Penyebaran agama karesten di Cigugur, Kuningan teu leupas tina ayana aliran kepercayaan di eta wewengkon, nu ngakuna agama sunda padahal mah agama sunda tos punah ti saprak pajajaran runtag, tadi na mah urang cigugur, kuningan teh Islam sateuacan aliran kepercayaan ieu aya, aliran kepercayaan ieu nganggep yen agama islam teh agamana urang arab, nanging anehna agama karesten teu dianggap agamana urang eropa....? ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, August 24, 2004 9:04 PM Subject: Re: [Urang Sunda] Gerakan Pemurtadan Pasundan
> Di Cigugur, Kuningan anu geus diklaim ku inohong setempat sebagai pusat > peradaban Sunda, bahasa Sunda tos dipakai acara resmi gereja. Acarana > ditayangkan ku TV. > > nas > ---------- > > ----- Original Message ----- > From: "Gunawan Yusuf" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <Undisclosed-Recipient:;> > Sent: Sunday, January 19, 2003 10:00 AM > Subject: [Urang Sunda] Gerakan Pemurtadan Pasundan > > > > > > ----- > > > Hancurkan Gerakan Pemurtadan Pasundan > > > > > > Pemurtadan sudah berjalan sejak masa kolonial Belanda. Berdirinya gereja > > di perbatasan kota di Jawa Barat berfungsi untuk memotong jalinan ukhuwah > > umat Islam Pasundan. Benarkah? > > > > > > Jika suatu waktu Anda berkunjung kepesosok tanah Sunda, Jawa Barat, Anda > > akan melihat cahaya Islam memancar dari masyarakatnya. Jika waktunya tiba, > > dengan mengenakan kerudung sambil menenteng al-Qur'an, orang dewasa dan > > anak-anak perempuan Sunda berbondong-bondong menuju langgar-langgar atau > > mushallah-mushallah untuk menegakkan shalat sambil mengaji al-Qur'an. > > Meskipun masih relatif kecil, namun mereka telah fasih membaca bait-bait > > ayat al-Qur'an. > > > > > > Demikian pula dengan para lelakinya. Dengan memakai sarung dan peci, > > mereka pun berduyun-duyun menuju langgar untuk menunaikan kewajiban shalat > > sambil dengan sabar dan tekun menyimak serta mendengar uraian pelajaran > > Islam dari para guru ngaji. > > > Tak hanya saat shalat, cahaya Islam pun nampak dalam kehidupan mereka > > sehari-hari. Prinsip ukhuwah Islamiyah telah mereka jalankan sejak ratusan > > tahun silam. Misalnya, jika ada salah seorang dari tetangganya mengalami > > musibah, maka tanpa harus diperintah, kaum Muslimin lainnya > 'berlomba-lomba' > > memberikan bantuannya. > > > > > > Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika tanah Pasundan sering dijuluki > > sebagai Serambi Makkahnya Jawa. Itu disebabkan nilai-nilai Islam telah > > melekat dalam diri masyarakat Sunda dalam kurun waktu yang lama. Ibarat > > darah yang mengalir dalam tubuh, Islam tidak bisa dipisahkan dari > masyarakat > > Parahyangan. Islam telah mendarah daging sekaligus menjadi spirit > perjuangan > > masyarakat Sunda. > > > Namun, cahaya Islam yang telah menerangi masyarakat Sunda sejak ratusan > > tahun lalu itu, kini dihalangi oleh gerakan pemurtadan. Kristenisasi yang > > dijalankan secara sistemik, terencana dan terukur ini telah berubah wujud > > menjadi dracula dan hantu yang setiap saat siap memangsa kaum Muslimin > > Sunda. > > > Hasilnya, tak bisa dianggap enteng atau hanya dipandang sebelelah mata. > > Dengan gerakan kristenisasi yang gencar, tak sedikit masyarakat Sunda yang > > akidahnya goyang, kemudian pindah keyakinan alias murtad. Bahkan ada juga > di > > antara mereka yang selanjutnya aktif sebagai penginjil. > > > Dalam perkembangannya, gerakan penginjilan ini tidak hanya menggerogoti > > akidah masyarakat Sunda, namun juga menjauhkan mereka dari Islam yang > telah > > menjadi keyakinan para leluhurnya. Dengan memakai berbagai cara atau > modus, > > mereka menjadikan Tanah Pasundan sebagai ladang subur pemurtadan. > > > Tengok saja pemurtadan yang terjadi di Desa Gugunungan, Cisewu, Garut > > Selatan. Dari informasi yang diterima SABILI, mahasiswa dari sejumlah > > universitas Kristen, seperti Universitas Kristen Maranatha sering > > membagi-bagikan bantuan, berupa makanan dan uang kepada masyarakat. > > > > > > Hasilnya, sudah ada sebelas Kepala Keluarga (KK) yang menjadi murtad. > > Salah seorang murtadin, yang dulunya pernah mendapat bantuan uang tiga > juta > > rupiah, Solihin, dikabarkan gencar melakukan pemurtadan ke masyarakat > dengan > > mengiming-iming bantuan jika masyarakat mau masuk Kristen. > > > Tak lama setelah berhasil memurtadkan sebelas KK, berdiri pula sebuah > > gereja di tengah-tengah masyarakat. Namun, dibantu Ikatan Pemuda dan > > Mahasiswa Masjid (IMAJID) dan Ustadz Totoh Abdul Fatah, antara tahun > > 1997-2000 situasinya berbalik. Sepuluh KK yang tadinya murtad berhasil > > ditarik ke dalam Islam. Bahkan, karena emosi warga sudah tak terkendali, > > akhirnya gereja tersebut dirobohkan warga. > > > Meski mendapat perlawanan dari warga, usaha kristenisasi terus saja > > berjalan. Setelah IMAJID jarang ke sana, mereka berhasil memurtadkan > kembali > > sedikitnya tujuh KK. Bahkan, empat bulan lalu muncul kembali Gereja > Pasundan > > yang didirikan dekat rumah Solihin. "Padahal, dulu mereka sudah berjanji > > tidak akan mendirikan gereja kembali di sana," kata Ketua Divisi Anti > > Pemurtadan FUUI Erwin Mustofa. > > > Masih di Garut. Jika terhadap masyarakat di Desa Gugunungan Cisewu > mereka > > mengiming-imingi uang dan makanan, lain lagi kepada para tukang becak. > > Klinik Bethesda di Garut menjalankan pemurtadan melalui pengobatan gratis. > > Hal ini menimpa salah seorang tukang becak yang sering mangkal di depan > > rumah sakit Kristen tersebut. > > > > > > Menurut cerita salah seorang temannya, setelah pihak rumah sakit > > membebaskan seluruh biaya rumah sakit salah seorang anggota keluarganya > > tersebut, tukang becak yang semula rajin ke masjid ini tak datang-datang > > lagi ke masjid. Ia dan keluarganya mempunyai kegiatan baru, yakni > mengikuti > > kebaktian di gereja. > > > Setelah kasus tersebut, anehnya hampir seluruh becak yang mangkal di > depan > > Klinik Bethesda tersebut dipasangi simbol Bethesda. Maka spontan saja > muncul > > dugaan bahwa ratusan tukang becak telah dimurtadkan pihak Klinik Bethesda. > > Meskipun kemudian pihak klinik membantah keras tudingan miring tersebut. > > > > > > Tak hanya bagi-bagi uang dan pengobatan gratis, pihak gereja juga gencar > > membeli tanah penduduk untuk memperlancar misi pemurtadannya. Setelah > > mendapatkannya, mereka segera membangunnya, kemudian memakainya untuk > > kebaktian. "Pernah ketika kami shalat suara piano bernyanyi dengan > kencang," > > aku Akun Rukendar, tokoh agama Garut. > > > Gerakan pemurtadan di Bandung tak kalah serunya. Pusat pemurtadan di > > Bandung terjadi di beberapa titik. Di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung > > misalnya, modus pemurtadan dilakukan melalui sistem rentenir atau berkedok > > Koperasi Simpan Pinjam (Kosipa). Masyarakat diberi pinjaman sebesar > seratus > > ribu rupiah. Namun yang diberikan hanya sebesar sembilan puluh ribu rupiah > > karena sepuluh ribu dijadikan pembayaran awal. > > > Peminjam diberi kesempatan melunasi selama satu bulan. Bila belum bisa > > melunasinya, ia akan diberi kelonggaran, bahkan diberi pinjaman lagi. Bila > > utangnya menumpuk dan tidak dapat melunasinya, mereka akan membebaskannya > > asal ia pindah ke agama Kristen atau kalau tidak mau bisa ditulis di KTP > > saja untuk keperluan administrasi. > > > Dari laporan yang diterima SABILI, kegiatan pemurtadan melalui sistem > > rentenir tersebut, hingga kini berhasil memurtadkan tujuh orang. Bahkan, > ada > > juga seorang Muslimah yang awalnya dipacari, dihamili, dinikahkan dan > > akhirnya dimurtadkan. "Menyikapi hal ini kami menggadakan program beasiswa > > dan juga berusaha mendirikan koperasi simpan pinjam tanpa bunga kepada > kaum > > Muslimin," kata Erwin. > > > Gerakan penginjilan di Kawasan Punclut, Ciambuleuit, Kota Bandung lain > > lagi. Kaum Salibis gencar melakukan pemurtadan dengan metode pengobatan > > alternatif. Mereka membagi-bagikan brosur pengobatan ala Kristen ini > kepada > > kaum Muslimin. > > > Kali ini di Parongpong, Kabupaten Bandung. Sejumlah universitas Kristen, > > misalnya Universitas Advent Indonesia mencetak para misionaris yang hafal > > al-Qur'an, pandai berbahasa Arab (menguasai nahwu dan sharaf), lihai > > memahami hadits Rasulullah saw dan mencukur kumis memanjangkan jenggot > yang > > menjadi ciri orang Islam. > > > > > > Dengan berbekal ilmu tersebut, mereka gencar mendangkalkan pemahaman > agama > > warga Parongpong. Hasil pelacakan SABILI, sejak beberapa tahun lalu > > Parongpong telah menjadi lahan empuk gerakan kristenisasi. Ironisnya, > banyak > > Muslim Parongpong yang telah berhasil dimurtadkan. > > > Gerakan kristenisasi di Cianjur lebih ngeri lagi. Ciranjang adalah pusat > > pemurtadan di Cianjur. Di daerah ini, pemurtadan boleh dibilang nyaris > > berjalan sempurna. Dari jerih payah para evangelis Kristen, sedikitnya > > masyarakat di lima Rukun Tetangga (RT) sudah berhasil dimurtadkan. > > > Ironisnya, di Ciranjang ini, sudah ada masjid yang berubah menjadi > gereja. > > Bahkan, kaum Nasrani Ciranjang tak lagi menghormati kaum Muslimin. Saat > umat > > Islam menegakkan Shalat Jum'at misalnya, mereka justru sengaja melakukan > > kebaktian dengan pengeras suara yang kencang. "Rencananya, mereka akan > > menjadikan Ciranjang sebagai pusat komunitas Kristen di wilayah Jawa > Barat," > > kata Erwin. > > > Kristenisasi juga menyeruak di Tasikmalaya. Di kota dengan julukan > seribu > > pesantren ini, sasaran gerakan pemurtadan dilakukan di kawasan penduduk > > miskin, terutama di wilayah Campaka Warna yang kebanyakan penduduknya > memang > > berada di garis kemiskinan. > > > Sumber SABILI menyebutkan, kristenisasi di Tasikmalaya menyeruak pertama > > kali sejak tahun 1997. Awalnya, gerakan pemurtadan ini dilakukan > > sembunyi-sembunyi dengan berkedok lembaga sosial, seperti Yayasan Gamalia > > atau Cinta Kasih yang beroperasi di daerah masyarakat miskin. > > > Banten yang juga dikenal relijius tidak luput dari serangan hantu > > pemurtadan. Di Banten, gerakan pendangkalan akidah umat ini marak > dilakukan > > di sejumlah kampus dan sekolahan. Modus dipacari, dihamili, kemudian > > dimurtadkan adalah andalan mereka untuk menggarap para Muslimah. > > > Seperti terjadi pada Rini (bukan nama sebenarnya), seorang siswi di > sebuah > > universitas Banten. Mulanya, Rini yang aktivis Islam ini dipacari oleh > > seorang mahasiswa beragama Kristen yang bernama Alex (bukan nama aslinya) > > hingga hamil. Dalam pernikahannya, Alex mengaku Islam. Namun, tidak lama > > kemudian ada kabar bahwa keduanya telah kembali berpindah agama menjadi > > Kristen. > > > > > > Gerakan kristenisasi terlihat sekali di sejumlah sekolah Kristen di > > Banten. Di Akademi Perawat Yatna Yuana Rangkas Bitung, Lebak misalnya, > para > > mahasiswa yang mengenakan busana Muslimah diwajibkan menanggalkan > jilbabnya > > jika ingin terus mengikuti perkuliahan. > > > Lembaga pendidikan Kristen ini juga masih mewajiban pelajaran agama > > Kristen kepada para siswinya, termasuk siswi yang beragama selain Kristen. > > Lembaga ini nampaknya tidak pernah jera. Padahal, beberapa waktu lalu, > pihak > > kampus pernah diprotes para aktivis yang tergabung dalam Keluarga > Mahasiswa > > Lebak (KUMALA). > > > > > > Dahsyatnya lagi, gerakan pemurtadan terus bergerak tanpa pernah disadari > > umat. Sepanjang perbukitan dari Bekasi Timur, Cikarang, Karawang, Cikampek > > sampai Purwakarta misalnya, konon telah dibangun beberapa gereja. Padahal, > > selain lokasinya terpencil, persyaratan pendiriannya pun konon bermasalah > > karena tidak memenuhi 'aturan main'. > > > Jelas sudah bahwa pemurtadan Bumi Pasundan Jawa Barat adalah sebuah > proyek > > besar Kristenisasi yang dilakukan secara sistemik, terencana dan > > terorganisir. Organisasi yang terdepan 'menggarap' orang-orang Sunda > adalah > > Doulos World Mission (DWM) dengan program utama Yerikho 2000. > > > Dengan berpegang teguh pada Injil, mereka menargetkan membangun dua ribu > > pos Pengabaran Injil (PI) yang tersebar di seluruh Tanah Pasundan untuk > > memurtadkan masyarakat Sunda. Khusus untuk kristenisasi di Jawa Barat, > > Doulos World Mission mendirikan Forum Observasi dan Komunikasi Suku Sunda > > (FOKUS) (baca: Hantu Yerikho Membayangi Umat). > > > Sadar atau tidak, kristenisasi sudah ada di depan mata. Mereka siap > > menerkam umat Islam yang dasar akidahnya lemah. Namun, ironisnya umat > banyak > > tidak menyadari hal ini, sehingga menganggap gerakan pemurtadan sebagai > > gerakan biasa yang tidak akan menimbulkan dampak berarti bagi perkembangan > > umat. > > > > > > Benarkah? Ketua FAKTA Abu Deedat Syihab menepis. Menurutnya, > menyeruaknya > > kristenisasi di Tanah Pasundan menunjukkan mereka semakin berani dan > gencar > > dalam menjalankan misinya tersebut. "Ini menunjukkan kristenisasi bukan > lagi > > sekadar isu dan sesuatu yang dipandang sebelah mata. Tapi ia sudah semakin > > berani," ujar kang Abud, sapaan akrabnya. > > > Tokoh masyarakat Sunda Ahmad Mansyur Suryanegara membenarkannya. > > Menurutnya, pemurtadan adalah usaha untuk melemahkan atau merenggangkan > > ikatan keluarga orang Sunda yang sudah terikat oleh ajaran Islam. Usaha > > memecah belah umat Islam Sunda, lanjutnya, sudah berjalan sejak zaman > > kolonial Belanda, yakni dengan mendirikan sejumlah gereja di setiap > > perbatasan kota Jawa Barat. "Tujuannya untuk membelah hubungan antar > > kantong-kantong Islam di Pasundan," ujarnya. > > > > > > "Ada ungkapan mata baji, mata baji, yakni membelah Islam dengan Islam. > > Adanya gereja di antara Bogor dan Cianjur, di antara Bandung dan Bogor ada > > gereja di Ciranjang dan antara Cirebon dan Majalengka ada gereja di > > Indramayu adalah kantong-kantong untuk membelah hubungan," ujarnya. > > > Apa yang harus dilakukan umat, khususnya masyarakat Pasundan? "Kita > harus > > tegas dengan mereka. Tidak ada yang namanya toleransi menyangkut masalah > > akidah. Tapi, untuk masalah sosial, tidak ada masalah. Untuk itu, umat > > jangan tertipu dengan pendekatan-pendekatan mereka yang lebih cenderung > > menipu. Yang harus dicermati juga adalah buku-buku yang ditulis kalangan > > mereka sendiri. Dari sini, mereka jelas mempunyai target sendiri," ujar > > Ustadz Abud menjelaskan. > > > > > > Rivai Hutapea > > > > > > > > > > > > > > > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id > > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

