dear all,
Don Wori, Indonesia masih bisa mematenkan "Mak Erot", yang suka membesarkan
semua hal. Kita ahli membesarkan masalah, membesarkan perkara,membesarkan
korupsi, membesarkan hutang, membesarkan nilai pembelian, membesarkan nilai
proyek, membesarkan DOSA.

Dan mengenai paten itu mah kita bisa bajak dengan mudah, ini khan termasuk
keahlian kita. Lagian bangsa Indonesia lebih tertarik dengan Guinness Book
of World Record. Kita "rekod"kan saja: Rendang paling pedas sedunia, Tempe
paling busuk sedunia, Batik paling ruwet sedunia, dan Pembajak paling
vulgar sedunia.

And ini ada news yang 'menggembirakan' lagi,
-----------------------------------------------
Indonesia tops business corruption table again

HONG KONG, March 2 (Reuters). Indonesia is seen as the most corrupt country
in Asia for the third year running, followed by India and Vietnam, a survey
of foreign businessmen showed on Tuesday.

Singapore was seen as the least corrupt among 12 countries and territories
in the region, the study by Hong Kong-based Political & Economic Risk
Consultancy Ltd says.

Perceptions of corruption improved in eight of the 12 Asian areas covered
last year, the survey report said.

"Some of the biggest improvements have been registered in countries like
China and Thailand, which have long had particularly poor reputations," the
report said. Perceptions in the three worst rated countries for corruption
-- Vietnam, India and Indonesia -- were slightly better this year than
last, it said.

The latest survey polled more than 1,000 expatriate businessmen working in
Asia in Janaury and February. They were asked to provide ratings on a scale
from zero to 10, with the latter being the most corrupt.

Bangladesh, which has been rated the world's most corrupt country for three
years in a row by Transparency International, was not included in the
survey. Perceived corruption in Asia in 2004 (on a scale of zero to 10):

Grade
Indonesia 9.25 (Hampir sempurna !!!!)
India 8.9
Vietnam 8.67
Philippines 8.33
Thailand, Malaysia, China 7.33
South Korea 6.67
Taiwan 6.1
Hong Kong 3.6
Japan 3.5
Singapore 0.5
-------------------------------------

Cheers,






Ressa Yanuardin Widiyatmoko <[EMAIL PROTECTED]> on 03/03/2004 05:24:42 PM


Subject:    [UNDIP] Oh negeriku, negeriku.... :(


Setelah batik dipatenkan o/�Malaysia dan tempe dipatenkan o/ Jepang,
ternyata Rendang Padang juga sekarang udah dipatenkan Malaysia!!
Artinya, kalo ada orang Indonesia yg mau ekspor batik, tempe atau Rendang
Padang, mereka bisa dituntut oleh negara2 yg punya hak paten atas produk2
tersebut.
Kalo begini terus, lama2 negeri kita jadi negeri yang punya apaan dong??!!
Sedih deh gue...
---------------
Rendang Padang Buatan Malaysia Rambah Pasar Asia
Kompas, Padang, Selasa




Rendang Padang buatan Malaysia merambah masyarakat Asia karena rasanya
lezat, gurih dan mampu membangkitkan selera makan yang tinggi, padahal
rendang yang selalu awet meskipun disimpan dalam waktu lama itu merupakan
produk makanan khas masyarakat� Ranah Minang .
Seorang� tokoh masyarakat Minang Irawadi Uska kepada Antara di Padang,
Selasa, menjelaskan, prospek pasar rendang yang menggiurkan itu,� mendorong
industri makanan Malaysia berlomba-lomba memproduksi� rendang untuk tujuan
ekspor sekaligus� menjadi komoditas ekspor yang sangat menguntungkan.
Menyikapi� perkembangan� ini, menurut Irawadi Uska, pemerintahan Malaysia
menyikapi secara cepat dengan mematenkan� rendang menjadi produk resmi
negara Malaysia. Di kalangan masyarakat Asia� makanan khas masyarakat
Minang itu lebih� dikenal� dengan� Rendang Padang Made in Malaysia.
"Karena� hak� paten� Rendang Padang berada� di tangan Malaysia,� jadilah
produk khas masyarakat Minang itu sebagai produk resmi negara jiran
Malaysia yang dilindungi undang undang, sehingga� Malaysia berpeluang
memonopoli� perdagangan� rendang di Asia," ujarnya.
Dengan demikian,� Irawadi mengingatkan industri makanan di Indonesia
termasuk dari Sumbar yang merupakan asal mula produk makanan rendang
tersebut tidak bisa leluasa memperdagangkan Rendang Padang ke pasar
mancanegara karena hak patennya berada di tangan Malaysia.
"Bila� ada industri makanan rendang dalam negeri yang memaksakan
menggunakan nama� Rendang Padang untuk produk yang akan dipasarkan ke
mancanegara, bisa dituntut pihak Malaysia ke pengadilan sesuai
kaidah-kaidah hukum perdagangan internasional� yang
berlaku," ujarnya.
Dengan demikian, para eksportir produk makanan Sumbar baru bisa
memperdagangkan rendang� ke mancanegara bila� diberi nama Rendang Minang
atau nama-nama lain selain� Rendang Padang yang telah dipatenkan Malaysia.
Selanjutnya ia memrediksikan� produk rendang tidak hanya makin dikenal di
negara-negara Asia, tetapi potensial juga menjadi menu makanan
internasional yang� diterima masyarakat Eropa, Amerika Serikat dan
Australia.
"Makanan khas masyarakat Minangkabau ini benar-benar memenuhi selera
masyarakat internasional, buktinya� secara kecil-kecilan untuk ukuran 20
sampai 50 kg,� produk rendang ini sudah dikirim ke berbagai negara termauk
AS dan Australia."
Menurut dia, pengiriman rendang ke AS atau Australia memang tidak dalam
rangka dagang (ekspor), tetapi hanya sekedar memenuhi pesanan masyarakat
Indonesia yang ada di AS dan Australia yang ujung-ujungnya
diperjualbelikan kepada komunitas orang bule.
"Sebagai bagian dari masyarakat Minang tentunya bangga produk makanan khas
Minang merambah mancanegara, hanya saja yang disayangkan orang lain lebih
cepat menangkap peluang, sehingga orang lain yang menikmati keuntungan,"
demikian Irawadi Uska.(Ant/jy)




Ressa Yanuardin Widiyatmoko
Traffic Management Departement
PT. Televisi Transformasi Indonesia
Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A
Jakarta 12790 - Indonesia
Telp. (021) 79177000 ext. 5145
email : [EMAIL PROTECTED]




--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1540
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke