Aya ulama ti Makassar, yuswana parantos sepuh (70an langkung), anggota salah
sahiji milis Islam, anjeunna kalebet ulama "garis keras"  tapi resep kana
elmu pangaweruh, kolomna di salah sahiji koran di Makassar dijudulan "Wahyu
dan Akal - Iman dan Ilmu" sareng anjeunna pinter basa Sunda, duka diajar
timana, lamun keur debat-debatan dina milis teh sok kaluar basa Bugis jeung
basa Sunda. Tah kumaha pamandegan anjeunna perkawis persoalan Adam /Hawa
jeung Teori Evolusi ? Anjeunna langkung nyandak jalan "tengah", henteu
"garis keras" sapertos Harun Yahya : percanten kana Teori Evolusi keur
mahluk hirup anu sanes manusa, tapi ari manusa mah keukeuh asalna ti
Adam/Hawa. Dihandap ieu ku sim kuring  di "copy-paste"keun pamandegan
anjeunna. Punten sanes sim kuring sapamandegan jeung anjeunna, ngan ieu mah,
kanggo nunjukkeun, yen Ulama bangsa urang oge  teu kirang "mutuna/ilmiahna"
jeung ulama urang Turki (Harun Yahya)!

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
580. Evolusi dan Loncatan

Hari ini tgl. 22 Juni, adalah hari lahir Piagam Jakarta. Akan tetapi materi
tentang Piagam Jakarta telah diserap oleh judul RUU Sisdiknas, sehingga
dipersilakan membaca Seri 579 yang baru lalu.

***

Iqra, bacalah. Apa yang dibaca? Yaitu informasi dari ayat Qawliyah (Al
Quran) dan ayat Kawniyah (alam syahadah, universum). Informasi itu diolah
melalui proses dengan metode tertentu, dan hasilnya itulah ilmu, seperti
ditunjukkan dalam diagram:

+--------+
informasi----->| proses |----->ilmu
+--------+

Proses dengan metode tertentu adalah seperti berikut:
1. iqra, mengobservasi informasi (ayat Qawliyah dan Kawniyah)
2. tafsir / interpretasi yang menghasilkan teori
3. ujicoba teori dengan merujukkannya pada ayat Qawliyah dan Kawniyah

Maka dalam konteks judul di atas, tulang-belulang diobservasi kemudian
diadakan interpretasi atas tulang belulang itu, hasilnya teori evolusi.

Diujicoba dengan ayat Qawliyah.
-- ALDZY KHLQ FSWY (S. ALA'ALY, 87:2), dibaca: Alladzi- khalaqa fasawwa-,
artinya: (Allah Yang Maha Pencipta dan Pengatur) mencipta lalu
menyempurnakan. Teori evolusi tidak tertolak, namun perubahan makhluq dari
mulai dicipta ke sempurna, tidak mesti evolusi saja.

Diujicoba kepada ayat Kawniyah. Ternyata ada loncatan dari manusia purba ke
manusia berakal. Manusia masa kini tidak memiliki hubungan genetik dengan
manusia Neanderthal, manusia purba yang hidup di daratan Eropa dan Asia
barat dan tengah, demikian hasil temuan para peneliti di Italia yang
dipublikasikan Selasa, 13 Mei 2003. Giorgio Bertorelle dan timnya dari
universitas Florence, Italia, telah meneliti dengan mengambil DNA dari
beberapa tulang nenek moyang manusia modern Cro-Magnon yang hidup di
Perancis selatan 25 ribu hingga 23 ribu sebelum masehi, lalu dibandingkan
dengan DNA Neanderthal yang hidup antara 42 ribu hingga 29 ribu tahun
sebelum Masehi. Hasil temuan tersebut menunjukkan manusia Cro-Magnon nenek
moyang manusia modern itu tidak mempunyai hubungan genetik sama sekali
dengan manusia purba tersebut.

Jadi perubahan itu berwujud evolusi dan loncatan. Maka ada dua masalah,
yaitu mekanisme evolusi dan mekanisme loncatan.

***

Mengenai mekanisme evolusi, Darwin berteori dengan paradigma filsafat
positivisme, yaitu "blind evolution by chance", perubahan perlahan-lahan
secara untung-untungan, yaitu cecara lempar dadu. Darwin melihat evolusi
sebagai analogi dari "motion" dalam kinematika, karena itu dia mencari
"mechanism of evolution" dan menemukan "principle of natural selection",
asas seleksi alam sebagai hukum dasar mekanika evolusi. Tetapi "mechanical
laws" dari teori Darwin tidak kuantitatif, jadi tidak mampu memprediksi apa
yang akan terjadi. Teori Darwin itu hanya dapat menjelaskan apa yang sudah
terjadi. Di sinilah kelemahan yang pertama teori Darwin. Maka lahirlah
neo-darwinisme di abad 20 dengan dimasukkannya teori statistik, teori
permainan lempar dadu (probabilitas) dalam teori evolusi modern.

Namun ada kelemahan mendasar lain yang tidak mampu ditanggulangi oleh
neo-darwinisme yaitu Paradoks Entropi Evolusi dan Paradoks Revolusi-Evolusi.

Paradoks Entropi Evolusi ialah kenyataan adanya peningkatan kompleksitas,
yaitu munculnya spesies yang lebih kompleks secara struktural ataupun secara
behavioral, misalnya munculnya organisme multiselular (lompatan kompleksitas
struktural) dan munculnya manusia dengan kesadarannya (lompatan kompleksitas
behavioral/fungsional). Di sini pulalah kelemahan yang kedua teori Darwin,
tidak dapat menjelaskan mekanisme loncatan ini.

Paradoks Revolusi-Evolusi ialah kenyataan adanya titik-titik diskontinuitas
dalam keseluruhan proses evolusi yang perdefinisi adalah gradual, yaitu
adanya gap dalam rangkaian khronologis fosil. Orang filsafat menyebutnya
paradoks, tapi di bidang sains disebut sebagai anomali yaitu
ketidak-sesuaian antara fakta pengamatan dengan predisksi berdasar atas
teori yang ada. Inilah kelemahan yang ketiga teori Darwin.

***

Kalau memakai paradigma petunjuk Al Quran, maka mekanisme evolusi ialah:
-- QDR FHDY (S. ALA'ALY, 87:3), dibaca: qaddara fahada- (S. Al A'la-),
(Allah) mentaqdirkan (membuat hukum) lalu mengarahkan. Jadi mekanisme
evolusi ialah TaqdiruLlah. (Di makrokosmos Taqdirullah berwujud medan
gravitasi yang mengarahkan gerak benda-benda langit).

Perkara mekanisme loncatan, berdasarkan paradigma filsafat positivisme
ternyata buntu. Rujukan informasi dari ayat Kawniyah habis sampai loncatan
ini. Jadi jangan pakai filsafat positivisme sebagai paradigma dalam
berteori, karena menghasilkan yang tidak logis dalam mekanisme evolusi,
yaitu lempar dadu, dan buntu dalam berteori dalam hal mekanisme loncatan.

Mekanisme perubahan loncatan adalah 'Ain, Jim, Ba, 'ajaba, dan 'Ain, Jim,
Zai, 'ajaza, yaitu TaqdirLlah yang tidak ditanam di universum oleh Maha
Pengatur (lihat Seri 578, Mu'jizat). TaqdiruLlah yang tidak ditanam di
universum hanya berlaku seperlunya, tidak sinambung. Itu dijelaskan dalam
ayat Qawliyah, yaitu antara lain penciptaan Adam dan Hawa (loncatan dari
manusia purba ke manusia).

Karena manusia itu hasil "loncatan", tidaklah ia berasal dari ujung evolusi
manusia purba. Adam dan Hawa dicipta Allah secara spesifik dengan revolusi
menjadi sempurna (fa sawwa-), melalui proses 'ajaba, yaitu TaqdiruLlah yang
tidak ditanam di universum.(*) Manusia hasil proses revolusi menjadi
sempurna itu terdiri atas tataran jasmani, nafsani dan ruhani. Jasmani
manusia modern turunan Adam dan Hawa memiliki DNA yang hampir identik,
sehingga perbedaan genetis pada sekelompok simpanse jauh lebih besar dari
perbedaan genetis pada 6 miliar manusia yang hidup saat ini. Dengan ruh yang
ditiupkan ke dalam diri (nafs) Adam dan Hawa menyebabkan manusia modern
mempunyai tenaga batin dan menjadi makhluk berakal, yang sadar akan
eksistensi dirinya. Adam dan Hawa serta keturunannya apabila mati ruhnya
berpindah ke alam barzakh seterusnya ke alam akhirat. Manusia purba tidak
berkebudayaan. Kecakapannya membuat alat pembantu hanya secara instinktif.
Manusia purba, anthropoid (manusia kera) dan binatang yang mengalami proses
evolusi menurut TaqdiruLlah yang ditanam di universum tidak mempunyai ruh,
hanya mempunyai semangat saja, sehingga tidak mempunyai hari kemudian.
WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 22 Juni 2003
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
----------------------------
(*)
Perbedaan pandangan antara ilmu sekuler dengan Ilmu Islami.

Kita mulai dahulu dengan ilmu sekuler.
Langkah 1. Hasil observasi melalui penelitian DNA menunjukkan bahwa
perbedaan genetis antara hanya sekelompok simpanse lebih besar dari
perbedaan genetis 6 milyar manusia modern yang hidup dewasa ini.

Langkah 2. Lahirlah teori seperti berikut: manusia berpisah dari simpanse
dalam satu garis keturunan sekitar 5 hingga 6 juta tahun lalu. Itu berarti
bahwa manusia seharusnya dalam waktu yang panjang itu dapat mengembangkan
gen-gen yang berbeda seperti halnya dengan simpanse. Artinya manusia modern
pernah populasinya menyusut demikian kecilnya, nyaris punah sekitar 70 000
tahun lalu, menyusut hingga sekitar 2000 orang, sehingga tidaklah sempat
gen-gen itu berkembang seperti simpanse. Artinya yang 2000 orang itu "Out of
Africa" kemudian menyebar keseluruh pelosok dunia. Demikian kesimpulan yang
dipublikasikan oleh The American Journal of Human Genetics.

Langkah 3. Belum ada publikasi yang menguji-coba teori itu dengan data dari
alam, bahwa sekitar 70 000 tahun lalu jumlah manusia susut menjadi 2000
orang. Karena uji-coba itu tidak terpenuhi, maka teori tentang penyusutan
populasi manusia yang 2000 orang yang "Out of Africa" 70 000 tahun lalu
adalah teori yang SPEKULATIF. Kemudian apabila teori garis keturunan manusia
itu yang dianggap sinambung itu mulai 5 hingga 6 juta tahun yang lalu
"ditabrakkan" dengan temuan Giorgio Bertorelle perihal nenek moyang manusia
modern itu tidak mempunyai hubungan genetik sama sekali dengan manusia
purba, maka teori yang SPEKULATIF itu tertolaklah sudah.

Sekarang bagaimana Ilmu Islami
Langkah 1. Hasil observasi melalui penelitian DNA menunjukkan bahwa
perbedaan genetis antara hanya sekelompok simpanse lebih besar dari
perbedaan genetis 6 milayr manusia modern yang hidup dewasa ini.

Langkah 2. Manusia tidak pernah hampir punah menyusut menjadi 2000 orang,
melainkan yang 2000 itu ditarik ke atas (maksudnya di atas 70 000 tahun)
secara konvergen hingga 2 orang saja yaitu sepasang "suami isteri", Adam dan
Hawa.

Langkah 3. "Teori" pada butir (2) itu kita uji-coba dahulu terhadap ayat
alam. Ada dua kenyataan yang mendukung "teori" tersebut: pertama, Paradoks
Entropi Evolusi, yaitu kenyataan loncatan kompleksitas
behavioral/fungsional. Karena "loncatan", maka sepasang suami isteri itu
tidaklah ia berasal dari ujung evolusi manusia purba. Kedua, hasil temuan
Giorgio Bertorelle perihal nenek moyang manusia modern itu tidak mempunyai
hubungan genetik sama sekali dengan manusia purba.
Kemudian diuji-coba kepada ayat Qawliyah. Adam dan Hawa dicipta Allah secara
spesifik dengan revolusi menjadi sempurna (fa sawwa-), melalui proses
'ajaba, yaitu TaqdiruLlah yang tidak ditanam di universum. WaLlahu a'lamu
bisshawab.
===========================




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke