Bukanya di Tembalang sudah ada Masjid Pangeran Diponegoro..?
Apakah masjid tersebut tidak representatif atau kurang besar

Agus B Raharjo

Heru Pras wrote:
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Setuju juga untukmengakhiri obrolan " tentang IM " , kebetulan saya yang duluan lempar bola. Maunya juga iseng saja, tapi tanggapannya banyak yang serius !!!! Sebenarnya banyak hal yang ada di sekitar kita (UNDIP) yang lebih perlu diobrolkan lebih serius, salah satunya adalah Masjid kampua Tembalang.
 
Bermula dari kedatangan kakak saya dari Jakarta yang mendatangi wisuda adik bontot, setelah selesai Wisuda di Pleburan tancap ke Tembalang untuk lihat-lihat kampus.  Biasanya saat mendatangi wisuda adik-adik saya yang lain (maklum dari keluarga besar), siangnya sholat dhuhur di Masjid kebanggaan tempat dimana kita belajar (ITS, UGM, ITB). Nah, saat di Tembalang dengan sedikit tersipu saya jelaskan masjid baru akan dibangun atau peletakan batu pertama bulan Juli (mudah-mudahan benar).
 
Memang kita semua mendengar kalau sudah ada dana 3 M untuk memulai masjid kita, namun ada juga selentingan (mudah-mudahan yang ini tidak benar) keterlambatan pembangunan akibat ada persaingan antar perencana .
 
Nah, mari kita obrolkan gimana caranya agar Masjid kita segera dimulai pembangunannya. Prihatin juga kalau jum'atan Rektorat sudah terasa sesak . Kayaknya, kalau sudah dimulai infak insya'allah akan banyak yang datang guna penyelesaiannya !!!!  Selamat bekerja Pak Nirmolo, Pak Mustafid, Pak Tufik, Pak Zaenuri dll
 
He..he..he.. saat nulis ini teman di samping sempat menyindir kontras banget, habis ngomongin IM kok terus ngomongin Masjid .
 
 Wassalam,
Carik Teknik Industri 
 
Heru Prastawa
 

Kirim email ke