Wargi KUSNET sadayana, Kantos sim kuring ge maos berita ngeunaan karya Pak Deni Suwarja sareng para siswana. Ieu nu janten harepan dunia pendidikan teh. Anjeuna tos janten conto nu sae pisan pikeun tuntunan kanggo wargi- wargi guru nu sanes. Kreatif, Progresif, .... nembongkeun ka balarea yen siswa tur guru teh tiasa janten "ilmuwan" tur "pemikir". Student, science educator as thinker and scientist. Pak Deni parantos ngabuktoskeun. Bingah pisan kuring mah nguping na ge. Pasualan klasik ngeunaan Mang Dana & Bi Aya, oge kelembagaan diknas (dengan segala kendala dan keterbatasannya) mugi teu janten panghalang pikeun kamajengan para guru tur siswana. Boa-boa sanes di Garut wungkul, di wilayah sanes oge seueur para guru nu kreatif mung teu acan kapendak ku publik. Para guru nu tos berhasil mendakan metode nu pas kanggo ngajarkeun hiji topik ka siswana, teu benten sareng ilmuwan nu tos berhasil mendak hiji formula. Aranjeuna teh para discoverer (penemu, naon basa sundana nya)pikeun reformasi pembelajaran masa depan. Urang duakeun bae ku sadayana pamugi para sponsor nu kagungan perhatosan kana dunya pendidikan sains rabul maparin pangrojong & pangjurung, boh moril, komo deui materil.
Ngiring bingah Wilujeng ka para pendidik di Garut. Ely Djulia --- In [EMAIL PROTECTED], Ahmad Junaedi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Prestasi anu pika-reueuseun ti tatar Sunda. Mungkin masih kulawargina kang mh? > punten teu di-sunda-keun > > SUARA PEMBARUAN DAILY > -------------------------------------------------------------------- - > ----------- > > Para Siswa SMP pun Mampu Mendeteksi Pencemaran > > AFP > > Pencemaran di perairan bisa mengakibatkan ikan-ikan mati. Pencemaran > umumnya karena bahan kimia. > > DENGAN jaring ikan sederhana, baki, kaca pembesar dan mewawancarai > langsung penduduk di sekitar hulu dan hilir Sungai Cipacing, Garut, > para siswa SMP 1 Cibatu, Garut, Jawa Barat, dapat menarik kesimpulan > bahwa telah terjadi pencemaran di sungai itu. > > Fenomena itu bahkan sepanjang hulu dan hilir yang berarti semakin > padat penduduk semakin banyak ditemui adanya sampah, baik itu sampah > plastik maupun sampah detergen. Hal lainnya, keragaman hayati > semakin berkurang bila dibandingkan di hulu sungai. > > Penentuan adanya pencemaran di Sungai Cipacing, Garut itu tidak > serumit pencemaran di Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara. Meski > sudah terbukti biota laut seperti ikan mengalami benjol-benjol, > masyarakat sekitar mengalami benjol di berbagai bagian tubuh, > malahan yang terbaru, kadar darah mengandung merkuri di atas ambang > batas dan pemerintah masih belum mengakui telah terjadi pencemaran. > > Padahal, menilik hasil penelitian siswa SMP 1 Cibatu, Garut yang > sederhana, dapat diketahui dan didetksi apakah ada pencemaran atau > tidak. Hasil kerja mereka pun bukan berarti tidak layak dipercaya. > Buktinya, para siswa tersebut diundang untuk mempresentasikan hasil > penelitiannya di Aleksandria, Mesir, 11-15 September mendatang dalam > pertemuan tahunan Global Evironment for Youth Conference (GYEC). > > Penelitian para siswa SMP itu dianggap berhasil memadukan ilmu > pengetahuan dengan lingkungan sekitar. Penelitian semacam itu > dianggap berhasil mengembangkan sikap kepedulian siswa terhadap > lingkungan, sekaligus memahami ilmu pengetahuan. Sayangnya, > kesuksesan mereka masih belum dapat ditunjukkan pada dunia > internasional. Kendalanya, apalagi kalau bukan dana. "Kami tidak > mempunyai dana untuk memberangkatkan empat siswa itu ke > Aleksandria," kata Deny Suwarja, guru Biologi di SMP 1 Cibatu yang > juga membimbing para siswa dalam melakukan penelitian. > > Sejak bulan September 2003, Deny melakukan Science Beyond the > Classroom (SBC) yang membimbing para siswa melakukan penelitian > lingkungan di lingkungan sekitar. SBC ini, merupakan kolaborasi Deny > dengan Chona L Maderal, pengajar Makati Science High School, > Filipina. Selain mendapat kesempatan tampil di ajang GEYC, SBC yang > dilakukan membuat Deny Suwarja berhak mempresentasikan metode > pengajaran sains itu di Asia Europe Classroom International > Conference (AECIC) yang berlangsung di Jerman, September mendatang. > > Nasib Deny boleh dikatakan lebih beruntung. Dengan bantuan LIPI, dia > berhasil mendapat bantauan dari dua pengusaha, Ahmad Kalla dan J > Ghopald untuk membeli tiket ke Jerman. Kedua pengusaha itu > memberikan US$1.250 bagi perjalanan Deny ke Jerman. > > > Langsung ke Lapangan > > Sebelum melakukan SBC, metode pengajaran sains dengan terjun > langsung ke lapangan sudah dilakukan Deny sejak tahun 2000. Metode > itu dia pilih setelah selama mengajar biologi dia merasa tidak > mendapat kepuasan. "Saya tidak puas dengan suasana kelas yang kering > dan siswa tidak antusias menerima pelajaran. Sejak tahun 2000, > metode mengajar saya ubah. Anak-anak saya ajak langsung ke > lapangan," tuturnya. > > Mereka diajarkan melihat langsung yang namanya tumbuhan biji > terbuka, tumbuhan biji tertutup dan apa saja ciri-ciri tumbuhan > itu. "Dengan cara seperti itu siswa lebih dapat memahami sains dan > lebih peduli lingkungan," katanya. > > Setelah itu para siswa bebas mengumpulkan informasi dari mana saja > untuk memperkaya pengetahuan. Dapat dikatakan, metode mengajar yang > dilakukan Deny merupakan langkah maju dalam melakukan proses > pembelajaran. Metode seperti itu akan dilakukan pemerintah melalui > perubahan kurikulum yang belum jelas kapan dilaksanakan. > > Sementara Deny telah melakukan hal tersebut bertahun-tahun yang lalu > dan dia mendapat respons yang positif dari para siswa, akhirnya pada > tahun 2003 dalam pertemuan AECIC di Bogor, proposal itu disetujui > untuk dipresentasikan pada pertemuan tahun 2004. Proyek yang dia > kerjakan, dimulai sejak September 2003 hingga Juni 2004. Dia segera > menjaring para siswa yang berminat melakukan penelitian dan > mempunyai concern di bidang lingkungan. Hasilnya, 20 siswa kelas II > dan III tergabung di SBC. > > Sepanjang September 2003 hingga Februari 2004, setiap akhir pekan > Deny mengajak para siswa ke Sungai Cipacing untuk melakukan > observasi. Selain itu dia juga rutin mengajak para siswa ke warung > internet (warnet). Dengan begitu para siswa dapat menggali informasi > sebanyak-banyaknya juga berhubungan dengan para siswa dari berbagai > negara. > > Mereka juga membuat website yang berisi hasil-hasil penelitian yang > sudah dilakukan. Mereka berada di warnet biasanya 3-4 jam. Warnet > yang mempunyai 4 komputer itu digunakan secara bergantian. > > Mengingat minimnya dana, seringkali Deny harus membiayai sendiri > biaya warnet itu. Untungnya, beberapa teman bersimpati ikut > memberikan bantuan. "Lebih dari 80 proposal sudah saya sebarkan > untuk meminta bantuan. Tetapi tidak ada yang berhasil," katanya. > > Kerja keras Deny akhirnya membuahkan hasil pada Maret 2004. > Universitas Terbuka bersedia membantu 4 unit komputer dan Kandatel > Garut setuju memasang kabel internet di SMP 1 Cibatu. Dengan begitu, > setiap minggu dia tidak perlu lagi membawa para siswanya ke warnet. > > Meski dana serba terbatas, Deny mengaku enggan untuk datang ke dinas > pendidikan, baik kabupaten, kota maupun pemerintah pusat. > > "Saya khawatir kalau program saya dijadikan proyek. Nanti saya harus > tanda tangan kuitansi kosong. Teman saya di Jawa Timur pernah > mengalami kejadian seperti itu. Makanya saya memilih lebih baik > menggunakan dana seadanya, dan saya yakin Tuhan itu pemurah," > katanya yakin. > > Doa Deny terkabulkan. Akhirnya dia dapat menginjakkan kaki ke Eropa > September mendatang. "Doakan saja ada donatur yang mau membiayai > anak-anak ke Aleksandria," ujar Deny penuh harap. > > > - PEMBARUAN/ALFI SYAKILA > > > > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70 http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

