Ziarah
Bagaimana hukumnya berziarah, bagi orang yang tidak tahu arti dan makna ziarah dan bagaimana jika kita mengajak ziarah pada orang yang tidak mengerti ilmu ziarah ?
Rahmat Taufik
Villa Ciomas Indah
2002-12-18
18:54:00
Jawaban:
Ziarah pada orang yang masih hidup gunanya adalah untuk menguatkan tali kasih sayang (silaturrahim). Ini merupakan perintah Allah SWT kepada setiap muslim untuk menyambung silaturrahim. Selain itu dengan adanya ziarah diharapkan kita bisa saling lebih mengenal dan berikutnya bisa saling menolong dan membela. Juga bisa untuk menambah ilmu, wawasan dan juga dakwah.
Sedangkan ziarah kepada orang yang sudah mati juga merupakan sunnah yang dahulu pernah dilarang, namun kemudian larangan itu dicabut oleh Rasulullah SAW.
?Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, tapi kini silahkan ziarahi? (al-Hadits).
Diantara manfaat yang dapat diambi dari ziarah kubur antara lain: 1. Untuk mengingat mati sehingga diaharapkan sepulang dari ziarah kubur kita lebih serius dalam mempersiapkan kematian itu dengan meningkatkan kedekatan kita kepadanya dan memperbanyak bekal untuk dibawa ke akhirat.
2. Untuk mendoakan ahli kubur, karena doa yang kita panjatkan akan meringankan siksanya.
Dan dalam ziarah kubur harus dihindari hal-hal yang dilarang antara lain: 1. Meminta berkah dan bantuan dari penghuni kubur, seperti minta kaya, minta jodoh, petunjuk nomor buntut dan lain-lain. 2. Shalat menghadap kuburan 3. Memberi sesajen, makanan atau pemberian kepada ruh yang ada dikuburan.
Karena itu bila ingin berziarah kubur, seharusnya setiap orang mengerti mana hal yang harus dikerjakana atau tidak boleh, agar tidak terjerumus pada sesuatu yang haram.
Wallahu a'lam bis-shawab.
Ziarah Ke Makam Orang Shalih
Assalamualaikum...wr.wb pak ustadz....saya adalah seorang wiraswasta dan waktu itu saya pernah ziarah ke salah satu makam yang ada dicirebon dan disana itu kata juru kunci makam, kita kirimkan doa buat yang dimakamkan disana setelah itu kita minta supaya yang dimakamkan itu meminta kepada allah swt supaya apa yang menjadi keinginan kita supaya di kabulkan yang saya ingin tanyakankan betul tidak seorang wali yang sudah meninggal itu dapat mendoakan kita....
Ary
Jl.matraman Raya
2004-01-29 17:13:21
Jawaban:
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,
Hukum ziarah ke kubur itu jelas dianjurkan dalam Islam. Karena didalamnya terkandung pesan agar kita ingat bahwa sebentar lagi kita pun akan ada di dalamnya. Dan semua orang pastilah akan menjadi penghuninya, cepat atau lambat.
Meski ziarah kubur ini dahulu pernah dilarang, namun Rasulullah SAW kemudian menasakh pelarangan itu dengan sabda beliau :
Dari Buraidah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,?Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang silahkan berziarah? (HR. Muslim 2/672).
Dan di dalam rangka berziarah kubur itu, kita disunnahkan untuk berdoa, yakni mendoakan mayit yang ada di kubur itu. Dan sebagai makhluq yang sudah mati, tentu doanya bukan minta fasilitas kehidupan seperti punya anak, istri cantik, duit banyak, lulus ujian, diterima pekerjaan, dagangan laku atau terpilih jadi anggota legislatif. Mereka sudah tidak butuh semua itu di alam barzakh. Yang mereka butuhkan adalah keringan dari siksa kubur dan pahala yang akan membuat mereka bisa masuk surga.
Untuk itu maka Rasulullah SAW mengajarkan bila kita berziarah kubur untuk mendoakan mayat dengan lafaz
Dari ?Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW: ?Bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab, ?Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu?min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya ?insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).
Dari Ustman bin ?Affan ra berkata:? Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda:? mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya? (HR Abu Dawud)
Namun keyakinan bahwa orang yang sudah mati itu lantas berdoa juga kepada Allah SWT untuk kebaikan kita, maka ada yang salah dalam memahaminya. Selain itu, menziarahi makam para wali itu harus dicermati dengan pemahaman akidah yang benar. Misalnya antar lain :
- Bahwa orang yang sudah mati itu tidak bisa berdoa demi keselamatan dirinya sendiri, bahkan sibuk mengharapkan kiriman pahala bantuan dari orang yang masih hidup. Lalu bagaimana pula dia berdoa untuk keselamatan orang lain ?
- Bahwa kita dibolehkan meminta untuk didoakan oleh orang yang shaleh dan dekat hubungan dengan Allah SWT. Namun bila orang shalih itu sudah wafat, tentu saja sudah lain lagi urusannya. Sebab mereka yang sudah mati sudah tidak lagi berurusan dengan yang masih hidup.
- Bahwa meminta kepada mendoakan orang yang sudah wafat agar ruh orang mati itu mendoakan kita bukanlah sesuatu yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dan pada prakteknya, justru hal itu sangat sulit dibedakan dengan meminta kepada ruh orang mati. Minta istri, lulus ujian, dagangan laku, naik jabatan, terpilih jadi wakil rakyat dan seterusnya. Tentu saja meminta kepada selain Allah SWT adalah syirik yang harus dihilangkan.
- Dan sebenarnya, para wali yang diziarahi itu dulunya bukanlah tokoh sakti mandraguna yang punya sekian jenis ajian ghaib. Mereka itu adalah para pemimpin wilayah negeri Islam dalam sistem hukum negara Islam Demak. Istilah ?wali? yang disematkan kepada mereka bukanlah waliyullah yang umumnya dinisbatkan kepada orang ahli ibadat dan punya keistimewaan ini dan itu. Namun makna wali adalah pemimpin sebuah wilayah secara hukum dan administratif. Barangkali sekarang ini seperti gubernur. Hanya saja sistem hukumnya adalah hukum Islam. Itulah yang dikatakan para sejarawan tentang para wali songo itu.
- Sedangkan cerita yang beredar di tengah masyarakat itu sebenarnya tidak pernah bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya secara ilmiyah. Dan alangkah naifnya bila sosok para pemimpin Islam dan penyebar Islam di tanah Jawa itu disamakan dengan tokoh dunia persilatan yang bisa terbang, menghilang, bisa membuat hal ghaib dan sejenisnya. Sungguh sebuah pemahaman keliru yang disengaja oleh pihak yang ingin mencoreng nama baik Islam.
Untuk itu cukuplah hadits Rasulullah SAW melarang kita melakukan praktek peribadatan di area makam orang shalih berikut ini :
Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW telah melaknat orang-orang yang kerjanya ziarah kubur, orang yang menjadikan kuburan itu masjid dan meletakkan lampu di atasnya?. (HR. Ahmad, Abu Daud, Nasai, Tirmizay, Ibnu Hibban dll).
Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nyadran, Nyekar, Ziarah Menjelang Ramadan
Adakah keterangan nash Alquran maupun hadis tentang tradisi nyadran, nyekar atau berziarah ke makam kerabat menjelang Ramadan ? Mohon segera dijawab, mumpung belum Ramadan. Jazakumullahu khaira Jazaa
Abu Ihya
Bantul
2003-10-13 16:22:11
Jawaban:
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d
Tradisi itu memang tidak disebutkan di dalam Al-Quran Al-Karim maupun dalam hadits Rasulullah SAW. Kami tidak menemukan dalil bahwa Rasulullah SAW atau para shahabat melakukan nyekar atau nyadran serta berziarah ke makam keramat menjelang bulan ramadhan. Sebagaimana kami juga tidak mendapatkan dalil yang memerintahkan kita untuk berziarah kubur pada hari raya 'Ideul Fitri. Itu semua merupakan tradisi yang tidak ada kaitannya dengan perintah syariah Islam yang lurus.
Meski pun demikian, Islam tidak melarang seseorang untuk berziarah kubur atau melakukan silaturrahim dengan sanak saudara.
Dahulu memang ziarah kubur itu pernah dilarang namun kemudian dibolehkan. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW tentang ziarah kubur :
"Dahulu Aku (Rasulullah SAW) melarang kalian ziarah kubur, namun sekarang silahkan berziarah kubur". (HR. Muslim dan merupakan hadits Shahih dan terdapat dalam syarah imam Nawawi)
Untuk itu hendaklah apa yang kita lakukan saat berziarah kubur harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Salah satunya adalah mengucapkan salam kepada ahli kubur dengan salam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW :
Assalamu alaikum ya ahlad diyari minal mu'minin wal muslimin, wa inna insyaa Allahu bikum lahiqun. As'alullaha lana wa lakum al-'afiyah.
Assalamu 'alaikum wahai penduduk kuburan orang beriman dan orang Islam, Inysa Allah kami akan menyusul kalian. Aku meminta bagi kami dan kalian keselamatan. (HR. Muslim).
Sedangkan perbuatan meminta kepada kuburan atau meminta kepada ruh orang yang sudah mati adalah perbuatan yang diharamkan karena bisa dikategorikan syirik. Termasuk juga mengusap-usap kuburan dengan tujuan bisa mendapatkan barakah dan kekayaan atau menjadi lancar usahanya, minta diberi jodoh atau lulus ujian adalah teramsuk perbuatan yang diharamkan.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam
Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Mpup <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Ngeunaan jiarah kubur, aya anu ngengingkeun istri jarah, aya oge anu
teu kenging istri ngiring jarah... sareng aya anu kenging nganggo
sendal/sapatu (alas kaki), aya oge anu ngaharamkeun ka makam nganggo
alas kaki... Maksad abdi sanes jarah ka makam karamat/ anu
dikaramatkeun, ieu mah jarah biasa wae, nadran ka karuhun urang
atanapi nini/aki, indung/bapa urang nu geus parupus...
Jeung deui aya nu percaya yen ngadu'akeun di payuneun kuburanna teh
sae pisan, aya oge nu henteu.. ceuk nu henteu, cnah urusan nu maot
mah geus we nepi ka maotna, teu kudu didu'akeun, mun rek ngadu'akeun
cukup di bumi bae, teu kudu di caket kuburanana.... aya oge nu sok
kabiasaanna mangmacakeun/hadiah surat Yasiin hususon kanggo anu tos
parupus, aya oge nu teu percaya yen anu dibacakeun ku urang pikeun
ngadu'akeun nu maot teh dugi ka aranjeunna....
Aya anu percaya yen roh unggal malem jumaah nguriling ka imahna, ka
dulur-dulurna, naha mangdu'akeun henteu keur aranjeunna.. cenah mah
mun anu henteu aya du'a, roh teh balik bari ceurik... aya oge nu teu
percaya ngeunaan hal ieu da roh mah geus aya di alam barzah, teu
bisa ngalongok atawa ngaharepkeun du'a ti nu harirup keneh...
Ceuk anu percaya, cenah bisa ngirangan dosa/siksa ka anu maot
upamina urang ngadu'akeun...
Nyuhunkeun pituduhna ngeunaan hal ieu.....
~ipup~
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

