Berani juga capres yang satu ini ..

 

-----------------------------------

Triyono

Bank Supervision Directorate 2

Information Section

6th Floor, Building A

2, Jl. MH Thamrin

Jakarta - Indonesia

Ph : +62213818066, +62213818463

=======================

-----Original Message-----
From: Rany Sproduct [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent
:
Friday, June 11, 2004 1:01 AM
To: Rachman (CPM, AGS-HO)
Subject: Re: [ukhuwah.or.id] Kontrak Politik Amien Rais

 

Hanya sekedar berbagi info aza ..... tapi dengan ini bukan berarti saya pro Amin Rais ya ......

semoga pada pemilu nanti kita tidak salah memilih pemimpin negeri ini

 

----- Original Message -----

Sent: Thursday, June 10, 2004 9:09 AM

Subject: FW: [ukhuwah.or.id] Kontrak Politik Amien Rais

 

 

 

Kamis, 10 Juni 2004

Kontrak Politik Amien Rais

Laporan : zam

Jika tidak dapat melaksanakan tujuh poin kontrak, Amien diminta siap diturunkan. Disaksikan sekitar lima ribu pasang mata civitas academica Universitas Indonesia (UI), Kamis (9/6), calon presiden (capres) Amien Rais menandatangani lembaran 'Kontrak Politik Calon Presiden RI'. Kontrak politik ini disodorkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI periode 2003-2004, Ahmad Nurhidayat, dan Ketua BEM UI periode 2004-2005, Gari Primananda.

Kontrak politik itu ditandatangani Amien di atas kertas bermaterai senilai Rp 6.000. Layaknya sebuah akta perjanjian, lembaran kontrak itu memuat kalimat yang bernada sumpah. ''Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama: Muhammad Amien Rais, Partai yang Mencalonkan: Partai Amanat Nasional (PAN). Berjanji, berkomitmen, dan bersungguh-sungguh untuk menjalankan agenda reformasi jilid II, dengan tujuh tuntutan rakyat.'' Begitu kalimat pembuka dalam naskah kontrak tersebut.

Selanjutnya, kontrak politik memuat tujuh poin yang harus dijalankan Amien jika kelak terpilih menjadi presiden. Poin pertama menuntut Amien untuk sanggup mengadili mantan presiden Soeharto. Terhadap poin ini Amien meminta kalimatnya ditambah menjadi 'Soeharto dan para kroninya'. Selain itu, kata Amien, pengadilan tersebut juga harus dijalankan secara transparan tanpa mengikutkan perasaan benci dan dendam.

Butir kedua dalan kontrak itu meminta Amien untuk menegakkan supremasi hukum dan menolak militerisme. Amien sempat salah dengar dengan menyangka dirinya diminta untuk menolak capres (mantan) militer. ''Kalau menolak capres militer saya tidak setuju, karena bisa dianggap melakukan kampanye negatif. Tapi, kalau yang dimaksud adalah menolak militerisme, saya setuju,'' katanya.

Terhadap poin kontrak politik selanjutnya, Amien langsung menyetujui tanpa catatan. Poin itu adalah tuntutan untuk menghapus budaya kolusi korupsi dan nepotisme (KKN); menyelenggarakan pendidikan dan kesehatan yang murah dan berkualitas; mengendalikan harga sembako, BBM, listik, dan memberdayakan unit usaha kecil-menengah; meningkatkan kesejahteraan buruh, tani, nelayan, dan guru; serta membangun kemandirian bangsa dan menegakkan budaya demokrasi yang egaliter.

Kontrak politik itu diakhiri dengan kalimat yang bernada ancaman. Kalimat itu menyatakan, jika tidak dapat melaksanakan tujuh tuntutan tersebut, Amien diminta siap untuk diturunkan. ''Kami beri waktu satu tahun,'' tegas Ahmad Nurhidayat.

Penandatanganan kontrak politik itu merupakan penutup dari acara debat capres yang diselenggarakan BEM-UI, di Balairung Kampus UI, Depok, Jawa Barat. Acara yang dipandu oleh pengamat politik Andi Mallarangeng itu, berlangsung satu jam, dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Pada acara debat capres itu Amien menjadi bintang panggung satu-satunya. Empat capres lainnya berhalangan hadir.

Meski begitu, panitia tetap menyediakan kursi untuk lima kandidat presiden di arena panggung. Di depan jajaran kursi capres itu terdapat meja yang di atasnya terdapat papan nama lima capres. ''Lewat tim suksesnya Mega menyatakan tidak bersedia hadir tanpa alasan jelas, Wiranto lebih suka menemui masyarakat umum ketimbang mahasiswa, Hamzah Haz mengaku ada kunjungan kerja, dan Susilo Bambang Yudhoyono bersedia hadir kalau semua capres datang,'' ungkap Ahmad.

Saat mengundang para capres untuk menghadiri acara tersebut, menurut Ahmad, pihaknya juga menyampaikan soal penandatanganan kontrak politik. ''Tapi, yang berani datang hanya Amien Rais,'' katanya. Dalam kesempatan debat itu, Amien juga menyampaikan visi serta program-programnya dalam acara tersebut.

Tujuh Isi Kontrak
1. Mengadili Soeharto serta para kroninya tanpa diiringi rasa benci dan dendam.
2. Menolak militerisme.
3. Menghapus budaya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).
4. Menyelenggarakan pendidikan dan kesehatan yang murah dan berkualitas.
5. Mengendalikan harga sembako, bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan memberdayakan unit usaha kecil-menengah.
6. Meningkatkan kesejahteraan buruh, tani, nelayan, dan guru.
7. Membangun kemandirian bangsa dan menegakkan budaya demokrasi yang egaliter.

 

Kirim email ke