Kepada Redaksi ME Yang Tidak Saya hormati,
(saya menggunakan kata2 tidak terhormat, karena anda tidak menghormati Ibu saya sebagai seorang wanita sunda)
 
Dengan dimuatnya artikel "Di Balik Kecantikan Wanita Sunda" pada edisi no. 50 pebruary 2005, yang jelas2 telah melecehkan wanita sunda, dengan ini saya sebagai salah seorang warga sunda, memPROTES KERAS!!! artikel tsb. Karena dengan adanya artikel tersebut sama saja anda telah melecehkan Nenek, Bibi, Uwa, Teteh dan Ibu saya yang asli wanita sunda. Padahal mereka semua adalah type wanita pekerja keras yang berjuang demi membantu suaminya dalam mencari nafkah. Tidak ada kesan didalam diri mereka sebagai seorang wanita sunda yang pemalas apalagi pesolek seperti yang diutarakan didalam artikel yang anda muat. Dalam hal ini anda telah berbuat SARA, karena telah melecehkan suku Sunda.
Oleh sebab itu, saya harap anda segera mencabut artikel tersebut dan meminta maaf kepada warga sunda, yang dimuat di Media cetak Daerah dan Nasional seperti Harian Pikiran Rakyat atau Kompas. Atau warga sunda akan menuntut anda melalui jalur hukum.
 
Demikian PROTES KERAS dari saya.
 
 
Tertanda
 
Panzi - Batam
 
 
 
 
Di Balik Kecantikan Wanita Sunda


Ada kesan umum, bahwa wanita Sunda pemalas dan suka berdandan.
Benarkah demikian?

Memang susah mencari pasangan atau istri ideal. Cantik, pintar
bekerja, beretika, setia, jujur relegius dan feminim. Akan sempurna
hidup seorang pria, bila mendapatkan istri seperti ini. Barangkali
pula itu hanya padangan utopis saja. Tapi, Amir Hamzah, seorang
general manager perusahaan asuransi, selalu berusaha untuk
mendapatkannya.

Akibatnya, Amir Hamzah sering gontaganti pasangan. Sekarang dia
mempunyai dua kekasih. Pertama, keturunan )awa, bekerja sebagai
coordinator public relations di perusahaan elektronik. Secara karier
wanita ini cukup bagus, namun secara fisik kurang cantik. Kulitnya
sedikit hitam dan tubuhnya biasa-biasa saja, pokoknya bukan tipe
Amir. Pacar kedua, perempuan Sunda. Cantik, kulit halus bak
bengkuang dan pintar pula berdandan. Tapi secara karier dan
intelektual, biasa-biasa saja, dan hanya sebagai karyawan biasa.

Amir bingung, mana yang harus dipilih, sementara usia dan orangtua
terus mendesak. Diakuinya, bahwa kedua pacarnya itu mempunyai
kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sebagai pria normal, ia
ingin memiliki istri cantik. Masalahnya, kecantikan belum menjamin
apakah si wanita akan menjadi mitra hidup yang baik nantinya.

Lingkungan & Alam

Sudah menjadi pengetahuan bagi sebagian orang, bahwa wanita Sunda
cantik cantik. Alamnya yang elok memberikan andil dalam hal ini,
terutama untuk kehalusan kulit. Tapi, di balik keindahan dan
kecantikan yang dimiliki wanita Sunda, terdapat unsur buruk, yaitu
pemalas, dengan hobi berdandan dan bergaya seperti orang kaya. Tidak
itu saja, dipercayai pula oleh sebagian orang, bahwa dalam berumah
tangga, wanita Sunda selalu mengandalkan pendapatan suami. Tentu
saja ini hanya pandangan sebagian orang. Sebab bukan berarti semua
perempuan Sunda seperti itu.

Secara antropologis, banyak faktor yang menyebabkan wanita Sunda
setiap berinteraksi dengan pria selalu mengandalkan keindahan fisik.
Bukan kemampuan intelektual dan kepribadian yang kuat seperti wanita
Sumatera Utara, Jawa dan Bali, yang tegar dalam kehidupan. Wanita-
wanita Jawa, Bali dan Sumatera Utara, terkenal sebagai wanita ulet.
Mereka tidak memilih-milih pekerjaan, yang penting halal. Ini bisa
dilihat di terminal-terminal, pasar, dan ladang.

Menurut Agus Wiyanto, budaya Sunda adalah budaya yang memiliki sisi
erotisme tinggi, yang bisa dilihat dari kesenian tarinya, seperti
tarian Jaipong. Jaipong kental dengan goyangan tubuh, yang
menonjolkan bagian-bagian tubuh yang seksi. Berbeda dengan tarian-
tarian Jawa yang lebih sarat dengan simbol dan makna kehidupan.

"Alam yang subur meninabobokan wanita Sunda sampai terlena, hingga
tidak perlu bekerja keras. Alam sudah menjamin kelangsungan.
Kehidupan mereka. Cukup suami yang bekerja di ladang atau sawah,
sementara istri di rumah mengurus dan merawat anak, mempercantik
diri, melayani suami dan membersihkan rumah," tutur anggota
Persatuan Cendekiawan Nasional Indonesia ini.

Agus menambahkan, keindahan dan kesuburan alam (dan kecantikan
wanita) Jawa Barat ini sampai ke wilayah bagian pantai Jawa Barat,
Banten (sebelum menjadi propinsi sendiri), yang termasuk bagi dari
kota Paris in Java. Tidak jauh beda dengan Bogor yang pada zaman VOC
dijadikan tempat peristirahatan kaum bangsawan Belanda.

Malah di sebagian daerah jawa Barat, ada pula wanita yang bangga
menjadi janda. Ini terjadi karena adanya anggapan, bahwa wanita yang
mampu menikah tiga atau empat kali, berarti wanita tersebut lebih
bagus dibandingkan wanita lain yang hanya kawin satu kali. "Ini
terjadi di Karawang, wilayah Pantai Utara dan Indramayu," kata Agus.

Bila kondisi sosial seperti ini dibiarkan, tentu saja akan
berpengaruh pada generasi berikutnya. Secara tidak langsung mereka
akan melakukan apa yang telah diperbuat generasi sebelumnya.
Akibatnya, pandangan orang terhadap wanita Sunda bisa semakin buruk.

Berbeda dengan wanita Jawa yang dikesankan suka bekerja keras. Bagi
mereka, bekerja merupakan kehormatan. Lebih baik bekerja walau
hasilnya kecil, daripada menjual diri tapi tidak halal. Agus
menjelaskan, kelemahan wanita jawa adalah tidak mempuyai ambisi dan
rencana matang. Akibatnya, mereka selalu marjinal, menjadi pembantu
rumah tangga, pedagang sayuran di pasar, dan perjual jamu. Ini
akibat rendahnya pendidikan yang membuat pola pikir dan pengembangan
hidupmenjadi rendah.

Dosen IISIP ini menambahkan, ada pula pandangan di kalangan orangtua
yang mengatakan, bahwa tidak ada gunanya wanita bersekolah sampai ke
perguruan tinggi. Pasalnya, wanita tetap akan kembali ke dapur
mengurus dan merawat anak serta melayani suami. Pola pikir ini hanya
bisa dihapus melalui pendidikan dan kesadaran akan fakta. Bahwa di
era global kini, yang dibutuhkan dari wanita manapun (tidak hanya
wanita Sunda) - bukan hanya kecantikan fisik - tapi juga kemampuan
intelektual dan kemauan kerja yang tinggi. � Ajo



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke