|
Punteun kali ieu simkuring teu migunakeun basa
Sunda, khawatir Ikmi ti Korea henteu ngertos basa Sunda.
Heboh dan merasa cemas terhadap maksiat berarti
kita peduli, diam berarti membiarkan alias mengizinkan. Sebagai
penganut Islam tidak afdol, bila tidak turun memerangi perbuatan
maksiat, kedholiman, dan tindakan buruk lainnya.
Heboh, karena film itu ter-publish, sedang
perbuatan zina dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tertutup rapat. Kalau ada
orang berzina di pinggir jalan secara terbuka, kita juga pasti heboh.
Mungkin Ikmi sudah lama tinggal di Korea sehingga
tidak merasakan lagi hiruk-pikuk kebejatan moral di Indonesia. Mulai dari
korupsi, berzina, dan perbuatan haram lainnya. Sangat mencemaskan. Mau
menyelesaikan persoalan dari mana ujung mana? Belum jelas. Jadi masih
sebisa-bisa kami sebagai urang Sunda.
Sekadar tahu saja, orang pacaran sekarang tidak
pergi ke bioskop-bioskop seperti dulu sebagaimana digambarkan dalam
Majalah Sunda Cupumanik edisi 12 (artikel soal bioskop), tetapi sekarang
banyak orang pacaran langsung menuju hotel.
Apa yang terjadi di kamar hotel? Hanya pelakunya
dan Tuhanlah yang tahu. Apa kita harus mendobrak pintu hotel untuk
menjewer telinga para pezina?
Di Indonesia belum seperti di Malaysia dan
Pakistan. Di Malaysia tiap panti pijat (di dalamnya mungkin ada prostitusi)
terdapat tulisan "Muslim dilarang masuk". Sedang di Islamabad (Pakistan)
jika kita menginap di hotel akan ditanya status hubungan dengan lawan
jenis yang diajak menginap. Dan, kalau pesan bir atau minuman
beralkohol, tamu harus mengisi formulir yang mempertanyakan agama yang dianut.
Bila tamu yang memesan beragama Islam, tidak akan dilayani.
Sedang di Indonesia, tidak ada larangan seperti di
Malaysia. Di Indonesia pelacurnya juga mengaku memeluk agama Islam.
Penyelesaian sebagian persoalan di Indonesia
masih dalam tahap wacana. Jadi dengan protes lewat milist pun sudah
termasuk upaya memerangi maksiat. Itu lebih baik daripada berpangku
tangan.
Terima kasih
NAS
=========
----- Original Message -----
Sent: Friday, August 13, 2004 5:55
PM
Subject: [Urang Sunda] heboh...
Heboh...
Kinkin
Mirajul Muttaqien
Belakangan
ini kita dikejutkan pada beberapa peristiwa yang seakan membuat bulu kuduk ini
merinding. Bukan karena kita menemui hantu disiang hari atau melihat wujud jin
di hadapan kita, akan tetapi melihat dan mendengar berita yang saat ini sedang
hangat di tanah air. Belum lama kita mendengar kasus pembunuhan seorang bayi
yang baru lahir akibat hubungan gelap sepasang pelajar MAN di Sukabumi. Selang
beberapa bulan, kembali kita dikejutkan oleh meninggalnya Amanda, seorang
mahasiswi trisakti yang kemudian diketahui ia meninggal karena motif
pembunuhan yang dilakukan pacarnya.
Sang
pacar tega membunuh Amanda karena setelah beberapa kali melakukan hubungan
suami istri di luar nikah, akhirnya Amanda hamil dan minta pertanggungjawaban
sang pacar. Inilah motif yang mengakibatkan Amanda meninggal di dalam sebuah
mobil setelah sebelumnya mulutnya dibekap oleh sang pacarsampai kehabisan
nafas.
Sepertinya
kondisi seperti ini terus berlanjut, kebebasan dalam segala hal mulai
merambah. Tak peduli bila semua itu bisa mengakibatkan rusaknya moral kaum
muda-mudi di negeri kita. Sebuah film remaja yang berjudul "BURUAN
CIUM GUE"
seakan memperpanjang kerusakan moral bangsa. Film yang akan segera di putar di
beberapa bioslop ibu kota ini mengundang kontrofersi, bahkan masyarakat begitu
heboh ketika mendengar judul film ini.
Aneh...
memang sungguh aneh, semestinya kita tak perlu seheboh ini. Padahal kondisi
ini sudah berlangsung sejak lama. Apakah kita masih ingat kejadian "BANDUNG
LAUTAN ASMARA", jadi semestinya jika kita memang merasa perlu untuk
menghentikan semua itu, bukan sekarang ini kita baru bersuara. Kita mestinya
dari dulu menyadari hal ini dan seharusnya kita menyikapi semua ini dengan
tegas, tidak dengan setengah hati yang akhirnya membuat para pelaku ZINA tidak
merasa jera.
Tulisan
ini bukan berarti hendak membela Produser dan sutradara apalagi para pelaku
ZINA, akan tetapi sesungguhnya bangsa kita ini terlalu banyak pura-pura. Kita
secepat itu menyikapi munculnya film "BURUAN CIUM GUE", padahal para pelaku
perZINA-an tersebar di setiap pelosok kota, akan tetapi apa sikap kita, kita
hanya bisa diam menyaksikan hal itu.
Teringat
apa yang disampaikan Aa Gym saat berkunjung ke Korea Selatan beberapa hari
yang lalu (10 Agustus 2004),: "Bangsa Indonesia adalah bangsa penuh masalah",
memang benar dan kenyataan apa yang dikatakannya. Oleh sebab itu selama bangsa
ini tidak mau menyadari hal ini maka kita akan tetap seperti ini. Dan katanya
lagi: "Kita gak usah cemas dengan Indonesia, sebab Indonesia baru tahu sampai
di situ"...
Pertanyaannya
sekarang, benarkah kita gak perlu cemas dengan Indonesia? kalau memang kita
gak perlu cemas kenapa Aa Gym sendiri mencemaskan Indonesia? Sebagai seorang
yang diberi ilmu yang sangat sedikit saya jadi bingung, kita gak boleh cemas
dengan Indonesia, akan tetapi yang menganjurkan hal itu malah cemas dengan
Indonesia...
Ach...
yang jelas saat ini, mari kita membenahi diri untuk menanam nilai-nilai
kebaikan dalam hidup ini. Kalau memang kita cemas dan khawatir dengan kondisi
moral bangsa ini, segeralah kita perbaiki moral kita. Dan so... pasti kita
hindari ZINA, kalau memang dah mampu lebih baik secepatnya nikah, karena nikah
adalah solusi terbaik dalam Islam dan sangat dianjurjan bagi kita yang memang
sudah mampu (Q.S. 4:1)
rantau
nan gersang: Korea, 13 Agustus 2004 (7:46 PM)
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
Do you Yahoo!? New
and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
Komunitas Urang
Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|