Baraya, ieu wartos perkawis Salik nu BBD di Bali tea. Ceuk pamendak 
si kuring mah (lamun ieu wartos leres) kacida teuing eta Bupati 
sareng aparat pamerentah Majalengka, make "sieun" ku layon (sesa) 
Salik sagala. Kuduna mah para "petinggi" Majalengka teh ngahormat 
sakedik ka kahayang kulawarga Salik, nu hoyong nguburkeun layon 
Salik di lemburna. Kadang-kadang di urang mah sagala rupa teh sok 
kaleuleuwihi (teuing)!

Baktos,
WALUYA

Bupati Majalengka Tolak Mayat Salik Firdaus 
 
 Penulis: Mahfud

JAKARTA--MIOL: Bupati Majalengka dan Camat Cikijing menolak jenazah 
pelaku bom Bali II, Moh Salik Firdaus untuk dimakamkan di wilayah 
Majalengka dengan alasan bukan warga daerah tersebut.

Penolakan Bupati Majalengka dan Camat Cikijing diungkapkan kuasa 
hukum keluarga Salik, Emi Klanawidjaya di Mabes Polri, Senin 
(28/11). "Aparat ingin bersih lingkungan. Padahal masyarakat tidak 
ada penolakan," katanya yang datang ke Mabes Polri tanpa ditemani 
keluarga Salik.

Selain itu Emi juga mengungkapkan keluarga Salik tergolong miskin 
sehingga tidak mampu membiayai pemulangan jenazah salah satu anggota 
keluarganya tersebut. "Karena itu pemakamannya kita serahkan kepada 
Polri," cetusnya.

Penyerahan pemakaman kepada Polri, tutur Emi, secara resmi sudah 
diajukan keluarga Salik lewat surat kepada Polri. Surat tersebut 
kemarin diantarkan Emi ke Bareskrim kemarin.

"Pihak Mabes juga setuju dan menawarkan alternatif tiga lokasi 
pemakaman antara lain TPU Tanah Kusir dan TPU dekat Kramat Jati, 
Jakarta Timur," jelas Emi.

Pemakaman oleh Polri dijadwalkan Rabu besok. Pihak keluarga Salik 
direncanakan menyaksikan pemakaman tersebut.

Sementara itu keluarga Agus Puryanto alias Arman, membenarkan bahwa 
mayat yang turut tewas bersama Dr Azahari yang kini tersimpan di RS 
Polri Sukanto adalah Agus Puryanto. Kuasa hukum keluarga Agus 
Puryanto, M Kurniawan menyatakan hal tersebut setelah pihak keluarga 
datang ke RS Polri Sukanto Kramat Jati.

Pihak keluarga yang hadir ke RS Polri antara lain Sumadi--orangtua 
Agus, dan pamannya, Pardi. "Mereka mengenali Agus dari beberapa ciri 
yaitu ada benjolan ditelinga dan rambutnya yang agak lurus," katanya 
di Mabes Polri.

Karena itu pihak keluarga kemarin membawa jenazah Agus dari RS Polri 
untuk dibawa ke Dusun Paldaplang, Desa Kauman, Widodaren, Ngawi, 
Jatim. Kurniawan mengaku orangtua Agus adalah buruh tani sehingga 
tidak mampu membiayai biaya kepulangan jenazah anaknya untuk 
dimakamkan di Ngawi.

"Keluarga minta bantaun Polri sarana pemulangan seperti mobil 
ambulan," tuturnya seraya menyatakan lurah Desa Kauman menyetujui 
pemulangan jenazah Agus Puryanto. (Fud/OL-06)

 
 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/wlSUMA/LpQLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke