Abdi mah percanten lamun nu nyarios teh Ibu Kandung SBY ku anjeun sareng kucariosan nu otentik. Ari saur wartawan mah ahh abdi mah sok teu percanten we heula, namina ge wartawan....loba ngabakona batan amalna....hehehehehe......
----- Original Message ----- From: "Nia Sri Winiarsih" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, September 29, 2004 4:39 PM Subject: [Urang Sunda] FW: Stop presss....................... > > Leres kitu ieu teh? > punten teu disundakeun.. > > > > > > wach...............kalau ini bener ............kita kena tipu lagi > dong........! > pupus dach sudah harapan kita > semua..........................................! > punya president yang dapat > dibanggakan.......................................! > > gagal maning....................gagal maning > > > Awalludin P > Desa Wanaherang , Gunung Putri > Bogor 16965, Indonesia > > > |---------+---------------------------> > | | [EMAIL PROTECTED]| > | | d | > | | | > | | 29/09/2004 14:54| > | | | > | | | > | | | > |---------+---------------------------> > >--------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------| > | | > | To: undisclosed-recipients: ; | > | Subject: TERBONGKARNYA SKANDAL PENIPUAN AKABRI | > >--------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------| > > > > > > bener enggak ya,,? bagaimana kelanjutan nasib negeri ini apabila > ini bener,,,? > > > > > > > STOP PRESS !!! > > > > TERBONGKARNYA SKANDAL PENIPUAN AKABRI > > > > > > Sepandai-pandai menyimpan bangkai, akhirnya pasti > > > tercium juga. > > > Pepatah lama itu, sekarang terbukti terjadi pada Calon > > > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rahasia yang disimpannya > > > dalam-dalam selama 35 tahun, kini akhirnya terbongkar jua. Ternyata, > > > selain istrinya Kristiani (putri mantan Komandan Kopassus Letjen Sarwo > > > Edhie > > > Wibowo) dan dua anaknya, Agus dan Ibas, yang dikenal > > > publik selama ini, ia masih punya istri lain dengan > > > dua anak pula. Istrinya itu, seorang wanita Filipina > > > dan dua anaknya Adinda, 35 tahun, dan adiknya, Dev 33 > > > tahun. > > > > > > Sang istri yang kini sudah ia ceraikan, kemudian > > > menikah lagi dengan seorang warga Jerman, dan kini > > > menetap di Jerman. Sedang Adinda yang sulung, sudah > > > menikah dengan Danang, putra H.Ir. Luqman Hakim, > > > mantan Kepala Divisi Produksi Pertamina, kini menetap > > > di Jakarta. > > > Sang adik, Dev, tinggal di Amerika Serikat. > > > > > > Terbongkarnya kasus ini, tentu saja membuat secara > > > moral SBY sudah tak layak menjadi Capres. Dia harus > > > segera mundur dari pencalonannya, karena terbukti > > > selama 35 tahun ini, dia telah menipu AKABRI dan > > > institusi ABRI yang selama ini ia banggakan. Ia juga > > > telah menipu KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan KPK > > > (Komisi Pemberantasan Korupsi), serta seluruh rakyat > > > Indonesia, karena dalam riwayat hidup yang ia serahkan > > > kepada KPU, soal istri dan dua anaknya ini, tak pernah > > > ia cantumkan. Selain itu, kasus ini akan mengungkap > > > pula seluk-beluk harta-benda yang dimiliki SBY yang sesungguhnya, yang > > > tak pernah ia laporkan kepada KPK dalam pencalonannya sebagai Presiden. > > > > > > Soalnya, Adinda yang merasa dikibuli oleh ibu tirinya, Kristiani, dalam > > > soal pembagian harta, telah menggugat persoalan harta ini ke sebuah > > > pengadilan di Jakarta. Bila dicek di pengadilan soal harta yang menjadi > > > pokok perkara gugatan itu, segera akan diketahui bahwa harta-harta itu > > > tak dilaporkan SBY ke KPK, antara lain sebuah rumah di Pondok Indah dan > > > sebuah lagi di kawasan Menteng. Kedua rumah itu saja sudah bernilai > > > lebih Rp 10 milyar, padahal SBY melaporkan nilai hartanya ke KPK, cuma > > > Rp 4,5 milyar. Kasus ini jauh lebih dahsyat dibanding heboh kasus Jaksa > > > Agung A.Rahman yang cuma tak melaporkan sebuah rumahnya di Cinere > > > (bernilai Rp 2 milyar) dulu kepada KPKPN, yang kemudian menjadi berita > > > besar di media massa. > > > > > > Apa yang terjadi sesungguhnya? Kisah ini harus dimulai > > > 35 tahun yang lalu, yaitu setelah SBY tamat SMA di > > > Pacitan, Jawa Timur, pada tahun 1968. Ia kemudian > > > pergi ke Surabaya, kuliah di Unair. Ternyata, di sana > > > ia berkenalan dengan seorang wanita Filipina. Singkat > > > cerita, keduanya lalu menikah di Catatan Sipil di > > > Jakarta. Dari sinilah lahir Adinda dan Dev. > > > > > > Mungkin karena belajar sembari beristri, kuliahnya > > > berantakan. Yang jelas ia kemudian pindah ke PGSLP > > > (Pendidikan Guru SLP) di Malang. > > > Lalu pada 1970, ada penerimaan siswa AKABRI, dan SBY > > > berminat melamar ke sana. Tapi seperti diketahui, > > > sekolah calon perwira TNI itu, tak menerima siswa yang > > > sudah beristri. Maka SBY pun berunding dengan > > > istrinya, maka diputuskanlah SBY melamar ke AKABRI, > > > dengan status bujangan. Itu ia lakukan di Malang. > > > > > > Singkat cerita, SBY diterima masuk AKABRI di Magelang, > > > sedang sang istri dengan dua anaknya, rela mengais > > > hidup sendiri di Malang, demi cita-cita besar sang > > > suami: menjadi jenderal, Walau pun untuk itu, SBY > > > harus menipu institusi ABRI itu, dengan mengubah > > > statusnya sebagai bujangan. > > > > > > Nah, ketika itu yang menjadi Gubernur AKABRI adalah > > > Letjen Sarwo Edhie Wibowo, mantan Komandan Kopassus. > > > Rupanya, Sarwo kepincut kepada sang Taruna AKABRI asal > > > Pacitan ini. Ia bertubuh tinggi, berwajah tampan, > > > sikapnya menunjukkan ciri-ciri seorang priyayi Jawa. > > > Apalagi otaknya encer, meski ia cuma anak seorang > > > Peltu, Komandan Koramil. Pokoknya, di mata Sang > > > Gubernur ini, SBY betul- betul seorang Arjuna yang > > > ideal untuk disandingkan dengan putrinya, Kristiani. > > > Para Taruna AKABRI yang lulus pada 1973, bersama SBY, > > > pasti tahu bagaimana kagumnya Sarwo kepada anak muda > > > ini. Dan mereka juga tahu bahwa Sarwo menjodohkan SBY > > > dengan putri kesayangannya. > > > > > > Bagaimana SBY? Bukankah ia telah punya istri? Di > > > sinilah persoalannya. SBY tentu tak mungkin > > > mengungkapkan rahasianya kepada Sarwo bahwa > > > sesungguhnya ia telah beristri. Kalau itu ia lakukan > > > tentu ia dipecat sebagai Taruna, dan mungkin pula akan > > > dipidana karena menipu AKABRI. Maka seperti sama > > > diketahui, setelah lulus, SBY kemudian menikah dengan Kristiani. > > > > > > Setelah beberapa tahun menikahi Kristiani, ia akhirnya > > > terpaksa mengaku bahwa ia telah punya istri Filipina. > > > Tentu terjadi gonjang- ganjing di rumah tangga itu. > > > Tapi akhirnya, ditemukan jalan penyelesaiannya, SBY > > > bercerai dengan wanita Filipina itu. > > > > > > Sekali pun sudah bercerai, SBY tetap mengurusi kedua > > > anak dari istri tuanya. Buktinya, pada tahun 1999, > > > ketika itu SBY menjabat Kepala Staf Teritorial > > > (Kaster) TNI, di rumah dinasnya di Cilangkap, Jakarta > > > Timur, SBY menikahkan putri sulungnya, Adinda, dengan > > > pujaan hatinya, Danang. Pernikahan itu memang tak > > > dilakukan dengan pesta besar-besaran, hanya sederhana. > > > Kepada para kenalannya pun, SBY mengaku Adinda bukan > > > anaknya, melainkan keponakannya. Inilah yang membuat > > > Adinda kesal. Ia merasa tak diakui sebagai anak oleh > > > SBY. Adinda yang tamatan Universitas Trisakti Jakarta > > > itu, kini bekerja sebagai konsultan di sebuah > > > perusahaan pertambangan. Sedangkan Danang, sang suami, > > > adalah putra Ir.H.Luqman Hakim, mantan Kepala Divisi > > > Produksi Pertamina. Adik Luqman adalah Dr Sofjan > > > Sauri, mantan Kepala LIPI, yang kini menjadi Kepala > > > Litbang Departemen Hankam. > > > > > > Adinda merasa tambah kesal, ketika mencalonkan diri > > > sebagai Presiden, SBY tak mencantumkan namanya dan > > > adiknya, Dev, dalam daftar riwayat hidup, yang > > > kemudian tersebar luas di media massa. > > > > > > Lebih kesal lagi ia, karena semua harta dikuasai oleh Kristiani, sang > > > ibu tirinya. Akibatnya, beberapa waktu yang lalu, ia menyewa pengacara > > > menggugat SBY dalam soal pembagian harta gono-gini. > > > > > > Pengadilan kemudian memenangkan Adinda, sehingga ia > > > memperolah, antara lain, sebuah rumah mewah di Menteng > > > dan di Pondok Indah. Kedua rumah itu tidak ia tempati, > > > karena Adinda dan suaminya sampai sekarang, tinggal di > > > kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. > > > Berbagai langkah Adinda yang didukung oleh ibu dan > > > para saudara suaminya, membuat gerah SBY. Apalagi > > > sekarang ia sedang menghadapi pertarungan final > > > pemilihan Presiden, menghadapi Megawati. Maka > > > Kristiani berkali-kali menelepon Adinda dan ibunya > > > yang tinggal di Jerman, agar tak usah ribut-ribut soal > > > status mereka. Ia menjanjikan, sesuai Pemilu Presiden, > > > soal status mereka akan diselesaikan oleh SBY. Malah > > > sebuah sumber menyebutkan, Kristiani sempat > > > mengeluarkan ancaman yang membuat Adinda sempat takut. > > > Beres? > > > > > > Ternyata tidak. Kristiani dan SBY agaknya melupakan > > > pesan pepatah lama tadi: Sepandai-pandai menyimpan > > > bangkai, akhirnya pasti tercium juga. Walau sudah 35 > > > tahun rahasia ini bisa dibungkus rapi, ternyata > > > sekarang mencuat ke permukaan. SBY memang bisa > > > mengendalikan pers dan para wartawan di negeri ini, > > > apakah melalui pemberian amplop, lobi para intelnya, > > > dan sebagainya. Tapi betapa pun, tentu akhirnya > > > ia tak bisa menyembunyikan sebuah kebenaran. > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > LE ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

