Title: HARIAN UMUM SUARA MERDEKA

Masuk FK Undip Tanpa Tes Rp 150 Juta

SEMARANG - Seperti penerimaan mahasiswa baru tahun 2003, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun ini memberlakukan penerimaan mahasiswa baru tanpa tes. Namun mereka disyaratkan memberi sumbangan uang yang diistilahkan dengan dana pengembangan dan kerja sama.

Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc menyatakan, besar sumbangan yang disyaratkan bagi calon mahasiswa baru melalui program tersebut bervariasi, tergantung pada fakultas dan jurusan yang dikehendaki. Di antaranya, untuk calon mahasiswa Fakultas Kedokteran sedikitnya Rp 150 juta, Fakultas Teknik Rp 50 juta, sedangkan fakultas lainnya Rp 25 juta.

Nominal dana sumbangan itu ada kenaikan dibanding dengan tahun sebelumnya. Misalnya, Fakultas Kedokteran dulu Rp 100 juta, sekarang menjadi Rp 150 juta. ''Ya, karena dulu diminta sumbangan Rp 100 juta saja banyak yang siap memberi Rp 150 juta,'' kata Prof Eko kepada Suara Merdeka, Senin kemarin.

Dia menjelaskan, calon mahasiswa yang dibebani pengeluaran biaya itu hanya 1,5% dari daya tampung 3.540 mahasiswa baru. Mereka ini masuk melalui jalur penerimaan mahasiswa Program Seleksi Siswa Berpotensi (PSSB). Peluang calon mahasiswa yang masuk melalui PSSB itu sendiri sebanyak 25%, terbagi dalam tiga aspek, yaitu potensi akademik, olahraga, dan kesenian.

Untuk aspek akademik ini, lanjut dia, 1,5%-nya terbuka bagi mereka yang bersedia memberikan sumbangan pengembangan dan kerja sama. Kendati demikian, syarat bagi mereka semakin diperketat. Bila dulu diprioritaskan pelajar yang memiliki nilai 10 besar di masing-masing sekolah, kini disyaratkan mereka yang masuk dalam 5 besar.

Sementara itu pada aspek olahraga dan kesenian diutamakan yang pernah menjadi juara tingkat regional dan nasional.

Pendaftaran melalui PSSB ini ditutup pada 1 April mendatang, sedangkan untuk program sumbangan pengembangan dan kerja sama terakhir pada minggu ke empat Maret. Calon mahasiswa yang diterima akan diumumkan pada awal Juni.

Mahasiswa yang masuk melalui jalur reguler atau seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB), tidak ditarik biaya sumbangan sebesar itu. ''Kami akan membahasnya dalam waktu dekat ini.''

Prof Eko mengungkapkan, ide penarikan sumbangan dana calon mahasiswa dari keluarga mampu dan yang berkomitmen membantu Undip, dimaksudkan sebagai subsidi silang. Sebab, tanpa cara itu, biaya SPP mahasiswa akan naik cukup tinggi. ''Insya Allah kalau nanti ada kenaikan SPP, paling besar 20%, yang tadinya Rp 500 ribu menjadi Rp 600 ribu. Meski demikian jumlah pastinya belum kami bahas.'' (H1-73i)

Copyright� 1996 SUARA MERDEKA

Kirim email ke