Ke...ke ...Kang Asep ieu teh Bupati Tasik atanapi Walikota Tasik? Saprak dibagi jadi kodya & kabupaten kumaha tah lalakona Parmitas?
salam
Jalak Pakuan
asep juarna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
asep juarna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kumaha para inohong teh atuh...!? Asa kacida pisan mun
enya tea mah kitu... Eta deui bahruteng keur sakola
barudak pinter naha henteu diancokeun?
Ah, kuring oge sedih boga inohong sorangan... Enya,
Bupati Tasik, tukang cacabok tea... Naha teu unggah
bale watangan nya... pan sakadang bupati teh kungsi
nyabok perawat rumah sakit... Cenah mah pedah manehna
teh ditanya kartu askes ku neng perawat teh...
AJ
--- kaze5256 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
>
>
> Rabu, 19 Januari 2005
>
> Rp 2,3 M untuk Biaya Makan dan Minum Pemkot Bogor
>
> Sumber : Republikas Online
>
> BOGOR---Paradigma pemborosan dalam menggunakan
> anggaran pendapatan belanja
> derah nampaknya masih dipegang teguh oleh Pemerintah
> Kota
> Bogor. Setidaknya
> hal ini terungkap pada pos-pos belanja RAPBD 2005,
> yang
> memakan dana
> anggaran dengan jumlah fantastis.
>
> Angka-angka fantastis itu terutama ditemukan pada
> pos-pos
> belanja di
> Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor. DPRD menilai
> angka itu
> terlalu besar
> sehingga perlu dikurangi bahkan dihilangkan sama
> sekali.
>
> Pos anggaran yang paling menyolok adalah biaya
> makanan dan
> minuman untuk
> tamu, yaitu sebesar Rp 2,3 miliar. Menurut Wakil
> Ketua Komisi
> A, Yusuf
> Dadri, jika jumlah itu dibagi 12, berarti anggaran
> biaya
> makananan dan
> minuman untuk para tamu sebesar 191,6 juta lebih per
> bulan.
> ''Kalau tamunya
> 100 orang dalam sebulan, maka setiap orangnya akan
> mendapat jatah makan dan
> minum sebesar Rp 1,916 juta. Makanan seperti apa
> yang
> menghabiskan dana
> sebegitu besar?,''ujar Yusuf, kemarin (18/1).
>
> Pemborosan anggaran, kata dia, juga tercermin dalam
> biaya
> pakaian dinas wali
> kota dan wakilnya, yang dianggarkan sebesar Rp 125
> juta. Ini
> berarti kedua
> pejabat tersebut menerima Rp 62,5 juta untuk pakaian
> dinas
> mereka.
> ''Anggaran ini terlalu besar dan tidak mencerminkan
> kesederhanaan,'' tandas
> anggota dewan dari Fraksi Keadilan Sejahtera itu.
>
> Di lain pihak, anggaran untuk bantuan beasiswa bagi
> pelajar
> berprestasi
> tidak dimasukkan dalam RAPBD 2005. ''Apakah tidak
> sebaiknya,
> biaya perjamuan
> dan pakaian dinas yang terlampau besar itu dialihkan
> untuk
> beasiswa bagi
> para pelajar berprestasi, terutama bagi mereka yang
> tidak
> mampu?''
>
> Yusuf menyarankan, pos belanja Setda, seperti biaya
> pengembangan SDM, yaitu
> anggaran untuk bantuan dan kursus keterampilan,
> sebesar Rp
> 3,484 miliar,
> dihilangkan. Karena, menurutnya, program tersebut
> sudah ada
> di Badan Litbang
> Diklat. Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan
> tentang biaya
> penunjang
> peningkatan kinerja setda, sekitar Rp 7,048 miliar.
>
> Angka itu dinilai terlalu besar, mengingat jumlah
> pejabat eselon
> di
> lingkungan Pemkot hanya 52 orang, ditambah 242
> pegawai
> ber-NIP dan 172
> tenaga kontrak. Fraksi Keadilan Sejahtera menilai,
> penetapan
> anggaran
> tersebut tidak jelas. ''Dalam RAPBD tidak disebutkan
>
> programnya berbentuk
> apa, bagaimana operasionalisasinya, sasarannya
> siapa, dan
> berapa orang,
> serta besarannya berapa. Semua tidak jelas,'' ujar
> Yusuf.
>
> Biaya penunjang peningkatan kinerja pemda, lanjut
> Yusuf,
> harusnya
> dihilangkan dari pos Setda. Anggaran sebesar Rp
> 5,232 miliar,
> harusnya
> dimasukkan ke masing-masing dinas, badan, dan
> lembaga.
> Sehingga jelas
> peruntukkannya. Menurut Yusuf, fraksinya mengusulkan
>
> peninjauan ulang dana
> belanja modal tanah yang dianggarkan dalam pos
> belanja
> Setda, sebesar Rp 45
> miliar. Beberapa lahan yang diajukan untuk
> pembebasan,
> seharusnya ditunda
> atau dihilangkan. ''Ada lahan yang sudah milik
> pemkot tapi tetap
> diajukan
> untuk pembebasan lahan, ini kan tidak benar.''
>
> Mangkir
> Hingga kemarin, lanjut Yusuf, pihaknya belum
> mendapat
> jawaban dari Sekdakot
> Dody Rosadi, atas temuan-temuan tersebut. Dia
> menyesalkan,
> ketidakhadiran
> sekdakot dalam rapat kerja dengan Komisi A. ''Dua
> kali, sekda
> dipanggil
> untuk menghadiri rapat kerja, tapi tidak pernah
> datang,'' ungkap
> Yusuf. Dia
> mengatakan ketidakhadiran sekdakot itu tidak
> diberitahukan
> secara tertulis.
>
> Teguh Rihananto, sekretaris Komisi C DPRD setempat
> menyatakan, dalam rapat
> komisi, pihaknya menemukan ada peningkatan
> pendapatan dari
> beberapa pos
> retribusi dan pajak. Menurutnya, setelah rapat kerja
> dengan
> Disperindagkop,
> Dispenda, dan Kantor Pelayanan Pajak, Pemkot Bogor
> dapat
> meningkatkan
> Pendapatan Asli Daerah sampai Rp 7 miliar. ''Selain
> penambahan PAD dari
> retribusi dan pajak, kami juga menemukan bahwa
> pendapatan
> dapat ditingkatkan
> melalui pemasukan dana dari PDAM,'' ujarnya. Dia
> menambahkan, pada APBD
> tahun ini, PDAM ditargetkan menyetor uang Rp 2,416
> miliar ke
> kas daerah.
> (c21 )
>
>
>
>
>
>
>
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

