Muhun.. kuring ge bingung ninggal kaayaan sapertos kiyeu the…

Naon Anu di pilarian?

 

 


From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Waluya
Sent: Monday, August 08, 2005 4:08 PM
To: [email protected]; [email protected]; [email protected]
Subject: [Urang Sunda] Detikcom: Pendukung Gus Dur di Jatim Ngamuk, Ancam Serang MMI

 

Maca wartos dihandap ieu, kuring jadi bingung. Marebutkeun naon
atuh nya, nepi ka kudu silih ancam rek saling serebu kitu?. Cik
atuh sing areling, loba keneh urusan di Indonesia teh, nu kudu
dibenerkeun, jiga busung lapar, flu burung, BBM jarang jrrd ....

Mangga geura wartosna :

Pendukung Gus Dur di Jatim Ngamuk, Ancam Serang MMI
Budi Sugiharto - detikcom

Surabaya - Puluhan Satgas DPW Caretaker PKB Jatim ngamuk. Sambil
menenteng pedang, keris, dan clurit, mereka mengancam akan menyerang
kantor Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). MMI dianggap telah
menghina
Gus Dur.

MMI wilayah Jatim bisa menghindari amuk pendukung Gus Dur jika
mereka
menyampaikan permintaan maaf dalam tempo 1x24 jam. Permintaan
maaf itu
harus disampaikan lewat media massa.

"MMI telah menghina dan melecehkan Gus Dur," tegas Komandan Satgas
Slamet Santoso dalam aksinya di kantor DPW Caretaker PKB Jatim,
Jalan
Ketintang Baru I, Surabaya, Senin (8/8/2005).

Aksi pendukung Gus Dur berawal dari pernyataan Ketua Dewan MMI Jatim
Yunus Muhammad Bakaur usai tablig akbar pada Minggu (7/8/2005)
kemarin. Kepada wartawan, Yunus mengecam Gus Dur yang dianggap telah
melindungi penganut ajaran Ahmadiyah.

Dalam pernyataannya, Yunus menuding Gus Dur yang kini menjabat
sebagai
Ketua Dewan Syuro PKB sebagai orang gila dan tidak rasional.
"Nantinya
bukan Ahmadiyah yang disembelih, tapi Gus Dur dan Ulil (Koordinator
Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla) yang akan disembelih,"
kata Yunus.

Pernyataan Yunus langsung membuat panas pendukung Gus Dur. Puluhan
satgas langsung meluapkan kemarahannya dengan berdemo di kantor DPW
Caretaker PKB Jatim, Minggu malam.

Aksi tersebut berlanjut hingga Senin ini. Sejak pagi, puluhan satgas
sudah berkumpul di kantor tersebut. Mereka mempreteli lampu-lampu
neon
yang ada di kantor tersebut. Lampu berukuran panjang itu lalu
dipukul-pukulkan ke kepala mereka. Satgas PKB juga menenteng senjata
tajam, seperti pedang, keris, dan clurit.

"Kita siap menyerang MMI. Kita siap mati sebelum Gus Dur disembelih.
Kalau mereka ingin menyembelih Gus Dur, kita wajib mati duluan.
Mereka
harus langkahi mayat kita. Kalau mereka ngaku NU, kita juga NU
tulen.
Buktikan kalau Yunus pernah menjadi pengawal Gus Dur," kata Slamet
sambil menenteng-nenteng kerisnya.

Para satgas ini juga memaksakan diri mendatangi kantor MMI di
kawasan
Perak Barat, Surabaya. Namun niat mereka berhasil dicegah Wakil
Ketua
PKB Caretaker Jatim Relies Sumitro.

Namun jika dalam waktu 1x24 jam tidak ada permintaan maaf dan
pengusutan secara hukum oleh aparat, Relies mengaku tidak mampu
meredam pendukung Gus Dur. "Kita serahkan ke masing-masing pendukung
Gus Dur kalau upaya yang kita minta tidak dipenuhi. Bagaimana pun
juga
pernyataan itu telah melukai pendukung Gus Dur di Indonesia," kata
Relies, seraya menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan
DPP PKB.

Aksi pendukung Gus Dur juga berupaya diredam Kapolsekta Gayungan AKP
Wiwik Setyoningsih. Dia meminta massa tidak lakukan aksi anarkis.
"Saya janji akan mengusut pernyataan MMI," janji Wiwik.




Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Culture Corporate culture Hawaiian culture
Hispanic culture Jewish culture Organizational culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke