang punya euro.
Tujuannya Euro
sebetulnya yach cuman satu itu: ikut menikmati utang
gratisan dari
orang-orang kayak Anda tadi.

Nah, celakanya..., sekarang banyak orang yang mulai
diversifikasi
cadangan devisanya! Cina yang punya cadangan emas
nomor dua sedunia
pelan-pelan sudah mendiversifikasi dollar dan euronya.
Sementara
Jepang yang masih jajahan Amerika itu mau nggak mau
terpaksa masih
cuman bisa pegang dollar terus. Kemarin ini Jepang si
jajahan Amerika
ini ditekan sama Federal bank buat intervensi dollar
agar dollarnya
bisa naik.

So..., KALAU dunia ini memang BEBAS, maka treasurer
yang rasional
bakal mendeversifikasi kekayaannya ke dollar, euro,
emas dan portfolio
lainnya. BEBAS berarti treasurer tadi bisa memilih
secara rasional
tanpa tekanan politik atau pun tekanan militer dari US
atau Eropa.

Tapi kayak saya tadi bilang..., semuanya itu dalam
sekejab bisa
berantakan KALAU mendadak saja semua negara penghasil
minyak bilang
"sekarang kita transaksi cuman pake euro"! Dan ini
mungkin sekali
karena semua negara perlu beli minyak! Sehingga
tekanan dari negara
penghasil minyak itu bakal membuat negara-negara tadi
[kayak Cina atau
Jepang] menjual dollarnya dan beli euro. Buat Amerika
sendiri, ini
berarti dia sekarang harus bayar utang! Dan tentu
saja: kalau dalam
sekejab Amerika pun harus membayar hutangnya dan
mendongkrak Euro
tadi, dalam sekejab pun ekonomi Amerika bangkrut
berantakan persis
kayak waktu bank dalam di rush nasabahnya. Dan lebih
mengerikan lagi,
ekonomi Amerika pun bisa dalam sedetik bakal inflasi
ribuan persen
[karena semua jual dollar dan beli euro], perusahaan
Amerika jadi
nggak ada harganya [persis kayak krismon Indo 1998]
dan ajaib -- orang
Amerika pun jadi nggak beda sama pariah-pariah dari
Afrika karena
mendadak saja semua kekayaannya itu cuman kertas nggak
nggak ada
harganya. Lebih sial lagi..., praktis Amerika bakal
bangkrut sendirian
karena Euro bisa jadi si penyelamatnya!

Sekarang bayangkan Anda jadi si Bush. Dari awal jadi
presiden [Jan
2001] Anda sudah tahu persis ekonomi dunia ini bakal
mengarah ke mana
sejak  Euro lahir. Dan secara faktual pun Anda juga
sudah tahu bahwa
si "bajingan" dari Iraq itu berani-berani jual
minyaknya dan terima
Euro [
http://www.rferl.org/nca/features/2000/11/01112000160846.asp
perhatikan tanggalnya itu sebelum 911 dan juga: The
euro reached
record lows last week as it traded at 82 cents to the
dollar, down 30
percent since its launch in January last year! Berapa
keuntungan Iraq
dari langkah jeniusnya si Saddam itu!?] Lebih jauh
lagi, Anda pun tahu
persis kalau Iran pun juga sedang merencanakan hal
yang sama [
http://www.iranexpert.com/2002/economicsdriveiraneurooil23august.htm
].

Sebagai Bush, job description kepresidenan Anda
sekarang adalah
menghancurkan ancaman Euro, mengimbangi permainan si
eksportir minyak
yang mau menghancurkan dollar [thus ekonomi Amerika]
dan melancarkan
kebijakan offensif! Secara ringkas, tugas itu adalah:
mencegah
sirkulasi Euro.


----------------------------------------------------
02. Nggak ada jalan damai
----------------------------------------------------
Sebagai Bush Anda melihat bahwa ekonomi Amerika [2001]
lagi masuk
tahap resesi. Harga stocknya sudah turun berantakan
dan itu berarti
aktivitas ekonomi bakal melesu. Melesu berarti
investor yang
sebelumnya HARUS menggunakan dollar untuk main di Wall
Street itu
sekarang mereka lebih bebas mendiversifikasikan
portfolionya, termasuk
portfolio forexnya. Melesu pun berarti dollar secara
alamiah bakal
melemah karena orang Amerika sendiri memang terkenal
nggak pernah bisa
menabung.

So, sebagai Bush Anda mencari solusi dengan cara
"damai" dan ternyata
memang nggak ada solusinya untuk keluar dari ancaman
Euro itu.
Berarti, sekarang yach harus pake cara kasar.

Nah..., cara kasarnya Bush [pra 9/11] yang dari awal
sekali memang
sudah cari gara-gara dan cari-cari musuh bisa dilihat
kayak:
   - Cina dinominasikan sebagai "strategic competitor"
[Cina adalah
salah satu negara kaya yang sudah nyata-nyata
mendeversifikasikan
assetnya ke Euro serta memberi tekanan inflatoir ke
dollar];
   - diplomat Rusia diusir dan dicap mata-mata [Rusia
adalah penghasil
minyak yang besar];
   - politiknya Venezuela diobrak-abrik [Venezuela itu
anggota Opec,
sangat kritis terhadap Washington, pro Kuba,
berani-berani ke Irak
bertamu ke Saddam Hussein, tapi sialnya Amerika import
minyak banyak
sekali dari sana];
   - sama orang Eropa cari gara-gara dan cari
permusuhan dengan cari
memboikot Kyoto Treaty;
   - sama Korut, India, Cina dan negara-negara yang
punya nuklir
lainnya [terutama Rusia] si Bush nyata-nyata bilang
kalau dia keluar
dari ABM Treaty dan terus secara sepihak meneruskan
program
StarWars-nya si Reagan dulu -- yang otomatis kirim
signal ke kanan
kiri kalau Amerika memang lagi mau siap-siap perang!

Sialnya, selama 9 bulan si Bush cari gara-gara dan
musuh ke kanan kiri
buat dihantam namun --sialnya-- sama orang sedunia pun
dia cuman
dipandang sebelah mata sebagai si junior yang
kekanak-kanakan! So,
jalan damai buntu; cari gara-gara ke kanan kiri pun
nggak ditanggapi
serius.

Kalau Anda jadi Bush maka apa yang Anda lakukan? Tentu
saja, kayak
film 'Wag the dog', yach fabrikasi! Rekayasa dan bikin
peristiwa
gawe-gawean yang menggegerkan!

Itulah 9/11!

Anda yang Kristen, pro Amerika, benci Islam, tentu
--kayak orang
bangun dari hipnotis-- nggak percaya! Okey, tapi coba
pertimbangkan
fakta-fakta ini:
   - tudingan si Islam itu secara legal sampe sekarang
pun masih
berlaku: sama sekali BELUM TERBUKTI kalau si Osama itu
mendalangi
9/11;
   - Amerika sendiri sudah menegaskan kalau 9/11 itu
NGGAK PERLU
DIBUKTIKAN LAGI karena memang "nggak bisa dibuktikan"
kayak kasus
kriminal biasa!
   - nggak ada satu pun orang-orang Al Qaeda yang bisa
didengar
keterangannya. Mereka itu secara faktual cuman
dituding --kayak yang
di Jerman itu-- didakwa, tapi nggak dikasih kesempatan
buat membela
diri; dan kesalahan satu-satunya pun cuman
"mentransfer duit" ke teman
kosnya. 'Tak pikir kalau saya punya teman kos yang
minta tolong untuk
transfer duit, yach pasti dia 'tak bantu yach!
   - Paul Wolfowitz si Yahudi yang jadi deputynya si
Rumsfeld itu
sudah bilang serta membayangkan: "some catastrophic
and catalysing
event-like a new Pearl Harbour".
   - semua omong kosong tentang jaringan Al Qaeda itu
ternyata cuman
domino effect yang nggak ada isinya; kayak bom di
Indonesia itu
sekarang sudah nyata-nyata terbukti nggak ada
kaitannya sama sekali
sama Al Qaeda. Yang di Filipin pun sama saja; semuanya
itu praktis
cuman gejolak daerah yang dipas-paskan agar bisa masuk
ke format
fabrikasi 911 itu.

Dan yang terpenting, siapa yang paling diuntungkan
dari 911 itu? Cuman
satu orang saja khan! Yach si Bush plus
administrasinya ini; plus
cuman satu negara saja, yaitu yach Amerika sendiri!!

Nah, Amerika saat ini praktis sudah menguasai
Afghanistan secara
politik -- tidak secara "real" karena yang dikuasai
penuh itu praktis
cuman Kabulnya saja, sementara Amerika nggak berani ke
daerah-daerah
diluarnya. Selain Afghan yang berbatasan langsung sama
Cina [si
kompetitornya Amerika itu] , yang terpenting juga
Amerika sekarang
sudah melebarkan pengaruh-pengaruhnya ke negara-negara
Asia tengah.
Anda mungkin sudah mendengar itu, tapi Anda mungkin
belum tahu bahwa
pengaruh Amerika ke Asia Tengah itu sekaligus
membubarkan rencana Cina
untuk membangun pipa minyak yang melintasi
negara-negara itu karena
Cina memang langka minyak dan sangat perlu sekali
suply minyak buat
industrinya. Buat si Washington, sekali pukul strategi
ini bisa
langsung memandulkan banyak lalat! Mengangkangi minyak
di Afghan dan
di Asia Tengah, sekaligus mengurung ruang gerak Cina.
Sementara di
Selatan sendiri si Washington tanpa tahu malu sudah
berbaik-baikan
dengan India buat menggolkan tujuannya.

Perang Iraq sendiri sebetulnya dari dulu sebelum si
Bush diseleksi
jadi presiden pun juga sudah digariskan. Ini memang
adalah golnya si
Wolfowitz dan si Perle yang Yahudi itu. Tujuannya
perang Iraq itu
simple: menguasai cadangan minyaknya dan kemudian
men-deter, kirim
ultimatum ke kanan kiri -- terutama ke Iran -- untuk
nggak main gila
sama dollar, sekaligus ke Saudi Arabia yang barusan
ini mentransfer
uangnya keluar dari Amerika sebesar 200Bilyun! Nah,
sekali si Bush dan
US bisa menguasai minyaknya Iraq, maka itu sekaligus
berarti dia bisa
mengontrol Cina yang sangat butuh minyak!

Sekarang coba tanya, kenapa Perancis dan Jerman harus
mati-matian
menjegal advonturisme kriminalnya si Amerika ini? Apa
karena Perancis
dan Jerman itu manusiawi, cinta damai, menghargai HAM,
sayang sama
orang Irak? Gombal! Perancis dan Jerman tahu persis
bahwa tujuan
Amerika itu adalah buat menghantam Euro yang mereka
berdua adalah
penjaga gawangnya; karena itulah mereka pun ngotot
harus menjegal
rencana gila Amerika yang dalam segala cara mau
mempertahankan status
super powernya itu. Sementara Rusia sendiri pro ke
Euro karena dia
memang mau lebih dekat ke Nato dari pada ke
Washington. Rusia sendiri
sudah profit lumayan banyak dari minyaknya, serta
tahun depan ini pun
dia sudah mau mbayar lunas semua hutang-hutangnya ke
IMF & World Bank
yang sangat dipengaruhi Washington itu.

Si Tony Blair sendiri memang kefefet habis. Secara
geografis dia di
Eropa tapi si Blair memang masih pake Pound, jadi dia
pun nggak
terlalu punya kepentingan sama Euro. Lebih jauh lagi,
dollar yang kuat
dan bisa mengimbangi Euro bakal menguntungkan si Pound
yang
ngos-ngosan. Si Italy dan Spanyol dari sudut pandang
EU yach memang
bangsat karena bisa pro US; tapi itu sebetulnya lebih
merujuk ke
persaingan di dalamnya EU itu sendiri.

So, kita sekarang tahu persis kenapa si Washington ini
koq bisa
ndableg luar biasa kayak begini! Ini memang perang
buat relevansinya
si Amerika di masa depan! Ini memang masalah
survivalnya Amerika!


----------------------------------------------------
03. Welcome back: Colonialism & Imperialism!
----------------------------------------------------
Buat negara dunia ketiga sendiri, tingkah polahnya
Amerika ini artinya
cuman satu: kita bakal kembali ke jaman kolonialisasi
lagi. Washington
itu sudah nyata-nyata bilang bahwa mereka bakal
mengangkangi Iran dan
menempatkan Gubernur Jendral di sana! Persis kayak di
Jowo dulu ada si
Gubernur Jendral londo di Batavia. Bedanya itu cuman
kalau dulu
komoditi yang diperebutkan adalah rempah-rempah,
sekarang adalah
minyak. Komoditinya beda, tapi strateginya sama saja.

Nah..., Anda yang merasa "modern" dan "ngerti finance"
pasti bakal
langsung mengkritik saya dan bilang:
   - kolonialisme dan imperialisme itu sudah lawas
karena sekarang ini
yang berkuasa itu CUMAN kapital yang nggak mengenal
tapal batas
negara;
   - teori ekonomi modern itu menomor satukan
'competitive advantage'
buat menarik serta memikat modal buat singgah di
negara itu; sekarang
ini sudah nggak jamannya lagi buat orang menguasai
tanah, bangunan;
karena costnya bakal terlalu gede mana secara politik
pun itu sudah
terbelakang!
   - dan teori-teori text-bookist lainnya.

Okey..., itu memang betul SEPANJANG kapital itu
sendiri cuman punya
satu wajah! Sebelum 01 Januari 1999, kapital itu cuman
punya satu
muka: dollar. Kapitalnya memang bisa lari kanan kiri
melintasi tapal
batas kedaulatan negara, tapi bentuknya sendiri nggak
berubah dan
tetap saja adalah "dollar". Tapi setelah 01 Januari
1999, kapital itu
sekarang bisa punya muka Euro atau dollar. [Kita
memang pernah
eksperimen sama Yen, tapi jangan pernah lupa kalau
Jepang itu yach
masih jajahan si Amerika sejak dia kalah perang.
Karena itulah Caucus
Asia Timur pun gagal terus gara-gara Jepang masih
dikangkangi sama si
Amerika] So, karena power house-nya itu cuman satu
[dollar & US], maka
jelas si kapitalis yang menjaga gawang itu cukup
menjaga nilai
dollarnya saja tanpa perlu MENGUASAI teritorinya.

Tapi setelah Euro lahir, power housenya sekarang jadi
ada dua sehingga
mau nggak mau kedua power house ini pun harus bersaing
untuk dipilih
sama si pemilik modal. Situasi multiple power house
inilah yang
merubah semua aturan mainnya para kapitalis sedunia
menjadi balik
kucing persis di abad ke 16 waktu semua negara Eropa
secara otonom
adalah si power house itu sehingga mereka pun harus
keluar mencari
teritori perahan baru yang kemudian melahirkan
kolonialisme. Inggris
ke India, Portugis ke Indonesia, terus Belanda
mengalahkan Portugis
dan menguasai Indonesia, Perancis ke IndoCina dan
Burma, Spanyol ke
Filipina dan menemukan Amerika. Tujuannya para bule
itu cuman satu:
memback-up power housenya karena mereka harus bersaing
satu sama
lainnya gara-gara "ekspresi kapital" itu tidak
tersatukan!

Nah..., JANGAN LUPA, ekspresi kapital yang cuman satu
itu praktis baru
dimulai sejak perang dunia ke dua berakhir dan semua
bentuk kapital
diekspresikan ke dalam dollar. Jangan lupa bahwa
unifikasi ekspresi
kapital itu umurnya praktis cuman 10%-nya sejarah
kapitalisme sejak
1500-an. Dan jangan lupa juga bahwa sejarah sudah
menunjukan kalau
power house itu bakal bermunculan terus tanpa
habis-habisnya, saling
bersaing dan saling menghabisi!

So, karena itulah semua text book yang bilang "kapital
itu berkuasa"
sudah waktunya dibuang habis dari rak buku Anda! Tanpa
dinyana kita
bisa balik kucing ke model perekonomian Eropa abad ke
15-an yang para
power housenya harus bersaing satu sama lain.

----------------------------------------------------
04. Akhirnya
----------------------------------------------------
Perang Irak memang sama sekali belum dimulai, tapi
buntutnya mau
kemana sudah bisa dibaca. Amerika mau mengaborsi si
jabang bayi Euro
agar dirinya bisa tetap jadi nomor satu. Jelas itu
masuk akal buat
interestnya si Amerika sendiri.

Perang Irak ini sendiri bisa diprediksikan bakal
begini:
   - kalau Amerika memang bisa menang perang dengan
cepat, maka PASTI
Amerika bakal mengkoloni Irak dengan alasan sekuriti
taik kucing itu,
terus menggedor Iran buat dikuasai sekalian [tetap
dengan alasan palsu
"terorisme"], terus menyerang Iran juga dengan alasan
"pre-emptive
strike", terus mungkin sekali Amerika pun bakal
mendongkel si Saud
yang dibenci kanan kiri dari Saudi itu sekaligus
menempatkan satu
Suharto di sana, membabat Palestina abis dan
memindahkan mereka ke
Jordan agar si anjing Israel bisa tetap bercokol di
tanah terkutuk
itu. Semua ini dengan mudah bisa dilakukan dalam waktu
2 tahunan kalau
saja si Amerika memang bisa menang perang dengan
cepat.
   - kemungkinan besar sekali US nggak bakalan bisa
menang dengan
cepat karena --saya percaya-- muslim sedunia bakal
melihat intervensi
yang dikutuk kanan kiri ini persis sama kayak mereka
melihat Soviet
menginvasi Afghan. So, mujahidin bakal muncul lagi dan
mudah-mudahan
saja anjing-anjing FPI itu bisa kita eksport saja ke
Irak supaya
perang syahid beneran;
   - saya percaya Cina [plus Rusia] nggak goblog dan
mereka pun tahu
persis pikirannya si Uncle Sam. Karena itulah, saya
yakin mereka pasti
bakal menggunakan si Korut buat mulai perang sama
Amerika. Tembak saja
salah satu pesawat mata-matanya Amerika di Korut, maka
otomatis si US
pun bakal kewalahan musti perang dibanyak front.
   - Jerman & Perancis pun jelas nggak bakalan diem --
tapi saya nggak
bisa membayangkan persis apa yang bakal mereka
lakukan. Saya masih
kesulitan membayangkan mereka bakal buka front sama
Amerika dan terus
perang terbuka melawan Amerika -- karena mereka ini
memang sekutu
dekat. Tapi jangan pikir mereka bakal diam, karena
mereka pun juga
tahu persis tujuan perang Amerika ini yach cuman buat
menghabisi Euro.
'Tak pikir, kemungkinan besar sekali mereka bakal
memboikot produk
Amerika, atau nagih hutang ke US kayak Inggris tahun
1930 dulu buat
membangkrutkan Amerika; atau perang diplomatik di PBB
[pasti!]
mengutuk perang Iraq ini!

Saya sendiri, pribadi, yakin kalau ini adalah
kiamatnya si Amerika!
Saya nggak yakin Amerika bisa menang cepat dalam
perang Irak itu!
Ekonomi Amerika sendiri sekarang sudah masuk ke
kategori "berbahaya"
dan semua orang pun selalu saja menganalogikan situasi
ini sama
situasi Great Depression dulu. Sekarang banyak
perusahaan bangkrut,
investor asing pun banyak yang cabut keluar dari
Amerika membawa
uangnya out dari Amerika. Penganggurannya mulai
mengerikan. Masa
depannya pun lagi suram.

Anda mau dikolonialisasi lagi sama satu negara
imperialis kapitalis?


 
Ressa Yanuardin Widiyatmoko
Traffic Management, Marketing and Sales Division
PT. Televisi Transformasi Indonesia
Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A 
Jakarta 12790 - Indonesia
email : [EMAIL PROTECTED]


---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #377
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke