baraya sadayan ieu aya berita di koran PR :
BERITA UTAMA
Selasa, 10 Mei 2005
�Sunda Deli� Utamakan Pembauran
ADA yang bilang, orang Sunda akan lebih berhasil dalam
hidupnya jika ia ada di rantau. Hal ini tak lain,
konon karena orang Sunda punya daya adaptasi tinggi
dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan di
luar tanah kelahirannya. Karakter ini pula yang
kemudian menjadikan orang Sunda mudah diterima dan
jarang terdengar konflik-konflik yang melibatkan orang
Sunda di rantau dengan warga setempat.
Demikian pula dengan sekira 700 lebih orang Sunda yang
hidup di tanah Deli Serdang, Sumatra Utara. Orang
mengenal masyarakat Deli Serdang sebagai penduduk
dengan karakter yang cenderung keras, meski batasan
keras itu pun sangatlah relatif. Di tengah-tengah
masyarakat yang bertipikal keras itulah, orang-orang
Sunda bisa eksis. Bukan saja mereka bisa diterima
secara terbuka dan sikap ramah, warga Sunda di Tanah
Deli juga memainkan peran yang cukup vital.
Lazimnya perantau, ikatan emosional dan kekeluaraan
sesama suku biasanya terbuhul erat dan kuat. Pun
demikian dengan warga Sunda di Deli Serdang, melalui
wadah bernama Paguyuban Warga Sunda (PWS) Deli
Serdang, mereka sebulan sekali berkumpul, saling tukar
informasi, dan mempererat tali silaturahmi. PWS yang
beralamat di Jln. Tengku Raja Muda Deli Serdang itu
bisa dikatakan sebagai "rumah" besar tempat berkumpul
orang-orang Sunda yang merantau di daerah tersebut.
Menurut penuturan Ketua PWS, Ato Juarsa Sasmita,
pertemuan resmi masyarakat asal Jawa Barat dilakukan
sebulan sekali. "Namun tidak menutup kemungkinan,
pertemuan dilakukan kapan saja jika ada persoalan yang
mendesak," kata Ato.
Ato yang sudah tinggal di Deli Serdang sejak tahun
1947 mengungkapkan, pada pertemuan bulanan itu tidak
hanya dimanfaatkan sebagai ajang kangen-kangenan.
Lebih dari itu, dibicarakan pula masalah pengembangan
seni budaya sampai ke usaha bersama. Ada banyak
manfaat yang didapat dari pertemuan di PWS.
Meski demikian, PWS tidak lantas menjadikan warga
Jabar di Deli Serdang terjebak dalam kehidupan
eksklusif dan jaga jarak dengan penduduk setempat.
Justru, di samping ikatan kekeluargaan sesama suku,
pada saat bersamaan orang-orang Sunda di sana juga
hidup berbaur dan berinteraksi dengan penduduk lokal.
"Alhamdulillah, sekarang masyarakat asal Jawa Barat di
Deli Serdang sudah memiliki koperasi dengan nama Silih
Asih. Dalam hal seni budaya, kita menyosialisasikan
tari jaipong ke masyarakat setempat. Kita juga
memiliki perguruan pencak silat Cikalong yang sudah
dikenal di Deli Serdang. Dari perguruan ini sudah
lahir atlet-atlet yang bisa diandalkan Deli Serdang,"
tutur Ato Juarsa.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tutur Ato,
masyarakat Jawa Barat tidak bermasalah dengan
masyarakat lokal. Mereka tidak hanya "numpang", tetapi
secara aktif juga "memberi" kepada warga setempat.
Usaha koperasi Silih Asih milik warga Sunda, tidak
hanya melayani para anggotanya yang berasal dari Jawa
Barat. Koperasi juga memenuhi kebutuhan masyarakat
lokal Deli Serdang.
Dalam kegiatan sosial, warga Sunda juga sering
terlibat aktif. Bahkan tidak jarang menjadi motor
penggerak. Ini membuktikan masyarakat Sunda tidak
menjaga jarak atau ingin eksklusif. "Kami sudah
diterima dan menjadi bagian tak terpisahkan dari
kehidupan masyarakat Deli Serdang," aku Ato bangga.
Masyarakat asal Jabar di Deli Serdang tersebar di
sejumlah titik seperti Babarakan, Kampung Banten, Batu
Dalapan, Dolok Masikul, Sunggal, dan Tanjung Morawa.
Meski yang tergabung dalam PWS resminya berjumlah 700
orang, bisa saja di lapangan jumlah warga Sunda lebih
dari itu. Apalagi sudah banyak masyarakat asal Jawa
Barat yang melakukan perkawinan dengan masyarakat
setempat. PWS sendiri terbuka untuk menerima
keanggotaan bagi masyarakat yang telah melakukan
perkawinan silang itu.
"Kami tidak membuat aturan yang mengekang, seperti
melarang masyarakat asal Jawa Barat menikah dengan
warga setempat. PWS justru mendukung perkawinan silang
itu dengan harapan mempercepat program pembauran.
Walau begitu, kami mengharapkan mereka jangan
melupakan tanah leluhurnya sebagai warga Jawa Barat,"
kata Ato Juarsa yang asli Cikajang Garut.
Ato Juarsa menjelaskan, sebagian besar warga asal
Jabar yang tinggal di Deli Serdang, awalnya menjalani
profesi sebagai petani. Mereka hanya mengolah kebun di
pekarangan sekitar rumahnya. Dalam perkembangannya,
anak dan cucu mereka menjalani profesi lain. Ada yang
jadi pedagang. Tak sedikit pula yang bekerja kantoran,
baik sebagai pegawai negeri maupun swasta.
Motivasi masyarakat asal Jabar untuk bisa bertahan
hidup di tanah Deli Serdang cukup tinggi. Mereka
terpacu oleh kehidupan masyarakat setempat, yang mau
bekerja keras. Warga setempat mengajarkan bagaimana
bisa survive dalam kehidupan dengan fasilitas serba
terbatas. "Karakter masyarakat Deli yang keras, itu
terbentuk karena lingkungan memaksa begitu. Namun,
hubungan antarpersonalnya cukup baik dan tetap
mencirikan masyarakat di pedesaan yang teguh memegang
prinsip gotong royong," jelas Ato Juarsa.
Menurut Ato Juarsa, selain menjalin hubungan baik
dengan masyarakat setempat, warga asal Jabar walau
sudah lama tinggal di Deli Serdang tidak memutuskan
komunikasi dan terus memantau perkembangan yang
terjadi di Jabar sendiri. Jika mendengar ada bencana
di Jabar, melalui wadah PWS mereka berusaha
mengumpulkan bantuan. Demikian juga jika ada warga
Jabar yang akan melakukan kegiatan di Deli Serdang,
PWS akan memfasilitasi segala kebutuhan.
Seperti yang terjadi Rabu (4/5), saat tim Persib
Bandung melakukan pertandingan tandang melawan PSDS di
Deli Serdang, anggota PWS tidak hanya memberikan
penyambutan, tapi juga hadir beramai-ramai ke Lapangan
Baharoeddin Siregar sebagai bobotoh Maung Bandung.
"Kami sudah biasa memberikan dukungan kepada Persib,
sejak zaman Robby Darwis. Kami harapkan dukungan ini
bisa memotivasi semangat bertanding pemain Persib,"
ujar Juarsa.
Sayangnya, warga asal Jabar yang tergabung dalam PWS
akhirnya harus sedikit kecewa karena tim Persib yang
didukungnya gagal meraih kemenangan. (Anef/ "PR")***
*******************************************************
geuningan Persib teh eleh maen na teh, beu' tapi da
abdimah angger we bobotoh satia persib!!
baktos
nenny, kalong batam
"Nineung Ka Lembur Kuring"
http://nenden.multiply.com
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
http://smallbusiness.yahoo.com/resources/
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/HO7EnA/3MnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/