From: Iman Enoch [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, August 10, 2004 4:04 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [LulusanTFITB] Memancing Minyak. Membunuh Virus
Bagi yang
berminta,
ViCo buatan
GAMA, info dari milis tetangga.
Salam,
Iman
Enoch
Turunkan KOLESTEROL,
Sehatkan JANTUNG
Dengan mengkonsumsi 3X
sehari 1 sendok makan ViCo (virgin coconut oil) 100% minyak alami untuk atasi
Jantung Koroner.
Mencegah, Mengendalikan
dan Mengatasi : JANTUING KORONER, DIABETER, HEPATITIS C, HIPERTENSI,
KOLESTEROL.
Harga Rp 150.000/6
botol @ 100 ml. plus ongkos kirim Jawa Rp 30.000 dan Luar jawa Rp
50.000.
Produksi Lab Kimia
Fisika UGM
Masih dicari
Perwakilan/Agen tunggal di kota2 yang belum ada.
Segera hubungi kami di
setiap kota. Jumlah Agen dibatasi.
KANTOR PUSAT PEMASARAN
YOGYAKARTA : Bpk Heri (0274) 548423.
Perwakilan Jabotabek :
Bpk Kuncoro/Aldi Kusuma : (021) 7987933 . 79199243. Agen Jakarta Pusat : (021)
92655533. Agen Jakarta Selatan : (021) 8316331, Agen Bekasi : (021)
89905722.
Perwakilan Bandung :
Bpk Steve (022) 6070070. 70101919. Agen
Bandung : (022) 7273866
Perwakilan Indramayu
dan Cirebon : CIKITA (0234) 275810
Perwakilan Pemalang dan
Tegal : Ibu Endang (0284) 321736
Perwakilan Semarang :
Bpk Triwibowo (024) 6712064. Agen Semarang Timur (024) 70127307, 3569133. Agen
Semarang Barat (024) 7606033, 7623990, 7601365. Agen semarang Tengah (024)
3549321, 3540547. Agen Purwokerto : (0281) 632069
Perwakilan Magelang :
Bpk Denny/Ibu Shenny (0293) 587525, 586495
Perwakilan Denpasar :
Ibu Putu Yulianti (0361) 222483
> ====== xxxxxx ======
> ----- Original Message -----
> From: "Iman Enoch" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, August 06, 2004 10:34 AM
> Subject: [LulusanTFITB] Memancing Minyak. Membunuh Virus
>
>
> > Memancing Minyak, Membunuh Virus
>
> > MASA keemasan minyak kelapa, sudah lampau. Promosi gencar 'minyak
> baru
> > ' yang disebut-sebut anti-kolesterol, anti-asam lemak jenuh yang tak baik
> > bagi tubuh hingga mengandung Omega-3 yang baik bagi pertumbuhan otak
> balita,
> > seakan 'menenggelamkan' minyak kelapa. Tak ada lagi orangtua yang
> > mengajarkan anaknya untuk mengusap kepala balitanya yang dengan minyak
> > cem-ceman yang dibuat sendiri dari minyak kelapa dicampur rempah-rempah
> > tertentu. Apalagi menasihati anak perempuan yang hendak melahirkan untuk
> > mengonsumsi 1-2 sendok minyak kelapa yang dibuat sendiri, agar bayi mudah
> > lahir dan bersih kulit kepala dan tubuhnya. Dokter pun bahkan sering tidak
> > merekomendasi.
>
> > Image minyak kelapa menjadi buruk. Padahal kawasan tropis yang
> bahkan
> > dikenal sebagai negeri Nyiur Melambai, Indonesia dulu dikenal sebagai
> > penghasil minyak kelapa yang sangat luar biasa. Kini, nyaris home industry
> > itu menjadi langka. Yang menjadi ironi, penelitian mengenai minyak kelapa
> > pun nyaris tidak mendapat perhatian apalagi dana. Alasan bahwa minyak
> kelapa
> > itu tengik dan tidak bisa tahan lama ditambah propaganda salah yang
> > menempelnya, membuat kita hampir kehilangan sesuatu yang berharga.
>
> > Adalah DoktorBambang Setiaji dari UGM yang kini mencoba 'mengangkat'
> > kembali bahkan meng-go-public-kan minyak kelapa, setelah melalui proses
> > penelitian sangat lama. "Ini penelitian lama tahun 1980 - 82 yang tidak
> saya
> > kembangkan lagi setelah saya pulang dari studi di Inggris tahun 1985.
> Bahkan
> > usulannya untuk membuat pabrik minyak kelapa waktu itupun ditolak,"
> ucapnya
> > di kediamannya, Ringroad Utara, Selasa (2/8 malam.)
>
> > Bisa dimaklumi. Waktu itu pemerintah sedang menggalakkan perkebunan
> > dan produksi minyak kelapa e industry itu menjadi langka. Yang menjadi
> > ironi, penelitian mengenai minyak kelapa pun nyaris tidak mendapat
> perhatian
> > apalagi dana. Alasan bahwa minyak kelapa itu tengik dan tidak bisa tahan
> > lama ditambah propaganda salah yang menempelnya, membuat kita hampir
> > kehilanga sawit.
>
> > "Artinya, apa yang saya coba usulkan itu bertentangan dengan program
> > pemerintah waktu itu, makanya ditolak," ujar Bambang Setiaji sambil
> > terbahak. Karena itulah akhirnya ia memilih berkompromi untuk tidak
> > meneruskan penelitian yang dianggap 'tidak masuk akal' tersebut. Terlebih
> > realita yang dihadapi kemudian menunjukkan, tidak sedikit PTP yang
> mengelola
> > kelapa kemudian dijual atau diganti. "Kondisi kelapa Indonesia,
> benar-benar
> > terpuruk," paparnya.
>
> > Tetapi angin segar reformasi tahun 1998 tidak hanya mengubah
> kehidupan
> > perpolitikan tapi juga 'keisengan' Bambang. Kesedihan karena kematian anak
> > membuatnya mencari sesuatu. Saat 'berselancar' di dunia maya itulah dia
> > mendapat informasi mengenai coconut oils yang di AS mulai dicoba sebagai
> > salah satu obat menanggulangi virus, termasuk HIV. Info itulah membuat
> > semakin giat di depan komputer, memanfaatkan fasilitas canggih internet
> dan
> > kemudian mengenang kembali penelitian yang sudah ditinggalkan 20 tahun
> > lampau.
> -------------
>
> > ***
>
> > DOKTOR pengelola Laboratorium Fakultas MIPA UGM kini mengubah wajah
> > minyak kelapa dari anggapan sebagai 'pembunuh' menjadi 'juruselamat'.
> Dengan
> > teknologi murah, lebih cepat prosesnya dan paling menarik, tidak membuat
> > minyak kelapa terasa tengik (bau tak sedap). "Saya hanya memancing minyak
> > kelapa dari santan itu dengan minyak juga. Jadi tidak dengan memasak
> santan
> > sebagaimana teknologi turun temurun yang dikenalkan nenek moyang kita.
> Cara
> > inilah yang membuatnya tidak tengik," sebutnya. Pemancing awal diakuinya
> > dulu dibuat di lab fakultasnya.
>
> > Caranya, santan dari parutan kelapa itu diberi minyak pemancing dan
> > didiamkan selama 7 - 8 jam. 'Pemancingan' ini membuat minyak baru terpisah
> > baik dari ampas minyak (Jw: blondo dan juga air. "Minyak inilah yang
> diambil
> > dan ini adalah virgin coconut oils yang memiliki khasiat itu," ujar
> Bambang
> > sembari menunjukkan produksi yang kini sudah dikemas dalam 100 ml. Kemasan
> > kecil ini dibuat karena upaya menjual dengan kemasan 600 ml ternyata
> > mengalami kendala tidak mampu berkompetisi dengan minyak-minyak olahan
> > pabrik.
>
> > Dimana ia memproduksinya? "Saya melibatkan petani di daerah Galur
> > Kulonprogo, agar mereka lebih sejahtera," ucapnya. Fakta yang ditemui,
> awal
> > ia mengenalkan teknologi pengolahan minyak kelapa baru yang mendapat
> > dukungan penuh dari Gubernur DIY, sangat luar biasa. Desember 2003 lalu
> ada
> > 35 kelompok masing-masing 20 orang (atau 700 orang) yang ingin terlibat di
> > dalamnya, ujarnya sembari terbahak, karena dikira proyek dan ada bagi-bagi
> > uangnya, Tapi kini ViCo (nama yang digunakan sebagai merk) tinggal
> > dikerjakan secara home-industry sekitar 20-an orang di Galur tersebut,
> sejak
> > Januari 2004.
>
> > ***
>
> > BENARKAH ViCo berkhasiat? Sekalipun baru 'jual jamu' ternyata 3.000
> > botol produk yang dibawa ludes terjual dalam sebuah pameran di Jakarta,
> > April lalu. Secara tidak langsung ada pembeli asal Klaten, penderita
> > Hepatitis-C yang sudah parah. Konon, orang ini kemudian mengonsumsi sehari
> 3
> > kali satu sendok teh. "Ia merasa badannya segar. Lantas setelah 2 minggu
> ia
> > ke dokter dan dokter heran serta menyatakan bila 75 virusnya telah hilang,
> > mati," katanya. Toh orang yang kemudian diketahui bernama Suharno ini
> belum
> > mau mengaku kepada dokter tentang apa yang dilakukan. Ketika sudah 5
> minggu,
> > ungkap Pengelola Laboratorium MIPA UGM ini, Suharno kembali ke dokter dan
> > dinyatakan sembuh. Barulah ia bercerita soal ViCo tersebut. Sementara
> > seorang dokter ahli jantung di Jakarta telah mencobakan pada 15 pasien
> yang
> > sudah divonis by-pass. Setelah di-treat dengan ViCo selama 3 minggu,
> > ternyata 12 di antaranya dinyatakan tidak perlu by-pass dan sembuh.
> >
> > Kesembuhan Suharno membuahkan berkah. Obsesi Bambang Setiaji untuk
> > meningkatkan kesejahteraan petani kelapa mendekati kenyataan. Apalagi
> hasil
> > penelitian saya katanya menunjukkan bila minyak kelapa dengan pengolahan
> > baru ini tidak mengandung kolesterol seperti di-image-kan selama ini.
> > Sementara penelitian Prof John Kabara dari Michigan University AS
> > menunjukkan jika asam lemak pada virgin coconut oils ini berkhasiat
> seperti
> > asam lemak pada air susu ibu (ASI) yang memberikan ketahanan tubuh karena
> > berefek membunuh virus. Karena itulah di AS pengidap HIV dianjurkan
> > mengonsumsinya.
>
> > Kini izin Depkes sudah keluar, paten produk sedang diproses. Tetapi
> > sekalipun ada pemodal, Bambang tetap enggan menjadikan produk ini sebagai
> > produk pabrikan. "Kalau jadi pabrik, masyarakat petani kelapa tidak akan
> > sejahtera. Tapi pemilik modal-lah yang akan sangat diuntungkan," paparnya.
> > Karena itu, Bambang Setiaji dan pemilik modal ini Mei lalu mulai
> > mengembangkan home industry tersebut hingga Lampung, Sumatra Barat, Riau
> dan
> > iapun bisa 'menyebarkan' mahasiswa binaannya untuk menjadi pendamping di
> > sana.
>
> > Kini, dengan kantor sewa seukuran garasi sebuah mobil di Galur, ia
> > mampu memproduksi 6.000 botol sejak beberapa Mei lalu dan menghabiskan
> > sekitar 6.000 butir kelapa. Seorang kenalan dari Malaysia sudah mendekati
> > untuk memasarkan di negeri jiran tersebut, asal diizinkan mengemas
> sendiri.
> > Bagi Bambang Setiaji, demi kemaslahatan umat ilmu bisa digunakan siapa
> saja.
>
> > Barangkali saja Dosen MIPA UGM ini lupa dengan paradigma dalam dunia
> > komersial serta kemudian 'kebiasaan' orang Indonesia. Jika dibeli dan
> > dikemas ulang di negeri jiran, ketika dibawa kembali ke Indonesia dengan
> > harga mahal, orang Indonesia tentu lebih suka daripada yang ia pasarkan
> > secara sederhana. Kalau demikian, yang untung tak lagi petani kelapa
> > Indonesia seperti yang diimpikan sejak awal. Ini yang perlu dipikirkan.
> > (Fadmi Sustiwi)
>
>
>
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
> Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
> http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/IYOolB/TM
> --------------------------------------------------------------------~->
>
> ===========================================================
> 1. DANA MHS. KURANG MAMPU (Dept. TF-ITB), salurkanlah Ke:
> Taplus BNI '46 Cabang ITB, a/n Sutanto Hadisupadmo,
> Acc No.: 236.780325550.901
>
> *Inga'....Inga' --> Milis Alumni TF-ITB:
> http://groups.yahoo.com/group/lulusantfitb/
> ===========================================================
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/lulusantfitb/
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
> http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
>
===========================================================
1. DANA MHS. KURANG MAMPU (Dept. TF-ITB), salurkanlah Ke:
Taplus BNI '46 Cabang ITB, a/n Sutanto Hadisupadmo,
Acc No.: 236.780325550.901
*Inga'....Inga' --> Milis Alumni TF-ITB:
http://groups.yahoo.com/group/lulusantfitb/
===========================================================
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
| Yahoo! Groups Sponsor |
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

