Benih Perjuangan Elin Berbuah Perempuan-Perempuan Tapin Penulis: Heru Subroto (http://www.mediaindo.co.id/beritakhusus.asp?id=3131)
**BUKAN sebuah pekerjaan mudah membangun sebuah mimpi menjadi kenyataan hanya dalam waktu relatif singkat. Namun, itulah yang dialami oleh sosok ibu bernama Elin Herlina Idis N Halidi, perempuan Sunda yang kini bergelut dengan berbagai kegiatan social di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Lahir di Tasikmalaya, 39 tahun lalu, Elin Herlina sama sekali tak menyangka kalau sebagian hidupnya akan ia jalani nun jauh dari kota kelahirannya. Kabupaten Tapin, 1,5 jam perjalanan dari kota Banjarmasin, adalah sebuah kota yang jauh dari maraknya kehidupan kota-kota besar, dan kini menjadi bagian dari kehidupan Elin Herlina. Di kota inilah perempuan enam anak yang telah menunaikan rukun haji ini menetap sejak beberapa tahun lalu. Setidaknya, di kota 'menjanjikan bagi kaum perempuan' inilah Elin Herlina mencoba mencari kehidupan baru. Sejak ia dipinang oleh Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Baru, Kalimantan Selatan, beberapa tahun lalu, kini daerah Tapin menjadi bagian kedua perjalanan hidupnya. Dari kota inilah ia merajut kasih bersama sang pacar yang kemudian meminangnya. Dari kota inilah ia membesarkan anak-anaknya dengan penuh kasih dan damai. Dari kota ini pulalah ia mulai bisa mengenal lebih banyak warga masyarakat. Kepada mereka, ia juga membagikan kasihnya melalui keiatan-kegiatan sosial. Kabupaten Tapin seolah memiliki magnet yang mampu memakunya di daerah itu. Parasnya cantik. Berbalut kulit kuning mulus, siapapun yang bersua dengan Elin Herlina akan terpesona. Apalagi dengan kepribadiannya yang lembut, dan tutur katanya yang santun, ia memang sosok ibu yang dinanti setiap keluarga dan lingkungannya. Maka, tak aneh kalau atas dampingannya, ia ikut membawa kesuksesan suami dalam meraih kursi bupati di Tapin. Satahun lalu, dengan suara mutlak, H Idis Nurdin Halidi, suami Elin, berhasil menyingkirkan rivalnya untuk menduduki kursi Bupati Tapin periode 2003-2008. Prestasi demi prestasi, dalam rentang satu tahun kepemimpinan Idis Halidi, berhasil diukir kabupaten ini, baik di kancah provinsi maupun di pusat. Sebut saja dalam bidang budaya Islam dan penyajian yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia Pusat, tim Kabupaten Tapin keluar sebagai peringkat lima di Indonesia. Demikian juga dalam MTQ Tilawah Dewasa dan Remaja, peserta dari Kabupaten Tapin berhasil meraih juara I hingga harapan tingkat Nasional. Di bidang olahraga, peserta dari Tapin berhasil meraih juara I kejurnas cabang gulat, dan juara I Klas F Pra PON untuk pencak silat. Sementara di bidang kesehatan, ada Dokter Teladan I tingkat Provinsi Kalsel. Berbagai prestasi lainnya berhasil diraih, meski hanya sebatas juara II hingga harapan. Peranan Elin Herlina memang lebih terlihat nyata pada bidang kesehatan dan sosial. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin, Elin Herlina memang mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan tersebut ke berbagai sudut desa. Dan itu benar-benar dilakukannya. Sebagai bukti, pada 2003, ia berhasil membawa kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) di Kabupaten Tapin sebagai juara I tingkat Kalimantan Selatan. Yang lebih membanggakan, ia juga berhasil membawa kegiatan Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) sebagai juara I tingkat nasional. Atas prestasinya membawa P2WKSS ke tingkat nasional, Elin Herlina mendapat kesempatan diterima langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri di Istana Negara dalam suatu acara resmi bersama undangan lainnya beberapa waktu lalu. Ia duduk di barisan terdepan. bersama undangan VIP. �Ketika itu saya sempat nervous, dan perut rasanya mules. Tapi lama-lama normal kembali,� ujar Elin Herlina berterus terang. Baru kali itu Elin Herlina bertatap muka langsung dengan Presiden Megawati. Apa komentarnya? "Meski tampak gemuk, Ibu Mega tetap enak dilihat," tuturnya mengenang. Foto dirinya bersama Ibu Mega disimpannya baik-baik. "Siapa tidak bangga foto dengan seorang presiden," Elin Herlina berucap. Terpupuk sedari muda: Jiwa sosial-kemasyarakatan Elin Herlina sesungguhnya sudah terpupuk sedari muda usianya. Ketika itu, ia memilih jurusan PKK pada IKIP Bandung setelah sebelumnya sempat satu tahun mengikuti pendidikan di satu lembaga pendidikan secretariat di kota yang sama. Belum tuntas pendidikan, ia sudah dipinang oleh Idis Halidi. Alhasil, ia pun diboyong ke Kalimantan Selatan. Komitmennya memberdayakan perempuan di wilayah Tapin tidak diragukan lagi. Simak saja, terhitung mulai tahun 2004 PKK Kabupaten Tapin telah mengucurkan dana penggerak bagi PKK di tingkat desa (seluruhnya 131 desa) sebesar Rp500.000 per desa. Untuk ini, total dana yang dikeluarkan dari kas PKK kabupaten sebesar Rp165 juta. Memotori Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA), Ketua PKK Kabupaten Tapin, yang juga adalah Ketua PC GN-OTA Kabupaten Tapin, berhasil pula menghimpun dana untuk biaya pendidikan anak-anak SD hingga SLTP sebesar Rp 75 juta untuk tahun 2004. Dana itu diperoleh dari bantuan dinas/instansi di lingkungan Pemkab Tapin. Boleh dibilang, Tapin bebas dari anak usia sekolah yang tak bersekolah atau putus sekolah. Bukan cuma itu. Melalui jasa Elin Herlina, Pemkab Tapin telah tergerak membuka usaha kafe dan jasa catering. "Seluruh keuntungan dari dua usaha ini masuk ke kas PKK," ungkap Elin Herlina. Istimewanya dari sosok Elin Herlina, ia juga berhasil 'mempengaruhi' kebijakan Bupati untuk membebaskan pungutan apapun di sekolah bagi anak perempuan dari keluarga miskin mulai tingkat SD hingga SMP. "Cita-cita saya adalah perempuan harus maju dalam berbagai bidang. Untuk dapat memajukan diri, perempuan harus maju dalam cara berpikir. Untuk maju dalam cara berpikir, perempuan harus diberikan pembekalan. Pembekalan bisa diberikan baik secara formal maupun informal". Inilah komitmen Elin Herlina untuk memajukan kaumnya di Kabupaten Tapin. Untuk melicinkan obsesi positifnya itu, dan sekaligus memberikan panutan kepada perempuan, ia pun semakin tekun untuk menuntaskan pendidikan tingginya di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di kota Banjarmasin. Kuliah baginya adalah peningkatan kualitas diri, berapa pun usia seseorang. Saat ini ia tengah duduk di Semester IX. Strategi lain dalam melapangkan upaya Elin Herlina memberdayakan kaum perempuan Tapin, adalah merekrut para istri kepala dinas/instansi di lingkungan Pemkab Tapin sebagai pengurus PKK Kabupaten Tapin. Hasilnya, memang signifikan. Aktivitas PKK mulai bergulir penuh gairah. Ide-ide pun banyak bermunculan. Maklum, sebagian pengurus PKK berlatar belakang pendidikan S1, dan satu diantaranya bergelar S2. Memberikan dukungan bagi usaha ekonomi produktif keluarga adalah bagian kegiatan konkrit Elin Herlina dalam memberdayakan kaum perempuan Tapin. Ia menyadari betul hanya melalui perbaikan ekonomi keluargalah perempuan dapat ikut meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Pertanian dan kerajinan adalah kegiatan utama ibu-ibu Tapin yang tergabung dalam banyak kelompok ekonomi produktif (masing-masing kelompok beranggotakan antara 10-20 orang). Kelompok ini mendapat dukungan penuh Elin Herlina melalui PKK Tapin. Dalam bidang kerajinan, sudah ada prestasi yang diciptakan, yakni Juara I Lomba Desain Topi tingkat Kalimantan Selatan tahun 2004. Selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Tapin, Elin Herlina memang layak bangga atas apal yang telah dicapai bersama rekan-rekannya melalui organisasi kemasyarakatan yang dinakhodainya. Benih telah ditanam, dan telah tumbuh menjadi pohon. Satu demi satu buah mulai bermunculan. Buah itu adalah perempuan-perempuan Tapin. (pikas/O-1) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

