Punten teu di Sundakeun. Maklum keur lieur ku kabel...

-----Original Message----- 
From: Novie, Muhamad [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, June 29, 2004 3:35 PM 
Subject: FW: Nata de coco dan makanan/minuman ringan lainnya 

 

original message 


Saya baru tahu  kalau dari pupuk ZA (Zwavelzuur Amonia) (Belanda = Ammonium Sulphate) 
dapat untuk memproses nata de coco (padahal saya kerja di pabrik  pupuk ini sudah 
puluhan tahun). 

Ini cerita; kemarin, saya kebagian jaga stand di Agro & Food Expo di JCC. Persis di 
depan stand  perusahaan saya, adalah stand perusahaan minuman yang dikemas dalam gelas 
plastik: ada rasa orange, kopi, teh dan nata de coco. Selain jual minuman, dia juga 
jual bahan-bahan kimia, entah apa saja namanya, saya lupa, tapi salah satunya adalah 
pupuk ZA. 

Sebenarnya saya heran juga, apa korelasi minuman dengan bahan kimia tersebut ? 

Dapat dari  mana dia pupuk ZA, wong pabrik pupuk ZA satu-satunya di Indonesia hanya 
perusahaan tempat saya kerja. Ketika tahu di stand saya juga dipajang pupuk ZA, sang 
boss (cewek) mulai tanya2 kepada saya, bahkan sempat cerita rencana untuk mendirikan 
pabrik pupuk ZA. 

Sebagai seorang sales promotion yang baik (he..he..he..), tentu  saya berusaha 
mencegah semampu saya (baik secara teknis maupun ekonomis (he..he..he.. lagi, padahal 
asal cuap aja) agar dianya mengurungkan niat untuk mendirikan pabrik tersebut. Tujuan 
saya cuma satu: kamu enggak usah jadi pesaing saya, beli saja dari saya. (Bener nggak, 
?) 

Singkat cerita, setiap hari saya dapat jatah satu gelas gratis nata de coco yang 
memang paling saya suka. Demi "hubungan baik", ketika expo bubar, saya beli satu doz 
buat oleh-oleh anak saya di rumah. 

Nah, ini yang baru saya sadari: setelah itu minuman habis dikeroyok oleh ketiga anak 
saya, di malam harinya si bungsu mulai batuk2. Pagi harinya, suhu badannya meningkat, 
frekuensi batuk semakin sering disertai bunyi nafas yang grok-grok.

Ketika email ini saya buka, seorang teman yg juga membelikan oleh2 buat anaknya, saya 
tanya kemungkinan mengalami hal seperti anak saya. 
Jawabnya sama persis, si bungsunya (umurnya hampir sama dengan umur bungsu saya) juga 
mengalami hal yang sama. 


Be careful. 

Tahukah anda  bahwa: 

1.    Nata de coco merupakan hasil fermentasi air kelapa. Ini OK dan aman. 
     Namun ternyata para pembuat nata de coco mempercepat produksi dengan menambahkan 
pupuk ZA* yang sebenarnya tidak layak untuk  food production. 
      Perusahaan besar seperti Sari Coco, dlsb. yang dijual di pasar grosir, 
mengumpulkan produk dari pembuat nata de coco rumah tangga dan lalu mengemasnya 
menjadi menarik. 

2.    Siswa-siswa sebuah SMU swasta melakukan penelitian untuk mengukur kadar Vit. C 
dalam berbagai buah dan juga produk jadi berlabel   "Vitamin C". Tes dilakukan dengan 
endophenol yang dari biru akan berubah putih jika  ditetesi Vit. C alias asam 
karboksilat. 
Penemuan menunjukkan bahwa : 
*    jeruk impor lebih banyak Vit C dibandingkan jeruk lokal. 
*    Beberapa produk komersial seperti minuman kotak, botol dlsb ternyata memakai 
"sari rasa jeruk" dan hampir tidak ada Vit. C sama sekali. 
*    Produk bubuk "N....Sari" yang sangat terkenal, sedikit lebih canggih. Mereka  
menambahkan asam karboksilat yang diduga menaikkan jumlah Vit sebagai katalis C. 
Artinya memang akhirnya ada vit C tapi bukan asli Vit. C.  Jadi Vit C. aspal. 

3.    Es mambo. 
       Ini industri rumah tangga, bisa dari teh manis atau kacang hijau, santan 
pandan, gula jawa atau bahkan sirup. Banyak yang tidak memakai gula sama sekali, namun 
sebuah produk sweetener kimia yang banyak dijual. Saya lupa namanya, nama kasarnya 
biang gula. 

4.    Terasi berwarna merah karena diberi pewarna Rhodamin B yang seharusnya untuk 
tekstil. Rhodamin termasuk karsinogenik yang kuat dan hebatnya murah meriah. Tampaknya 
bukan ini saja, banyak pembuat limun, sirup, permen, sosis dan bahkan kemungkinan 
masakan kerang di warteg, juga merah mengandung zat ini. 

5.    Hampir semua produk mie kering mengandung formal dehyde ataw formalin. Ini juga 
sering dipakai pada pembuatan tahu, bakso, sosis dll. 

Poin 4 dan 5 saya ambil dari artikel KOMPAS. 

6.    Hampir semua pedagang goreng-gorengan (tempe, tahu, bakwan, pisang, dlsb) 
menggunakan minyak bekas dengan kadar cholesterol berlipat ganda. 
Kupikir paling aman beli di pagi hari karena mungkin mereka baru menggorengnya. 
Ternyata ada yg menyimpan kembali minyak kemaren sore dan menggunakannya di pagi hari. 
Sami mawon. Atau anda harus cari langganan dan meyakinkan benar bahwa setiap pagi 
selalu minyak baru. 


Catatan (*): 

Saya sempat crosscheck pada karyawan saya yang mempunyai usaha Nata de Coco bahwa 
betul dipakainya bahan campuran pupuk ZA (Zink Amonia) untuk mempercepat proses 
fermentasi, dengan takaran : 90 litre air @ 250 ml pupuk ZA. 

Demikian Semoga bermanfaat 

Sebarkan info kesehatan ini pada orang-orang disekitar anda.



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke