Patung Darma Suci Ada di Negeri Belanda? 
            KELUARGA besar Raja Prabu Darma Suci II alias Raja Talaga Manggung di 
Ds./Kec. Talaga Kab. Majalengka tengah berupaya mencari patung Talaga Manggung yang 
menurut kabar berada di Rijk Museum Amsterdam Belanda. Patung kuno terbuat dari 
perunggu dengan tinggi 40 cm, buatan abad XVII yang disimpan Ny. Masriah, sekira tahun 
1935 dan pernah dipinjam Residen VOC Cirebon.

            "Setelah Belanda pulang ke negerinya tahun 1942, patung yang dipinjam dari 
nenek saya itu, ternyata tak dikembalikan lagi sampai sekarang. Karena patung itu 
merupakan benda yang tak ternilai harganya, dengan sekuat tenaga kami mencarinya 
sampai mendapatkan patung itu lagi," tegas Raden Abung Sihabudin, Ketua Yayasan Museum 
Talaga Manggung Kec. Talaga.

            Upaya pencarian patung Darma Suci II dilakukan dengan berbagai cara. Kata 
Raden Abung, ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1945, Raden Natadipura (kakek 
Raden Abung) pernah menagihnya. Seorang Tentara Belanda bernama De Varjik di Surabaya 
berjanji akan mengembalikan patung tersebut dari negerinya. Karena pada saat itu 
situasi politik tidak menunjang, akhirnya pencarian patung Talaga Manggung terhenti.

            Pencarian terus diupayakan generasi pelanjutnya. Ketika H. Unang Sunarjo 
menjabat Residen Cirebon, dia pernah menjanjikan akan mencarikan patung itu bersama 
pejabat Dirjen Museum dan Benda Purbakala (Muskala) Departemen Pendidikan dan 
Kebudayaan. Namun sampai sekarang pencarian itu tak membuahkan hasil.

            Setelah Karesidenan Cirebon ditiadakan sejalan dengan diberlakukannya 
otonomi daerah, keluarga Prabu Talaga Manggung nyaris kehilangan arah. Para bupati dan 
wali kota se-eks Wilayah III Cirebon tak ada yang peduli lagi tentang barang pusaka 
yang amat berharga sebagai pembuktian sejarah Cirebon di masa lalu itu.

            "Mudah-mudahan seandainya rempugan keluarga sepakat untuk menyediakan dana 
banyak, apa pun risikonya kami nekat untuk mengambil patung leluhur ke negeri 
Belanda," kata Raden Abung Sihabudin.

            Bila diadakan acara ritual "Nyiramkeun Patung" yang dilakukan setahun 
sekali pada Senin akhir bulan Safar, semua keluarga keturunan Prabu Darma Suci II yang 
tersebar di mana-mana berkumpul di Talaga. Semua keluarga diwajibkan untuk menghitung 
semua barang pusaka yang di-siramkeun itu. Bila ada yang hilang maka Raden Abung 
selaku ketua yayasan yang bertangung jawab.

            Ketika memerintah sebagai raja di Talaga Manggung tahun 1580 M, Prabu 
Darma Suci II pernah mewasiatkan semua barang milik keraton kepada anak cucunya untuk 
diamankan hingga akhir zaman. Kerajaan Talaga Manggung sirna menghilang setelah 
terjadi dikudeta menantunya Raden Palembang Gunung.

            Sejak menghilangnya keraton kebesaran di akhir abad XVI itu, semua benda 
bersejarah seperti patung Darma Suci, dua patung putra putrinya bernama patung Eyang 
Simarkancana dan Raden Pangluruh diamankan oleh generasi penerusnya yang mendapat 
amanah dari leluhurnya itu. Bekas keraton itu menjelma menjadi sebuah situ yang 
sekarang bernama Situ Sangiang,

            Bukan hanya ketiga patung yang terbuat dari perunggu, sejumlah benda 
bersejarah lainnya diamankan juga. Seperti baju kerajaan, peralatan perang, alat 
kesenian, buku sejarah, benda-benda sisa-sisa keraton Talaga Manggung yang sampai 
sekarang masih terawat, meski sebagian sudah ada yang hilang dan rusak termakan usia.

            Sejak 1820 semua barang pusaka warisan Kerajaan Talaga Manggung diamankan 
oleh Pangeran Sumanagara di Talaga yang merupakan keturunan Talaga Manggung ke-9. Pada 
waktu itu sejumlah barang pusaka sangat dijaga baik-baik jangan sampai hilang. Namun 
setelah ganti tangan, para pemegang amanat itu teledor sehinga tak sedikit 
barang-barang pusaka yang hilang, termasuk patung Raden Darma Suci yang sangat 
dilestarikan sekarang berada di negeri Belanda.

            "Yang memprihatinkan lagi sebagian barang pusaka pun ada yang hilang. 
Karena itu saya selaku keluarga Darma Suci II meminta Raden Abung agar bertanggung 
jawab merawat semua benda-benda warisan leluhur kami. Bila teledor jangan tanya," kata 
Ny. Eep (82 ) kakak tertua Raden Abung Sihabudin.

            Setahun sekali tepatnya pada Senin akhir Safar, dilakukan upacara sakral 
Ngamandikeun Patung. Semua keluarga besar berkumpul di Talaga sambil ikut mendata 
semua barang pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung yang sekarang disimpan di 
Museum Talaga Manggung Kec. Talaga.

            Berbagai jenis benda pusaka yang disimpan di Museum Talaga Manggung di 
antaranya sebuah meriam perunggu, puluhan keris, gong renteng, baju kerajaan Talaga 
Manggung, meja kuno, alat perkakas kerajaan, dan lain-lain. Sambil bersilaturahmi 
anggota keluarga yang tersebar di mana-mana meminta Raden Abung agar dengan segera 
mendapatkan patung Darma Suci II. "Upacara ngamandikeun patung merupakan reuni bagi 
keluarga kami. Namun karena patung pusaka Darma Suci II itu hilang, kami sering 
menangis. Sieun laleungitan deui. Khawatir kami dan anak cucu nantinya kualat, karena 
tak mampu mendapatkan patung wasiat itu," keluh Ny. Eep sambil meneteskan air matanya.

            Selain sibuk mengurus administrasi kepergian ke negeri Belanda, Raden 
Abung tengah meminta Pemkab Majalengka untuk mengucurkan dana perawatan Museum Talaga 
Maggung. Bangunan museum bantuan Pemkab Majalengka tahun 1995 itu cukup 
memprihatinkan. Pagar pengaman rusak, halaman kotor penuh rumput alang-alang, sebagian 
bangunan rusak berat. Bila hal itu dibiarkan, khawatir benda-benda sejarah yang ada di 
dalam museum dicuri orang. 

            Abung mengaku, agar benda-benda sejarah warisan leluhur aman hingga akhir 
zaman, kedua patung putra Prabu Darma Suci yaitu patung Raden Pangluruh dan 
Simarkancana disimpan di sebuah koper dan diamankan di sebuah lemari. Sementara 
sejumlah barang pusaka peninggalan keraton tempo dulu diamankan di bangunan Museum 
Talaga Mangung tak jauh dari rumahnya. Keamanan museum telah dipercayakan kepada Mang 
Udin sebagai juru kunci.

            Menyinggung kapan Abung akan pergi ke negeri Kincir Angin, ia belum 
menentukan tanggal dan harinya. Dia mengaku bersama keluarga, sibuk membereskan 
persyaratan ke berbagai instansi berwenang. Seperti ke Departemen Diknas RI, Kedutaan 
Besar Belanda di Jakarta dan instansi berwenang lainnya.(H.Undang Sunaryo/MD)***
           
           
      SUPLEMEN
           

           
           
            IKLAN
           
           

           
           
     
      



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke