Hatur Nuhun Kang Nas...
leres pisan tos janteun kawajiban kangge urang salaku ummat Islam pikeun negakkeun amar ma'ruf nahyi munkar sakumaha kaunggeul dina al-qur'an (Q.S. 3: 104), pami teu leupat (anatapi Q.S. 3: 103, Kitu), mangga we urang uningaan sasareungan bilih keupat.
 
justru eta pisan naha nembe ayeuna urang heboh ku hal sapertos kitu, padahal saur akang ku anjeun nagara urang teh parantos bejad akhlakna, ku KKN mah, Pelacuran mah, Zina mah ngan .... sacara susulumputan.
 
tapi pikeun urang salaku ummat Islam, sanes perkara nyumput atawa bruk brak, tapi pami tea mah urang terang kana kaayaan kitu naha urang leupas kawajiban tina amar ma'ruf nahi munkar?
 
janteun justru ieu tulisan teh mangrupi protes tinu bodo, naha beut kudu heboh padahal maksiat di nagara urang teh ti baheula lain karek ayeuna... sanes kitu kang...? punteuh ach, da ieu mah namina ge tuker pikiran.
 
kiwari kuring aya di Korea, tah salah sawios upaya dakwahna maka kuring ilubiung dina organisasi IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia)... Sok sanaos mung ukur ka urang Indonesia sasaranna, da puguh ka urang nagara ginseng mah seeur hambatanna, dina mimiti bahasa sareng sajabina, tah kukituna kuring sareng sadaya rerencangan di IKMI ngutamakeun dakwah teh keur urang Indonesia, da geuning urang Indonesia ge loba keneh nu sok ngadon kababawa ku adat jeung kabiasaan urang Koreakk...
 
mangga ach, cag dugi kadieu heula, keun sanes waktos urang sambung deui....
MERDEKA......

[EMAIL PROTECTED] wrote:
Punteun kali ieu simkuring teu migunakeun basa Sunda, khawatir Ikmi ti Korea henteu ngertos basa Sunda.
 
Heboh dan merasa cemas terhadap maksiat berarti kita peduli, diam berarti membiarkan alias mengizinkan. Sebagai penganut Islam tidak afdol, bila tidak turun memerangi perbuatan maksiat, kedholiman, dan tindakan buruk lainnya.
 
Heboh, karena film itu ter-publish, sedang perbuatan zina dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tertutup rapat. Kalau ada orang berzina di pinggir  jalan secara terbuka, kita juga pasti heboh.
 
Mungkin Ikmi sudah lama tinggal di Korea sehingga tidak merasakan lagi hiruk-pikuk kebejatan moral di Indonesia. Mulai dari korupsi, berzina, dan perbuatan haram lainnya. Sangat mencemaskan. Mau menyelesaikan persoalan dari mana ujung mana? Belum jelas. Jadi masih sebisa-bisa kami sebagai urang Sunda.
Sekadar tahu saja, orang pacaran sekarang tidak pergi ke bioskop-bioskop seperti dulu sebagaimana  digambarkan dalam Majalah Sunda Cupumanik edisi 12 (artikel soal bioskop), tetapi sekarang banyak orang pacaran langsung menuju hotel.
Apa yang terjadi di kamar hotel? Hanya pelakunya dan Tuhanlah yang tahu. Apa kita harus mendobrak pintu hotel untuk menjewer telinga para pezina?
 
Di Indonesia belum seperti di Malaysia dan Pakistan. Di Malaysia tiap panti pijat (di dalamnya mungkin ada prostitusi) terdapat tulisan "Muslim dilarang masuk". Sedang di Islamabad (Pakistan)  jika kita menginap di hotel akan ditanya status hubungan dengan lawan jenis yang diajak menginap. Dan, kalau pesan bir atau  minuman beralkohol, tamu harus mengisi formulir yang mempertanyakan agama yang dianut. Bila tamu yang memesan beragama Islam, tidak akan dilayani.
 
Sedang di Indonesia, tidak ada larangan seperti di Malaysia. Di Indonesia pelacurnya juga mengaku memeluk agama Islam.
Penyelesaian sebagian persoalan di Indonesia  masih dalam tahap wacana. Jadi dengan protes lewat milist pun sudah termasuk upaya memerangi maksiat. Itu lebih baik daripada berpangku tangan.
 
Terima kasih
 
NAS
========= 
 
 
 
----- Original Message -----
From: ikmi Korea
Sent: Friday, August 13, 2004 5:55 PM
Subject: [Urang Sunda] heboh...

 


Heboh...

Kinkin Mirajul Muttaqien


Belakangan ini kita dikejutkan pada beberapa peristiwa yang seakan membuat bulu kuduk ini merinding. Bukan karena kita menemui hantu disiang hari atau melihat wujud jin di hadapan kita, akan tetapi melihat dan mendengar berita yang saat ini sedang hangat di tanah air. Belum lama kita mendengar kasus pembunuhan seorang bayi yang baru lahir akibat hubungan gelap sepasang pelajar MAN di Sukabumi. Selang beberapa bulan, kembali kita dikejutkan oleh meninggalnya Amanda, seorang mahasiswi trisakti yang kemudian diketahui ia meninggal karena motif pembunuhan yang dilakukan pacarnya.


Sang pacar tega membunuh Amanda karena setelah beberapa kali melakukan hubungan suami istri di luar nikah, akhirnya Amanda hamil dan minta pertanggungjawaban sang pacar. Inilah motif yang mengakibatkan Amanda meninggal di dalam sebuah mobil setelah sebelumnya mulutnya dibekap oleh sang pacarsampai kehabisan nafas.


Sepertinya kondisi seperti ini terus berlanjut, kebebasan dalam segala hal mulai merambah. Tak peduli bila semua itu bisa mengakibatkan rusaknya moral kaum muda-mudi di negeri kita. Sebuah film remaja yang berjudul "BURUAN CIUM GUE" seakan memperpanjang kerusakan moral bangsa. Film yang akan segera di putar di beberapa bioslop ibu kota ini mengundang kontrofersi, bahkan masyarakat begitu heboh ketika mendengar judul film ini.


Aneh... memang sungguh aneh, semestinya kita tak perlu seheboh ini. Padahal kondisi ini sudah berlangsung sejak lama. Apakah kita masih ingat kejadian "BANDUNG LAUTAN ASMARA", jadi semestinya jika kita memang merasa perlu untuk menghentikan semua itu, bukan sekarang ini kita baru bersuara. Kita mestinya dari dulu menyadari hal ini dan seharusnya kita menyikapi semua ini dengan tegas, tidak dengan setengah hati yang akhirnya membuat para pelaku ZINA tidak merasa jera.


Tulisan ini bukan berarti hendak membela Produser dan sutradara apalagi para pelaku ZINA, akan tetapi sesungguhnya bangsa kita ini terlalu banyak pura-pura. Kita secepat itu menyikapi munculnya film "BURUAN CIUM GUE", padahal para pelaku perZINA-an tersebar di setiap pelosok kota, akan tetapi apa sikap kita, kita hanya bisa diam menyaksikan hal itu.


Teringat apa yang disampaikan Aa Gym saat berkunjung ke Korea Selatan beberapa hari yang lalu (10 Agustus 2004),: "Bangsa Indonesia adalah bangsa penuh masalah", memang benar dan kenyataan apa yang dikatakannya. Oleh sebab itu selama bangsa ini tidak mau menyadari hal ini maka kita akan tetap seperti ini. Dan katanya lagi: "Kita gak usah cemas dengan Indonesia, sebab Indonesia baru tahu sampai di situ"...


Pertanyaannya sekarang, benarkah kita gak perlu cemas dengan Indonesia? kalau memang kita gak perlu cemas kenapa Aa Gym sendiri mencemaskan Indonesia? Sebagai seorang yang diberi ilmu yang sangat sedikit saya jadi bingung, kita gak boleh cemas dengan Indonesia, akan tetapi yang menganjurkan hal itu malah cemas dengan Indonesia...


Ach... yang jelas saat ini, mari kita membenahi diri untuk menanam nilai-nilai kebaikan dalam hidup ini. Kalau memang kita cemas dan khawatir dengan kondisi moral bangsa ini, segeralah kita perbaiki moral kita. Dan so... pasti kita hindari ZINA, kalau memang dah mampu lebih baik secepatnya nikah, karena nikah adalah solusi terbaik dalam Islam dan sangat dianjurjan bagi kita yang memang sudah mampu (Q.S. 4:1)


rantau nan gersang: Korea, 13 Agustus 2004 (7:46 PM)

[EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED]

 






Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id





Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail is new and improved - Check it out!

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke