Senin, 06 September 2004 Pemkab Desak Pemprov Bebasan Lahan KBU Laporan: SAN
(ti Republika online, http://www.republika.co.id/ASP/koran_detail.asp?id=171679&kat_id=89) BANDUNG -- Meskipun sudah mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Jawa Barat, Gubenrur Jabar, Danny Setiawan, belum merealisasikan program pembebasan sebagian lahan di kawasan Bandung Utara (KBU). Pemkab Bandung berharap, rencana pembebasan lahan itu direalisasikan paling lambat Desember 2004. Rencana pembebasan lahan itu, terkait dengan upaya pemulihan kondisi KBU sebagai daerah konservasi. Dalam perubahan APBD Jabar 2004, dicantumkan dana sebesar Rp 8 miliar untuk pembebasan sebagian lahan di KBU. Dana tersebut, merupakan alihan dari anggaran proyek pembangunan jalan alternatif Dago-Lembang, yang dibatalkan dewan periode 1999-2004. Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Bandung, Drs H Wahyu GP, mengaku, hingga kini pemkab belum diajak koordinasi seputar rencana pembebasan lahan tersebut. Dijelaskan dia, rencana itu masih tertahan di Pemprov Jabar. ''Jangankan untuk membebaskan lahan KBU, pembahasan metropolitan Bandung pun belum dilakukan saja oleh pemprov,'' ujar Wahyu kepada Republika, Ahad (5/9). Padahal, tutur dia, sudah dua pekan ini, pemkab mengirimkan daftar anggota tim metropolitian Bandung ke pemprov Jabar. Tim dari pemkab itu, lanjut Wahyu, berasal dari Dinas Pemukiman dan Tata Wilayah (Kimtawil), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Bapeda. Salah satu target dari pembehasan metropolitan Bandung itu, imbuhnya, yakni penentuan lahan yang laik dibebaskan oleh pemprov. Wahyu mengungkapkan, pembebasan lahan KBU untuk dikembalikan menjadi daerah konservasi, bersifat mendesak. Pemulihan KBU, kata dia, tidak bisa ditunda-tunda lagi. Lebih-lebih, akunya, sudah banyak titik konservasi di KBU yang tercancam bangunan. Lahan yang akan dibebaskan itu, sambung Wahyu, harus bersumber dari data Pemkab Bandung. Pasalnya, tutur dia, Pemkab Bandung yang memiliki data akurat tentang status lahan di KBU. Katanya, pemkab akan menyodorkan sebagian lahan KBU yang kurang produktif sebagai lahan konservasi. Pekan lalu, Gubenrur Jabar, Danny Setiawan mengatakan, pembebasan lahan itu tidak bisa dilakukan terburu-buru. Pihaknya harus melakukan verifikasi data lahan yang laik dibebaskan. Katanya, terdapat 20 hektare lahan pemukiman di tengah Taman Hutan Rakyat (Tahura) Dago Pakar, yang diprioritaskan untuk dibebaskan. Di tengah Tahura itu, cetus Danny, terdapat tiga enklave permukiman yang mengganjal peran kawasan lindung. Sebagai kawasan lindung, tuturnya, tidak boleh digunakan untuk permukiman. Mudah-mudahan, paparnya, dengan anggaran Rp 8 miliar tiga enklave itu bisa dibebaskan. ''Seluruh masyarakat yang berdomisili di tiga enklave itu, mudah-mudahan bisa diungsikan ke luar Tahura,'' katanya. Danny berjanji akan segera melibatkan empat kabupaten/kota dalam membahas metropolitan Bandung. k#5 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

