Punteh ah... ieu aya berita ti gatra..
 
NIa
 
 
Disodok Khadam Sang Ustad

Dinda Saat Keterangan Pers (GATRA/Wisnu Wage Pamungkas)REPUTASI Pondok Pesantren Daarut Tauhid (DT), Bandung, sebagai bengkel akhlak menjadi gunjingan sepekan belakangan ini. Adalah kabar seorang gadis yang mengaku dicabuli seorang ustad DT yang menjadi pemicunya. Menjadi gunjingan karena pesantren DT adalah milik Abdullah Gymnastiar yang kondang dipanggil Aa Gym itu.

Jika pengakuan Dinda, 20 tahun, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang dilansir sejumlah media massa itu benar, ini sungguh mencoreng citra pesantren DT. Kejadiannya sendiri, kata Dinda, berlangsung pada penghujung September 2003. Ketika itu, ia mendatangi pesantren DT di Jalan Geger Kalong, Bandung, dengan maksud berkonsultasi. "Saya ingin mencari cara mengobati ibu saya yang sakit," kata sulung dari lima bersaudara ini.

Semula Dinda bermaksud menemui Saiful Islam Mubarok, ustad DT yang sering didengarnya siaran di radio MQ FM. Namun lantaran Saiful sedang tidak berada di tempat, Dinda kemudian dilayani di Seksi Konsultasi Departemen Pendidikan DT. Kepada Ahmad Ramdani, ustad yang menerimanya, Dinda menerangkan maksud kedatangannya.

Beberapa saat kemudian, Ahmad membaca surat Al-Kahfi ayat 50 sampai 53. "Setelah itu dia terus melihati saya dari atas ke bawah," kata Dinda. Ahmad kemudian memboncengnya dengan sepeda motor menuju Lembang untuk menjalani pengobatan. Belum sampai di Lembang, Ahmad membelokkan sepeda motornya ke Hotel Anugrah. Di dalam kamar, Ahmad meminta Dinda membuka bajunya. "Saya coba lari lewat jendela, tapi dia menarik saya," kata Dinda.

Kemudian tubuh gadis berkacamata minus ini dibaringkan di tempat tidur. "Kamu sudah nikah mut'ah dengan Ahmad Ramdani. Dengan mahar Rp 50.000," ucap Ahmad seperti ditirukan Dinda. Sejurus kemudian, Ahmad pun melaksanakan hajatnya. Dinda mengaku hanya bisa menangis.

Dua hari setelah itu, Dinda mengaku terus gelisah. Dia kemudian menceritakan apa yang dialaminya pada ayahnya, dan mengajaknya bertemu Ahmad di DT. Saat ditemui, Ahmad mengaku yang mengobati Dinda adalah khadam yang ia miliki. Namun ia tak menolak bahwa Dinda sudah di mut'ah. "Bagaimana kalau saya nikahi anak Bapak sekarang juga?" kata Ahmad waktu itu. Kemudian disepakati pernikahan dilangsungkan seminggu kemudian. Ahmad memberikan uang Rp 800.000 sebagai mahar.

Sepekan kemudian, rumah Dinda di bilangan Kiaracondong, Bandung, didatangi rombongan keluarga Ahmad yang meminta dilakukan perceraian. Dinda mengaku stres menerima kejadian itu. "Saya bahkan sempat dibawa ke rumah sakit jiwa," katanya.

Namun perlahan-lahan Dinda mengaku kembali menemukan jati dirinya. Ia kembali kuliah dan bergaul dengan teman-temannya. Agar kejadian itu tak terus menghantui pikiran, Dinda kemudian bercerita kepada salah seorang dosennya. "Saya merasa telah melakukan perbuatan dosa," kata Dinda. Persoalan ini kemudian sampai ke pihak rektorat.

Rektor UPI H. Mohammad Fakry Gaffar kemudian membentuk tim investigasi. Tim yang diketuai Toto Suryana ini sempat mempertemukan kedua pihak untuk melakukan islah di Hotel Cipaku pada 3 September 2004 lalu. Dalam pertemuan itu dilangsungkan sumpah mubahalat. "Kalau berbohong masing-masing akan dilaknat oleh Allah SWT," kata Dinda.

Menurut Dinda, dalam islah itu mereka sepakat untuk menyudahi persoalan. Sebagai kompensasinya, pihak DT akan membangunkan rumah dan memberi uang kuliah kepada Dinda. Tapi tunggu punya tunggu, kompensasi itu tak kunjung diberikan. Dinda kemudian memberanikan diri mengontak Aa Gym. "Aa, ini musibah terhadap saya. Harus saya perjuangkan. Kalau perlu mesti ke pengadilan," kata Dinda.

Dinda bercerita, Aa Gym sempat berang sewaktu mendengar ia bersiap membawa persoalan ini ke pengadilan. Tapi kemudian Aa Gym mengutarakan akan membela Dinda dan Ahmad.

Berbulan-bulan dihantui persoalan ini, Dinda kemudian membukanya kepada pers. ''Saya ingin Ramdani bertanggung jawab secara hukum atas apa yang telah diperbuatnya," kata Dinda. Selain itu, ia juga minta DT mengoreksi apa yang telah dilakukan ustadnya.

Pihak DT lewat humasnya, Arief Rahman, membantah apa yang diceritakan Dinda. "Itu fitnah. Tidak mungkin seorang ustad melakukan hal seperti itu," katanya. Menurut Arief, nama Ahmad Ramdani memang pernah tercatat sebagai ustad di DT. "Tapi yang bersangkutan sudah mengundurkan diri beberapa bulan yang lalu," katanya. Bantahan serupa juga dikemukakan Ahmad Ramdani. "Dia hanya berhalusinasi. Ini menyangkut kondisi kesehatan dia," kata Ahmad seperti dikutip Detik.Com.

Aa Gym, yang sedang berada di Mekkah melaksanakan umrah, sempat mengirimkan pesan singkat lewat SMS kepada Gatra. "Semoga Allah Yang Mahatahu yang sebenarnya terjadi, mengungkapkan kebenaran," katanya.

[Taufik Abriansyah dan Wisnu Wage Pamungkas (Bandung)]
[Kriminalitas, Gatra Nomor 26 Beredar Senin, 9 Mei 2005]


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke