Betul.... Tapi kalo jam kantor lalu hanya buat ngomongin msh SARA.... Lalu mau dimanakan kinerja kita buat bangsa sendiri.....!!!!
-----Original Message----- From: mei [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, March 01, 2004 10:16 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: RE: [UNDIP] HOT TOPIK? Re: [UNDIP] Jalan Selamat Eko Raharjo wrote : Saya justru berpendapat orang Indoensia kurang berani berdiskusi mengenai SARA padahal SARA merupakan masalah besar dan punya dampak besar dalam hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Lha kalau orang-orang pad tutup mata dan telinga mengenai hal tsb ya kan malah gampang dibodohi dan disetir saja. ====================== Bisa jadi orang Indonesia bukan hanya kurang berani berbicara ttg SARA tapi mungkin malah menabukan bicara masalah itu karena memang kondisi masyarakat kita yang belum siap untuk menerima itu... Menurut opini saya masyarakat kita ini belum cukup dewasa dalam hal menerima informasi, menerima kritik, berbeda pendapat dan menyampaikan pendapat. So untuk berbicara masalah SARA ujung2nya bisa ke pengadilan.... Bagaimana saya bisa menyimpulkan bahwa masyarakat kita ini sudah dewasa dalam hal menerima informasi kalo Kasus "Kolor Ijo" saja masih ditanggapi dengan gegap gempita yang membuat para wanita metropolitan harus berburu daun kelor ? Bagaimana saya bisa menganggap bahwa masayarakat kita ini bisa menerima kritik. lha wong penggedenya saja banyak yang belum bisa menahan emosi saat dikritik, mau bukti ? lha itu kalo satu mengkritik yang lain menjawab dengan nada tinggi dan begitu sahut menyahut dengan nada semakin tinggi (itu yang di koran...) kalo yang di Tipi ya bahkan ada yang sampek beradu fisik karena saking nggak bisa menahan emosi.... apalagi masyarakatnya ? Bagaimana saya bisa mengatakan kalo masyarakat juga sudah begitu pandai menyampaikan pendapat kalo mereka bisanya hanya demo dan kadang2 membuat rasa tidak simpatik..... bagaimana tidak ? wong saya saja sering kalo ketemu rombongan demo merasa deg2an takut mobil dipukul2 pake kayu.... (kalo cuma digedor2 pintunya mah sering....) Rasanya saya setuju dengan lagu kanak2 " It's not all about the win or loose... It's all how you play the game... always be good sport cuz everybody is trying the same....." Apa perlu ada tambahan pelajaran ttg budi pekerti di sekolah ? yang mengajarkan bagaimana sopan santun dalam menyampaikan pendapat, bersikap sportif saat menerima kekalahan, dan mentoleransi perbedaan ? Konon katanya sih orang Asia itu lebih pinter dalam hal matematika dibanding orang "western" karena sekolah di Asia tuh katanya lebih banyak diajarkan masalah berhitung drpd masalah sosial.. (bener enggak sih ?) makanya orang2 "western" katanya lebih bisa bersikap sportif...... Kalo aku sih secara pribadi mencari pembuktian dengan mengatakan "lain punya bos orang kita sendiri sama punya bos bule..... sewaktu saya punya bos bule kalo salah dengan sportif dia bilang minta maaf saya salah ... Tapi kalo bosnya orang kita sendiri ada joke Aturan ttg Boss...."yang pertama boss tidak pernah salah dan kedua kalo Boss salah, liat lagi aturan yang pertama"...... Ini hanya sekadar potret kecil ttg sportifitas .... Berhubung yang nulis juga merasa belum dewasa dalam hal ini, ya mohon dimaafkan saja kalo salah .... Salam, Mei -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1454 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1461 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
