Wah.. jadi terkenang tembalang juga
nih.
Dulu.............
16 tahun yang lalu, jalan dari ngesrep menuju
tembalang hanya selebar 1 mobil, jadi kalau ada mobil simpangan satunya harus
mengalah, minggir-nggir.
Saat diminta daftar ke FNGT oleh ortu, karena
nggak sreg dengan kondisi tembalang, kuitansi pendaftaran ,berganti dengan
kuitansi Sriratu, eh.. setelah lolos sipenmaru. ternyata dapatnya kampus
tembalang, lebih dalam masuk lagi drpd FNGT :-(
Masjid P Diponegoro masih sepi nyenyap, hanya
ramai waktu Jum`atan saja.
Beberapa teman tinggal di masjid, untuk
memakmurkan masjid yang sepi pengunjung.
Jalanan masih sepi, angkutan umum sudah tidak
ada lagi setelah jam 6 sore.
Kalau pulang pratikum dari kampus bawah,
ramai-ramai jalan kaki dari ngesrep ke kos.
Makan di warung Mbak Tituk, didepan gedung
sipil (masih ada nggak ya), Rp 150 temasuk, nasi sayur, gorengan dan
teh.
Kos-pun hanya Rp 9000/ bulan.
Nggak tahu entah sekarang berapa
?
Terkadang bersama beberapa teman, mandi
dipancuran sawah sebelum menjadi gedung fakultas peternakan.
Alhamdulillah tembalang sudah jadi
kota.
Masjidpun menjadi ramai.
Sekedar nostalgia saat muda :-)
Ishom
Kimia `88
----- Original Message -----
Sent: Monday, June 28, 2004 2:05
PM
Subject: [UNDIP] Tembalang oh
Tembalang
Tembalang...........................
Kangen ma tembalang,
kangen makanannya, kangen suasananya, kangen semuanya
Kalo bicara tembalang
ingat warung makan rizki, ibu rizki masih sehat ga ya....??... depot agha,
masih enak ga ya ayam panggangya, nongkrong di GSG, ke tembalang dari ngesrep
dulu cuman 700, skg berapa yaa...... kangen totem, the one and only and the
bigest supermarket in town (tembalang), hehehehe......o iya Taman Bacaan
Gober, komiknya...........fiuh..........
Habis sholat di masjid
pangeran Diponegoro yang adem n banyak orangnya (tak pernah sepi oleh orang
ngaji n sholat di setiap waktu).... kalo laper bisa langsung loncat ke cafe
Boga (kalo ga salah namanya itu) or ke depot agha......
Mau ngenet ada warnet
cool19 (denger2 skg udah ga ada....:( ......), or the fastest yang ada n
available skg, ke chamber .......mo jalan2 bisa terus lurus ke arah
peterongan via nirwanasari, dkk..... dah rame or still so spooky ya skg daerah
itu ..... or naek bis kota ke arah sarinah banyumanik via tembalang, melewati
hutan n rimba ..... hehehe .........
Mo agak jauhan dikit,
tinggal loncat naek bis ke bandungan, kopeng or sela...
dingiinn....brrr........... seger, full of vegetables, baksos, mie ayam, bunga
n jagung bakar..... hmm...yummy................
Kangen
Cheers
----- Original Message -----
Sent: Monday, June 28, 2004 9:24
AM
Subject: [UNDIP] Masjid Tembalang
Bukanya di Tembalang sudah ada Masjid Pangeran
Diponegoro..?
Apakah masjid tersebut tidak representatif atau kurang
besar
Agus B Raharjo
Heru Pras wrote:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Setuju juga untukmengakhiri obrolan
" tentang IM " , kebetulan saya yang duluan lempar bola. Maunya juga
iseng saja, tapi tanggapannya banyak yang serius
!!!! Sebenarnya banyak hal yang ada di sekitar kita (UNDIP) yang
lebih perlu diobrolkan lebih serius, salah satunya adalah Masjid kampua
Tembalang.
Bermula dari kedatangan kakak saya dari
Jakarta yang mendatangi wisuda adik bontot, setelah selesai Wisuda
di Pleburan tancap ke Tembalang untuk lihat-lihat kampus.
Biasanya saat mendatangi wisuda adik-adik saya yang lain (maklum dari
keluarga besar), siangnya sholat dhuhur di Masjid kebanggaan tempat dimana
kita belajar (ITS, UGM, ITB). Nah, saat di Tembalang dengan sedikit
tersipu saya jelaskan masjid baru akan dibangun atau peletakan batu
pertama bulan Juli (mudah-mudahan benar).
Memang kita semua mendengar kalau sudah ada
dana 3 M untuk memulai masjid kita, namun ada juga selentingan
(mudah-mudahan yang ini tidak benar) keterlambatan pembangunan akibat ada
persaingan antar perencana .
Nah, mari kita obrolkan gimana caranya agar
Masjid kita segera dimulai pembangunannya. Prihatin juga kalau
jum'atan Rektorat sudah terasa sesak . Kayaknya, kalau sudah dimulai infak insya'allah akan banyak yang
datang guna penyelesaiannya !!!! Selamat bekerja Pak Nirmolo, Pak
Mustafid, Pak Tufik, Pak Zaenuri dll
He..he..he.. saat nulis ini teman di samping sempat menyindir kontras
banget, habis ngomongin IM kok terus ngomongin Masjid .
Wassalam,
Carik Teknik Industri
Heru Prastawa