Title: Republika Online : http://www.republika.co.id
03 Juli 2004

Ferri Cegah Bisul Bakteri pada Kedelai

Laporan :C06

Ferri atau ion besi yang punya tiga plus alias (Fe3+) ternyata sangat berperan dalam pengendalian penyakit bisul bakteri pada kedelai. Di dunia pertanian, penyakit bisul bakteri menjadi momok tersendiri. Penyakit yang disebabkan Xanthomonas axonopodis pv.glycines (Xag) ini dapat menurunkan produksi kedelai sebesar 53 persen.

Penyakit bisul bakteri umumnya menyerang tanaman kedelai yang tumbuh di wilayah beriklim hangat dan lembab. Gejala awal penyakit ini ditandai oleh bercak kecil berwarna hijau muda dengan bagian tengahnya agak menonjol ke permukaan daun. Bercak kemudian membesar dan di bagian tengahnya terdapat tonjolan seperti bisul berwarna coklat muda. Serangan penyakit yang parah dapat mengakibatkan daun gugur sebelum waktunya. Akibatnya, pengisian polong tidak sempurna. Tak hanya kedelai, ia juga menyerang tanaman tomat, jeruk, dan tanaman buah-buahan lain.

Di samping itu, Xag merupakan salah satu patogen bersifat seed borne (terbawa benih). Penyebaran penyakit bisul bakteri dapat terjadi melalui biji dan sisa-sisa tanaman lapangan. Benih terinfeksi bakteri Xag sulit dideteksi secara visual, karena tidak menunjukkan gejala khas. Sehingga untuk mendukung keberhasilan program sertifikasi benih, guna menjamin benih kedelai bebas patogen diperlukan teknik deteksi yang cepat dan sensitif. Ditambah mekanisme pada genus Xanthomonas belum banyak dipahami.

Beberapa tahun lalu penelitian mengenai patogenisitas penyakit bisul bakteri pada level molekuler pernah dilakukan Hwang. Sedangkan penelitian serupa baru dimulai sejak tahun 1992 di Indonesia. Kemudian berkembang sampai pada tahun 1998, Rukayadi mendapatkan mutan Xag M715 non-patogenik mutan isogenik (dari satu jenis gen) ini dibentuk dari Xag YR32 tipe liar melalui mutasi. Informasi kloning dan analisis gen yang menyebabkan hilangnya patogenisitas Xag YR32 tipe liar penting untuk perancangan primer PCR (Polymerase Chain Reaction).

Fungsi primer PCR ialah untuk mendeteksi patogen secara cepat, akurat, dan spesifik terutama bakteri Xag. Primer PCR ini sangat penting bagi lembaga sertifikasi benih untuk mendeteksi Xag pada benih-benih kedelai. Selain itu, sangat berguna bagi para peneliti dalam mempelajari epidemologi tanaman.

Fe3+ berperan dalam metabolisme seperti transpor elektron dan kofaktor enzim saat terjadinya proses mutasi tersebut. Secara tidak langsung Fe3+ mengubah sifat Xag menjadi nonpatogen bagi tanaman. Dari hasil analisa, ditemukan dua primer PCR yaitu primer Etty01 dan primer Atty02. Amplifikasi PCR menggunakan kedua primer tersebut menghasilkan satu amplikon berukuran 436 bp. Sayangnya, primer-primer PCR tadi hanya spesifik mendeteksi Xag bukan Xanthomonas pada umumnya.




Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/asp/koran_detail.asp?id=165585&kat_id=13

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke