Kang Irpan, teu kudu bingung, memang kitu sakumaha seratan Kang Faisal Basri, dicabutna subsidi BBM teh teu bisa dipungpang, sakumaha hujahna geus didadarkeun. Pikeun kaadilan subsidi jeung strategi jangka menengah sarta jangka panjang Indonesia anu leuwih hade, singketna mah.
Tapi, oge, sakumaha katerangan Kang Faisal Basri, aya anu rada manghanjakalkeun ka Pamarentah, kunaon heunteu nyiapkeun kasayogian masyarakat pikeun nyanghareupan eta subsidi BBM anu dicabut? Singketna, samemeh subsidi BBM dicabut teh na matak naon dipaparinkeun heula panyilihna pikeun masyarakat. Kusabab Pamarentah mah lain pausahaan jeung lain sodagar, teu kudu owel, lamun seug ngalakukeun heula usaha pikeun panyilih subsidi BBM anu arek dicabut. Upamana bae, subsidi gemuk, ngaronjatkeun harga beas (jeung harga-harga hasil tatanen umumna), ngaropea panghasilan patani, pagawe negri, jeung masyarakat leutik ku rupa-rupa kawijakan, jst sakumaha dadaran Kang Faisal Basri, samemeh dicabutna subsidi BBM dijalankeun. manAR --- In [email protected], irpan rispandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ANALISIS EKONOMI > http://www.kompas.com/kompas-cetak/0503/07/utama/1603619.htm > > Faisal Basri > > PERNYATAAN dan aksi menolak kenaikan harga BBM semakin marak. > Gelombang protes ini diperkirakan bakal semakin deras dalam beberapa > hari ke depan. Kita sungguh memahami kekecewaan sebagian besar > masyarakat yang kehidupannya serba pas-pasan. > > Kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Jusuf Kalla (JK) pada > pemilihan langsung presiden tahun lalu merupakan pertanda kuat bahwa > masyarakat mendambakan perubahan dan harapan baru. Besarnya harapan > tersebut juga dibentuk oleh janji-janji kampanye yang diusung kubu > SBY-JK. Telah banyak memang yang dilakukan oleh pemerintahan baru. > > Namun harus diakui bahwa perbaikan yang telah terjadi belum kunjung > dirasakan secara nyata oleh rakyat kebanyakan. Para pekerja belum > menikmati kenaikan upah minimum yang bisa mengejar kenaikan > harga-harga. Deretan para penganggur terus bertambah panjang. Nasib > pegawai negeri, prajurit dan polisi tak beringsut naik. Kesejahteraan > petani dan nelayan tak terkerek karena kenaikan biaya lebih cepat > ketimbang harga jual produksi pertanian. > > Sudah barang tentu pemerintah tak mungkin menyulap kesuraman menjadi > keriangan dalam sekejap. Ada sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi > dan langkah-langkah awal yang harus ditempuh terlebih dahulu. Untuk > itu dibutuhkan waktu untuk memantapkannya. > > Apakah pemerintah tak memiliki ruang gerak sama sekali untuk menata > harapan masyarakat agar tetap memiliki optimisme? Rasanya tidak. > Pemerintah niscaya bisa memberikan "pemanis" terlebih dahulu sebelum > menyajikan "pil pahit". > > Masih banyak inisiatif yang bisa menumbuhkan simpati masyarakat > sehingga menghasilkan quick wins dalam wujud yang betul-betul nyata, > sehingga pemerintah bisa kembali merebut kepercayan masyarakat. > Misalnya, memberantas premanisme dan pungutan ilegal maupun resmi tapi > "mengada-ada" di sepanjang jalan yang niscaya mengurangi beban para > sopir truk dan angkutan kota. > > Contoh lain ialah memperbanyak pompa bensin bagi nelayan sehingga > mereka tak lagi membeli solar pada harga di atas harga resmi. > > Seandainya pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun > 2005 tentang Kebijakan Perberasan yang bertujuan meningkatkan harga > jual beras di tingkat petani sebelum pengumuman kenaikan harga BBM, > mungkin masyarakat akan bertambah keyakinannya bahwa pemerintah lebih > mendahulukan kepentingan masyarakat bawah. > > Seandainya pemerintah mengumumkan terlebih dahulu rencana pembangunan > infrastruktur di pedesaan dan di sektor pertanian serta program > pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebelum > menggulirkan Infrastructure Summit, mungkin persepsi masyarakat > terhadap pemerintah akan jauh lebih positif. > > > Kita berharap kebijakan menaikkan harga BBM bisa dijadikan sebagai > pembuka pintu untuk memasuki era baru dalam penataan ekonomi nasional > yang lebih menyeluruh. (*) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

