Punten teu disundakeun,
Subject: [pantau-komunitas] Pabottingi: Oknum Koalisi kebangsaan takut program Anti-KKNnya Jakgung Arman? Pabottingi: Saya Curiga Ada Upaya untuk Menjegal Pemerintahan Baru Publikasi: 03/11/2004 15:37 WIB eramuslim - Pemerintahan baru, baru saja berjalan. Tapi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lewat Koalisi Kebangsaannya berulah dengan mengambil keputusan sepihak memilih mengubah tata tertib yang ada dan memilih ketua-ketua komisi, meski tidak memenuhi kuorum. Pengamat politik Mochtar Pabottingi menilai sikap Koalisi Kebangsaan di DPR ini menunjukkan adanya itikad dan niat yang kurang baik, mereka ingin menjegal pemerintahan yang baru, khususnya rencana pemberantas KKN. Selengkapnya, berikut bincang-bincang eramuslim dengan pengamat politik Mochtar Pabottingi. Bagaimana anda mencermati apa yang terjadi di DPR saat ini? Ini muncul karena egoisme Koalisi Kebangsaan. Sebetulnya kan sudah ada kesepakatan, kursi-kursi ketua komisi akan dibagi secara proporsional, ternyata di batalkan. Lalu, kesepakatan untuk bertemu hari Jumat, ternyata mereka malah mendahului. Ini menunjukkan motif mereka memang kurang bagus, hendak merampas semua kursi ketua komisi. Artinya ada unsur kesengajaan? Ya, ada unsur kesengajaan. Jauh-jauh hari, beberapa bulan terakhir ini kita sudah membaca ada niat yang tidak patut dari Koalisi Kebangsaan untuk menjegal pemerintahan yang terpilih oleh rakyat secara telak. Makanya, mereka bermain sedemikian rupa, ditambah lagi ada bola liar yaitu Fraksi Kebangkitan Bangsa. Ya, kita tahu lah memang cara berpolitiknya begitu. Kedepannya, bisa saja agenda- agenda pemerintah terutama dalam pemberantasan KKN tidak jalan. Saya curiga, Koalisi Kebangsaan yang begitu ngotot untuk menyapu bersih kursi ketua komisi di DPR justru untuk menjegal jangan sampai KKN diberantas, karena siapa tahu mereka bakal kena. Kita tahu, selama 3 tahun terakhir, DPR sudah dikenal rakyat sebagai Dewan Penipu Rakyat atau Dewan Perwakilan Rampok, itu sudah umum dan rakyat tahu itu. Kita tahu bagaimana kaya rayanya anggota DPR itu, bagaimana undang-undang dimainkan, proyek dimainkan, macam-macam lah .semuanya merampok rakyat. Saat ini, ada Koalisi Kerakyatan yang sudah membuktikan contoh yang bagus, misalnya menolak fasilitas mobil volvo dan menolak menginap di hotel mewah. Menurut saya, Koalisi Kebangsaan merasa terancam tabiat dan praktek-praktek buruk mereka terbongkar. Mereka mencoba mengangkangi DPR untuk menjegal pemerintah. Melihat motifnya, lantas siapa yang bisa melakukan pressure terhadap DPR? Deadlock di DPR ini bisa dibuat tidak berlarut-larut dengan memberikan wewenang pada Mahkamah Konstitusi untuk menengahi masalah ini. Saya kira juga harus ada pressure dari masyarakat, termasuk dari media massa juga mahasiswa. Karena sebetulnya ini adalah pertandingan antara kebatilan dan kebajikan. Satu kelompok hendak membereskan hal yang buruk dan batil di negeri kita, sementara sekelompok lain hendak mengangkanginya. Kita tahu yang dominan di koalisi kebangsaan adalah Golkar dan PDI P dan kita tahu mereka lah biang korupsi-korupsi besar. Kwik Kian Gie, tokoh PDI P, pernah mengakui itu sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu, bahwa partainya adalah partai terkorup. Golkar kita sudah tahu lah .. Terakhir, ketua DPR Agung Laksono berjanji akan mencari solusi dari kemelut ini, anda optimis solusi yang dihasilkan nanti akan fair? Terus terang saya tidak percaya dengan Agung Laksono, karena dia dekat sekali dengan Akbar Tanjung. Menurut saya, kepemimpinan DPR yang baru ini, juga masalah besar. Sebagai pimpinan DPR mestinya ia bersikap netral meskipun ia bagian dari Koalisi Kebangsaan. Tapi susah mengharapkan netralitas orang sekualitas Agung Laksono. Sekarang, kalau Mahkamah Konsitusi terpaksa harus mengambil keputusan, keputusan macam apa yang seharusnya dikeluarkan? Saya kira, harus kembali pada konsensus awal itu yang sudah mereka sepakati bersama. Sebetulnya sebelum masuk bola liar dari yang namanya fraksi PKB ini, sudah ada kesepakatan untuk berbagi secara proporsional. Sistem proporsional inilah yang paling adil, karena semua mendapatkan kesempatan menurut besarnya partai itu. Bagaimana anda melihat sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam menanggapi konflik di DPR? Kita bersyukur presiden kita ini sangat tenang, tidak sembarangan. Sikap yang diambilnya bijaksana dengan meminta agara DPR menyelesaikan persoalannya dulu, baru menjalin kerjasama. Jadi hasil keputusan DPR kemarin harus dibatalkan? Mestinya ia, karena sudah jelas prosedurnya salah. Sesuatu yang sah itu, harus sah secara prosedural dan sah secara substansial. Nah, secara substansial mereka sudah salah, secara prosedural jelas-jelas lebih salah lagi. Saya tidak tahu apakah mereka mengerti demokrasi apa tidak. Apa yang dilakukan DPR sudah melanggar tata tertib dan sudah melanggar demokrasi. (ln) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Yayasan Pantau adalah sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan meningkatkan mutu jurnalisme di Indonesia. Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

