|
Jakarta, Arfa Karim Randhawa, bocah asal Pakistan yang baru berusia
sepuluh tahun,menjadi pemegang sertifikat 'insinyur' Microsoft termuda.
Hebatnya lagi,Randhawa yang sedang bertemu Bill Gates,ternyata seorang
perempuan. Top!
Hal itu terungkap seperti dikutip detikinet dari
vnunet.com, Senin (15/7/2005).Randhawa sendiri memang diundang
oleh 'dedengkot' Microsoft, Bill Gates,
untuk bertemu dan melakukan tour keliling kampus Microsoft di Redmond, Amerika
Serikat. Bos besar itu tampaknya ingin melihat sendiri dari dekat sosok anak
yang mungkin kelak 'membunuh'-nya.
Sepanjang perjalanan tur, Randhawa tak
henti-hentinya bertanya pada Gates.Keingintahuan Randhawa yang berasal dari
Faisalabad di Pakistan,sangat besar untuk anak seusianya. Pertanyaan seperti
'Kenapa anak-anak belum boleh bekerja untuk Microsoft?'dan 'Kenapa jumlah
pekerja wanita di Microsoft lebih sedikit dibanding pria?' terlontar dari mulut
Randhawa.
Bahkan pemegang sertifikat Microsoft Certified Application
Developer,berani menasihati Gates agar adil dalam mempekerjakan pria dan wanita
tanpa membedakan gender. Gates pun menjawab semua pertanyaan yang diajukan
Randhawa dengan sangat diplomatis.Menurutnya, anak-anak dilarang bekerja
terlebih dahulu karena mereka harus sekolah.Yang bisa diartikan masa-masa
sekolah anak-anak yang indah tak akan terulang untuk kedua kalinya.
Gates
juga menjanjikan pekerjaan yang pantas untuk Randhawa setelah ia mencapai
jenjang SMU. Tentang pekerja wanita yang lebih sedikit, Gates hanya
berkomentar bahwa peminat teknologi dari kalangan wanita memang sedikit. Hal
itu membuat Randhawa makin istimewa. Randhawa sudah mengenal komputer sejak
balita. Randhawa kecil merengek pada ayahnya untuk dibelikan seperangkat
komputer saat masih berusia 5 tahun. Sejak saat itu dia diterima di fakultas
komputer tingkat lanjut Applied Technologies Pakistan. Bocah Pakistan
pemegang sertifikat Microsoft Certified Application Developer, berencana
menjadi pemegang sertifikat Microsoft Certified Solution
Developer.Sertifikasi itu berpengaruh pada pembangunan program aplikasi
bisnis. Ck..ck..ck.. anak sekecil itu..
Bahkan Randhawa sudah membuat
rencana jangka panjang dan memandang ke depan.Kuliah di Universitas Harvard
dan berkarir di Microsoft sudah terbayang di benaknya. Hebat! Bagaimana
dengan anak Indonesia?....
|
ÿþS
<<attachment: ir._microsoft_-_randhawa.jpg>>