cobi upami tai munding atanapi tai jelemapasti garilaeun anu ningalina oge, duka tah nu bogana mahmung abdi mah pasti ongkek teu eureun-eureun…

 

-----Original Message-----
From: Budhi Setiawan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 09 Juni 2004 19:28
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [UrangSunda] Kampanye tahi lalat

 

Tina Republika dinten ayeuna, aya kampanye tahi lalat ....

Dilenyepan titatadi teh ... leres pisan geuning tahi lalat teh tanda keberuntungan, muhun beruntung mung sakadar tahi lalat, cobi upami .....

 

Wassalam,

BS

oritate permai

 

 

Koran Republika
» Resonansi
Rabu, 09 Juni 2004

Kampanye Tahi Lalat

Oleh : Asro Kamal Rokan

Jika Anda memiliki tahi lalat, boleh bersenang hati. Sebab, untuk
pertama kalinya tahi lalat masuk dalam kampanye politik. Adalah
Megawati Soekarnoputri yang membawa tahi lalat itu di pentas kampanye.
Ahad lalu di Medan, calon presiden dari PDI Perjuangan tersebut
meminta pendukungnya untuk memilih calon presiden yang memiliki tahi
lalat di bagian bibir sebelah kanan. Megawati memang memiliki tahi
lalat di bawah bibir sebelah kanan.

Mungkin karena isu tahi lalat itu penting, melebihi visi dan misi
calon presiden, koran terkemuka di Timur Tengah Asharq Al-Awsat
terbitan Senin (7/6), merasa penting dan menarik memberitakan
pernyataan Megawati soal tahi lalat itu. Judul beritanya, Megawati
kepada pemilih Indonesia: Pilihlah yang cantik dan punya tahi lalat.
Judul aslinya, Megawati lin nakhibin Al Indonesiyin: Shawwatu al
jamilah shahibatu as-syamah.

Boleh jadi Megawati bermaksud menjelaskan identitas diri agar mudah
diingat. Tapi, mengapa tahi lalat dan kecantikan, bukankah sebaiknya
yang dikampanyekan adalah visi dan misi? Sebab, tahi lalat bukanlah
dominasi Megawati saja. Hampir dipastikan, semua calon presiden
memiliki tahi lalat, hanya letaknya yang berbeda.

Bayangkan, jika setiap calon presiden latah --seperti latah pergi ke
pasar dan terminal-- mengampanyekan letak tahi lalatnya masing-masing.
Hamzah Haz, yang juga memiliki tahi lalat di bibir, namun posisinya di
atas sebelah kiri, mungkin akan mengatakan, ''Pilihlah calon yang
memiliki tahi lalat di bibir sebelah kiri atas.'' Syukurlah Hamzah,
Amien Rais, Susilo Bambang Yudoyono, dan Wiranto, tidak mengampanyekan
tahi lalat. Jika mereka mengampanyekan tahi lalat, dapatlah
dibayangkan bagaimana mereka mencari-cari letak tahi lalat.

Soal tahi lalat, zaman dahulu --ketika orang lebih percaya pada
ramalan dan hal-hal yang irasional-- para peramal, tabib, dan dukun
membaca watak dan peruntungan seseorang melalui tahi lalat. Jika tahi
lalat menempel di bibir atas kanan, maka orang tersebut diramalkan
memiliki banyak rezeki. Tahi lalat di bibir atas kiri, diramalkan
punya banyak sahabat. Sedangkan tahi lalat di bibir bawah kanan, orang
tersebut disegani. Tahi lalat di bawah bibir kiri, orang tersebut
dianggap pandai bicara.

Kalau ada yang percaya pada tahayul itu, semestinya dalam kondisi
Indonesia yang carut-marut ini, yang dicari adalah calon presiden yang
memiliki tahi lalat di leher sebelah kanan. Pemilik tahi lalat itu,
disebut peramal, sebagai orang yang cerdas, jujur, dan berani
menderita. Dan, jangan pilih yang memiliki tahi lalat di kelopak mata
kiri bawah. Sebab, orangnya bodoh dan tidak bijaksana. Atau, tahi
lalat di kelopak mata kanan bawah, orangnya pemalas.

Tahi lalat, yang datangnya tidak diundang, sebenarnya adalah
pembonceng. Dia tiba-tiba menempel di wajah, tangan, kaki, kepala,
atau di mana saja. Sebagai pembonceng, tahi lalat bisa menempel
berpuluh-puluh tahun, namun tiba-tiba bisa hilang tanpa permisi. Dalam
ilmu kedokteran, tahi lalat ada yang baik dan ada pula yang berbahaya.
Jika berwarna coklat kehitaman, biasanya tidak berbahaya. Dia bisa
menjadi pemanis. Namun, jika benjolan tahi lalat yang semakin melebar,
membesar, menebal, dan warnanya tidak merata, maka ada kemungkinan itu
kanker kulit. Jenis ini dapat menjadi ganas (melanokarsinoma). Di
Indonesia, kanker kulit termasuk 10 besar jenis kanker ganas. Jadi,
tahi lalat tak selalu baik.



Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id






Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke