Fyi ti tatanggi ....
E-mail ti kang Cecep teh panginten mung sapotong tina skenario anu ageung
... panginten ieu nu disebat politik teh kotor, waktos maos ieu e-mail matak
muringkak bulu punduk ... E-mail dugi ka ayeuna teu aya nu ngabantah atanapi
klarifikasi, kumargi kitu ku kuring diteraskeun ka lembur ..

budhi
oritate permai

----- Original Message ----- 
From: "widodo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, June 01, 2004 7:04 PM
Subject: [ppi-jepang] SKENARIO MEGAWATI SOEKARNOPU TRI


>
> ------ Forwarded Message
>
>
> To: [EMAIL PROTECTED]
>
> Subject:SKENARIO MEGAWATI SOEKARNOPU TRI
>
>
> =====================================================================
>
> SKENARIO MEGAWATI SOEKARNOPUTRI
>
> Salah seorang petinggi PDIP yang kecewa karena gagal menjadi anggota DPR
> RI bercerita panjang lebar soal skenario Mega. Berikut ini penuturannya
>
> : Dalam rapat DPP PDIP hampir semua peserta rapat tertawa terbahak-bahak
> ketika membaca hasil survey LSI yang mengunggulkan SBY sampai 58%.
> Terlihat tawa bahagia disana ketika tahu scenario mengunggulkan SBY
> dikerjakan dengan baik oleh LSI.
>
> Kalau mau sedikit berpikir, memang aneh gerakan tim Mega ini, walau
> nampak kasat mata, tapi tidak ada satupun media massa yang mau
> memberitakan betapa Mega begitu piawai mengobok-obok konstelasi politik
> dimana-mana. Golkar dibuat pecah berantakan dengan memunculkan faksi;
> AT, faksi Kalla, dan faksi Palloh. Keluarga besar NU dibuat cerai berai
> dengan munculnya kelompok Hasyim, kelompok Gus Solah dan tentu saja the
> joker, Abdurahman Wahid.
>
> Kalau mengikuti Koran dan TV misalnya, hampir-hampir semua pembicaraan
> menguliti sepak terjang SBY, Wiranto dan AR. Banyak media yang berubah
> menjadi partisan, terutama TVRI. Tahu tidak, kalau direktur TVRI
> mendadak diganti dengan orang Mega? Anehnya, tidak ada sedikitpun yang
> mencoba mengamati gerakan Mega. Padahal gerakan Mega, dirancang oleh
> puluhan akademisi dan purnawiraan militer. Jauh sebelum Mega Presiden
> dibentuk, lembaga kajian untuk memuluskan Mega ke Istana sudah dirancang
> rapi. Kepala BIN, Hendropriyono, adalah komandan dibalik scenario Mega.
> Namanya juga dinas intelejen negara, kekuatan dan keakuratan datanya
> sungguh luar biasa. Memberikan rencana A sampai Z dengan segala
> resikonya. Hasilnya? Kita lihat saja paparan dibawah ini.
>
> Menohok Pesaing Berat
>
> Tim Mega yakin hanya Wiranto yang benar-benar penantang terkuat,
> sementara AR gampang ditaklukan, sementara SBY hanya Koran dan media
> massa saja yang membesar-besarkannya. Coba diamati baik-baik, isu anti
> militerisme misalnya, jelas-jelas hanya menyerang Wiranto. Padahal SBY
> juga militer, namun sama sekali tidak diungkit-ungkit oleh Mega. Sebab
> Mega memang yakin, SBY masih dibawah kendalinya. Bukankah Kalla, Yusril
> merupakan anak buahnya yang paling manis di kabinet? Kasus Yacob Nuwawea
> yang merancang ide demo misalnya, ini memang sengaja dibocorkan. Sebab,
> Mega sedang memprovokasi Wiranto, untuk jangan macam-macam. Apalagi
> diketahui bahwa yang ikut rapat di pihak Yacob Nuwa Wea ada
> pentolan-pentolan GMNU, Famred, Forkot dan Dita Indah Sari. Ada juga
> memang informasi yang menyatakan menyatakan bahwa bocornya ini karena
> Wiranto memang seorang militer tangguh, sehingga sudah biasa mengendus
> gerakan musuh. Buktinya, dari yang hadir di rapat, nomor telephone-nya,
> sampai detil suasana rapat bisa diketahui dengan pasti. Sungguh, ini
> buah kerja inteljen yang luar biasa. Mega tentu saja tidak tinggal diam,
> TPDI yang sudah lama "tidur" tiba- tiba saja membawa kasus Wiranto soal
> 27 Juli dan kerusuhan Mei 98 ke Mahkamah Agung. Belum cukup dengan itu,
> semua kepala daerah dan Gubenur dikumpulkan oleh Mega untuk diberi
> wejangan khusus, mengamankan Mega ke RI 1. Beritanya terbarunya, Mega
> memerintahkan Jaksa Agung M Rahman untuk kembali membuka kasus BNI.
> Sebab Mega mempunyai kartu truf soal keterlibatan Wiranto dengan kasus
> ini.
>
> Mengobok-obok NU
>
> Jangan dikira Hasyim Muzadi berani berseberangan dengan Gus Dur sejak
> sebelum pemilu legislative karena ingin memperjuangankan NU agar
> independen. Sama sekali tidak. Hasyim memang sudah terikat kontrak
> dengan Mega sejak setahun lampau. Makanya Gus Dur tiada henti
> menyuarakan dimana-mana kalau Hasyim seorang "pembohong". Siapa dibalik
> munculnya ide Golput PKB ini? Jawabnya sebetulnya gampang ditebak,
> Arifin Junaedi dan AS Hikam. Kedua orang ini berhasil menyakinkan GD
> untuk Golput. Dengan Golput, suara PKB yang 12 juta dihanguskan. Sebuah
> scenario manis dari Mega. Sebab Mega yakin, tidak mungkin pendukung PKB
> memiih dirinya. Daripada ke Wiranto, lebih baik di'hanguskan" dengan
> metode canggih. Menyerukan golput. Coba tengok ke belakang, bukankah
> GMNU dan PMII yang paling getol membela GD dengan senjata Golput?
> Padahal ketua umum kedua organisasi itu adalah orang-orang Mega. Ketua
> GMNU diketahui sering berkunjung ke Yacob Nuwa Wea, sementara pengurus
> PMII pusat sering terlihat bersama Taufik Kiemas. Sayang scenario mega
> kali ini kena batunya. GD ternyata Cuma bersandiwara ketika menyatakan
> bahwa tidak akan bekerjasama dengan militer dan ngotot maju sebagai
> capres. GD yang terkenal licin tahu betul, dengan ngototnya dia akan
> menaikkan nilai tawar PKB. Dan minimal 5 menteri dan 3 menko akan jatuh
> ke tangan PKB. Wiranto yang gelap mata, tentu oke-oke saja menyetujui
> yang penting dia jadi presiden. Apakah mega diam dengan pernyataan GD
> mendukung Wiranto? Tentu tidak! Setumpuk agenda baru sedang disiapkan
> untuk mematahkan ini. Caranya? Tim Mega mulai aktif mendekati
> basis-basis NU yang membutuhkan "bantuan". Dengan fasilitas uang negara
> yang dia punya, akan ada 1000 macam agenda untuk merayu kaum Nahdliyin.
> Sementara orang-orang Mega terus memborbardir arus bawah NU akan
> "dosa-dosa" Golkar. 29 Mei 2004 akan diadakan demo besar-besaran
> menggoyang Golkar. Demo ini akan didukung penuh oleh LSM-LSM dan
> mahasiswa nasionalis ini ditengarai sebagai warning dan show of force
> kubu Mega untuk lawan-lawan politiknya. Dengan scenario ini kubu Mega
> berharap, di putaran kedua nanti jika harus ketemu Wiranto, Mega akan
> mendapat simpati dari masyarakat karena dia- lah kini satu-satunya
> capres sipil!
>
>
>
> Membombardir Golkar
>
> Golkar juga tidak luput dari incaran scenario Mega. Suara Golkar yang 24
> juta, diporak porandakan dengan mengijinkan Kalla berduet dengan SBY.
> Orang bodoh sekalipun pasti mafhum, bagaimana mungkin Kalla yang ikut
> konvensi Golkar, yang didukung oleh Sultan HB 10, dan iramasuka
> tiba-tiba saja ke SBY? Hitung-hitungannya jelas. Kalla setidaknya akan
> menggerogoti 5 juta suara Golkar dari Iramasuka. Modal SBY yang Cuma 7
> juta suara ditambah 5 juta suara Kalla, jelas cukup mudah dikalahkan
> oleh Mega yang sudah mengantongi 23 juta suara solid! Ya, sementara kubu
> Islam dan kubu Golkar dikocar-kacirkan, kubu PDIP nampak utuh, solid dan
> bersatu. 23 juta ditambah sedikit suara dari Hasyim cukuplah membuat
> Mega melenggang dengan gampang ke putaran kedua.
>
> Menciptakan capres boneka
>
> Kubu Mega juga was-was dengan gerakan AR. Untuk membuyarkan berkumpulnya
> kekuatan Islam non NU, Mega menyuruh Hamzah Haz maju ke pilpres. Coba
> buka lagi Koran dan majalah, betapa Hamzah yang tadinya begitu semangat
> digaet Mega, dibatalkan tiba-tiba. Ada apa? Karena Mega tahu, dengan
> menggaet Hamzah, percuma saja. Sebab dewan Syariah PPP sudah jelas
> mengatakan menolak Mega. Dengan menyuruh Hamzah maju, Mega sedang
> menghanguskan 7 juta suara PPP. Aneh kah, sebelum maju ke pilpres Hamzah
> dan Agum (bukankah Agum tim Mega center?) meminta ijin ke Mega. Dan
> dikoran-koran pun jelas dimuat, di putaran kedua, suara pemilih Hamzah
> akan di berikan ke Mega. Sikap Hamzah ini yang kemudian membuat GPK yang
> underbow PPP memilih mendukung AR.
>
> Membingungkan pendukung AR
>
> Modal AR yang Cuma 7 juta pemilih Pan sebenarnya tidaklah membuat Mega
> cemas. Tapi dengan berkumpulnya dengan PKS, setidaknya membahayakan Mega
> seandainya AR mampu ke putaran kedua. Mega scenario merekomendasikan
> untuk memilih bertemu Wiranto ke putaran kedua disbanding AR. Lewat
> tangan Taufik Kiemas, Mega berhasil menyusup ke PKS dengan menggunakan
> tangan Anis Matta dan Soeripto. Dengan alasan mendukung AR berarti
> membiarkan Mega dan SBY lolos keputaran kedua, dewan syuro PKS "dipaksa"
> merekomendasikan untuk mendukung Wiranto. Aneh bukan, alasannya? Kenapa
> SBY yang bermodal 7 juta dijadikan alasan untuk menolak mendukung AR?
> Jawabannya jelas, dengan PKS mendukung Wiranto, berarti menghanguskan
> suara PKS. Sebab dengan mendukung Wiranto suara PKS akan pecah. Sebagian
> akan mengikuti rekomendasi dewan Syuro, sebagian akan ke AR. Dukungan
> sebagian PKS ke Wiranto bisa digantikan oleh larinya sebagian Golkar ke
> Kalla. Beda jauh efeknya kalau Syuro PKS merekomendasikan AR. Suara PKS
> bisa jadi bulat. Pengikut PKS yang tanpa berikir panjang pasti akan
> berbondong-bondong ke AR dan akibatnya bisa hebat. Sebab akan membuat
> parpol-parpol gurem dan masyarakat muslim berbondong-bondong mendukung
> AR akibat magnet suara PKS. Daripada AR, jelas Mega memilih Wiranto
> untuk bertarung di 5 September nanti.
>
> Menonjolkan SBY
>
> Skenario Mega yang paling sukses adalah dengan menonjolkan SBY,
> seakan-akan pasti menang. Padahal kalau mau berpikir, sungguh aneh kalau
> di prediksi SBY akan lolos ke putaran kedua. Modal suara yang cekak, 7
> jutaan masih teramat jauh. Apalagi jelas-jelas kubu NU nggak bakalan ke
> SBY. Kubu Muhammadiyah apalagi. Kubu nasionalis pasti ke Mega. Coba
> tanyakan ini kemana saja. Apakah ada orang yang mencoblos PAN akan
> memilih SBY? Apakah ada orang yang mencoblos PDIP akan memilih SBY?
> Apakah ada orang yang mencoblos PKS akan memilih SBY? Jawabnya gampang,
> amat sangat sedikit! Biar tambah hebat, SBY di blow up sedemikian
> hebatnya, padahal kalo betul hebat mustinya Demokrat bisa menang pemilu
> dong? Pilihan presiden beda dengan legislative? Betul, tapi gunakan
> logika sederhana, basis massa SBY itu dari mana? Kenapa SBY ditonjolkan?
> Sebab Mega ingin bertemu SBY di 5 September nanti. Dengan melawan SBY di
> final, peluang Mega jadi lebih gampang.
>
> Inti Skenario
>
> Semua ini memang hanya berpusat pada kata akhir, Mega lebih memilih SBY
> untuk berduel di 5 September. Kalaupun bukan SBY, Mega lebih memilih
> Wiranto untuk berduel, dan menghindari AR. Kenapa begitu? Dengan
> Wiranto, kubu Mega jelas memiliki setumpuk bahan untuk meng-KO Wiranto
> di depan rakyat. Dari maslah pelanggaran HAM sampai masalah bank BNI.
> Jangan lupa, kasus bobolnya BNI masih ditangan Mega. Mega punya cukup
> bukti untuk menyeret Wiranto ke pengadilan. Dengan SBY? Ini lebih
> gampang lagi. SBY dan partai Demokratnya jelas sudah cacat di depan umat
> Islam. Latar belakang SBY yang terungkap di media massa masih 30% saja
> yang dibeberkan. Kubu mega punya senjata lebih ampuh soal siapa itu
> Sarwo Edi Wibowo, siapa itu Kristina, dan yang jelas kubu Mega berhassil
> menelusuri aliran dana kubu SBY. Lewat James Ryadi yang di AS, kubu Mega
> berhasil mengungkapkan betapa aliran dana SBY begitu "hitam pekat" !
> Kubu Mega juga yakin, di 5 September nanti kubu Islam akan pikir- pikir
> dan mungkin akan Golput(nanti akan disebarkan data tentang SBY yang
> sungguh seram, yang membuat pemilih Islam tidak punya pilihan kecuali
> Golput), sementara kubu NU pasti berbondong-bondong ke Mega karena ada
> Hasyim. Di putaran kedua, meskipun 50 juta orang golput tidak akan
> mempengaruhi hasil pemilu. Yang penting, siapapun yang unggul atas
> pesaingnya, dialah yang jadi presiden.
>
> Kalau ketemu AR? Ini yang membuat bingung. Mega kesulitan menyerang AR
> kecuali dengan serangan-serangan ringan semisal mencla-mencle, ambisius,
> dan gemar bicara. Serangan seperti itu jelas tidak memadai untuk
> menghentikan AR seandainya AR mampu ke putaran kedua. Satu-satunya jalan
> memang harus menghentikan AR di putaran pertama! Caranya? Ya seperti
> yang dipaparkan oleh caleg PDIP diatas itu. Skenario cerdas bukan? [J-pi
> ]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> #No Attachment, Delete Original Message yang tidak Perlu, Sopan berbahasa
> dan postinglah hal yang positif dan bermanfaat bagi anggota milis dan
> almamater. Viva Unibraw ! #
> ---------------------------------------------------------------------
> # Sudahkan Anda Mengunjungi Website Unibraw di http://www.brawijaya.ac.id
?#
> ---------------------------------------------------------------------
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
> ----------------------------------------------------------------------
>
>
> Yahoo! Groups Sponsor
>
>  ADVERTISEMENT
>
<http://rd.yahoo.com/SIG=129ms4i99/M=295196.4901138.6071305.3001176/D=group
>
s/S=1705043464:HM/EXP=1086169632/A=2128215/R=0/SIG=10se96mf6/*http://compani
> on.yahoo.com>
>
>
> Yahoo! Groups Links
> * To visit your group on the web, go to:
> * http://groups.yahoo.com/group/unibraw/
> *
> * To unsubscribe from this group, send an email to:
> * [EMAIL PROTECTED]
> <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> *
> * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
> <http://docs.yahoo.com/info/terms/> .
>
>
> ------ End of Forwarded Message
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ===================================================================
>             PPI Jepang "Membuka Dunia untuk Indonesia dan Membuka
Indonesia untuk Dunia"
>               Homepage:  http://www.ppi-jepang.org
>                Milis: [EMAIL PROTECTED]
>    Ada saran dan kritik? Kirimkan ke [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe? send e-mail to: [EMAIL PROTECTED]
> ===================================================================
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
http://bb.yahoo.co.jp/



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke