|
Tina Republika dinten ayeuna, aya kampanye tahi
lalat ....
Dilenyepan titatadi teh ... leres pisan geuning
tahi lalat teh tanda keberuntungan, muhun beruntung mung sakadar tahi lalat,
cobi upami .....
Wassalam,
BS
oritate permai
Koran Republika
» Resonansi Rabu, 09 Juni 2004 Kampanye Tahi Lalat Oleh : Asro Kamal Rokan Jika Anda memiliki tahi lalat, boleh bersenang hati. Sebab, untuk pertama kalinya tahi lalat masuk dalam kampanye politik. Adalah Megawati Soekarnoputri yang membawa tahi lalat itu di pentas kampanye. Ahad lalu di Medan, calon presiden dari PDI Perjuangan tersebut meminta pendukungnya untuk memilih calon presiden yang memiliki tahi lalat di bagian bibir sebelah kanan. Megawati memang memiliki tahi lalat di bawah bibir sebelah kanan. Mungkin karena isu tahi lalat itu penting, melebihi visi dan misi calon presiden, koran terkemuka di Timur Tengah Asharq Al-Awsat terbitan Senin (7/6), merasa penting dan menarik memberitakan pernyataan Megawati soal tahi lalat itu. Judul beritanya, Megawati kepada pemilih Indonesia: Pilihlah yang cantik dan punya tahi lalat. Judul aslinya, Megawati lin nakhibin Al Indonesiyin: Shawwatu al jamilah shahibatu as-syamah. Boleh jadi Megawati bermaksud menjelaskan identitas diri agar mudah diingat. Tapi, mengapa tahi lalat dan kecantikan, bukankah sebaiknya yang dikampanyekan adalah visi dan misi? Sebab, tahi lalat bukanlah dominasi Megawati saja. Hampir dipastikan, semua calon presiden memiliki tahi lalat, hanya letaknya yang berbeda. Bayangkan, jika setiap calon presiden latah --seperti latah pergi ke pasar dan terminal-- mengampanyekan letak tahi lalatnya masing-masing. Hamzah Haz, yang juga memiliki tahi lalat di bibir, namun posisinya di atas sebelah kiri, mungkin akan mengatakan, ''Pilihlah calon yang memiliki tahi lalat di bibir sebelah kiri atas.'' Syukurlah Hamzah, Amien Rais, Susilo Bambang Yudoyono, dan Wiranto, tidak mengampanyekan tahi lalat. Jika mereka mengampanyekan tahi lalat, dapatlah dibayangkan bagaimana mereka mencari-cari letak tahi lalat. Soal tahi lalat, zaman dahulu --ketika orang lebih percaya pada ramalan dan hal-hal yang irasional-- para peramal, tabib, dan dukun membaca watak dan peruntungan seseorang melalui tahi lalat. Jika tahi lalat menempel di bibir atas kanan, maka orang tersebut diramalkan memiliki banyak rezeki. Tahi lalat di bibir atas kiri, diramalkan punya banyak sahabat. Sedangkan tahi lalat di bibir bawah kanan, orang tersebut disegani. Tahi lalat di bawah bibir kiri, orang tersebut dianggap pandai bicara. Kalau ada yang percaya pada tahayul itu, semestinya dalam kondisi Indonesia yang carut-marut ini, yang dicari adalah calon presiden yang memiliki tahi lalat di leher sebelah kanan. Pemilik tahi lalat itu, disebut peramal, sebagai orang yang cerdas, jujur, dan berani menderita. Dan, jangan pilih yang memiliki tahi lalat di kelopak mata kiri bawah. Sebab, orangnya bodoh dan tidak bijaksana. Atau, tahi lalat di kelopak mata kanan bawah, orangnya pemalas. Tahi lalat, yang datangnya tidak diundang, sebenarnya adalah pembonceng. Dia tiba-tiba menempel di wajah, tangan, kaki, kepala, atau di mana saja. Sebagai pembonceng, tahi lalat bisa menempel berpuluh-puluh tahun, namun tiba-tiba bisa hilang tanpa permisi. Dalam ilmu kedokteran, tahi lalat ada yang baik dan ada pula yang berbahaya. Jika berwarna coklat kehitaman, biasanya tidak berbahaya. Dia bisa menjadi pemanis. Namun, jika benjolan tahi lalat yang semakin melebar, membesar, menebal, dan warnanya tidak merata, maka ada kemungkinan itu kanker kulit. Jenis ini dapat menjadi ganas (melanokarsinoma). Di Indonesia, kanker kulit termasuk 10 besar jenis kanker ganas. Jadi, tahi lalat tak selalu baik. Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
Yahoo! Groups Links
|
- RE: [UrangSunda] Kampanye tahi lalat Budhi Setiawan
- RE: [UrangSunda] Kampanye tahi lalat R. Duli Dimyati D.

