Punteun teu disundakeun

Antara Para Wali dan Paranormal

---------------------------------------------------------------


Tanya:
Saya ingin menanyakan tentang wali Allah yang menurut
sementara orang adalah orang yang suci dan mempunyai
kemampuan linuwih (semacam mukjizat). Katanya wali itu
sukanya aneh-aneh atau nyentrik dalam berpakaian dan
berperilaku, tidak seperti umumnya yang biasa.

Apakah atau siapakah sebenarnya wali itu? Bisakah
orang biasa mengetahui seseorang itu menjadi wali atau
tidak? Apakah wali sama dengan mereka yang disebut
"paranormal" atau "orang pintar"? Mohon dijelaskan
sejelas-jelasnya.

Atas penjelasan saya sampaikan banyak terima kasih.

Hamba Allah
dari Semarang Timur

Jawab:
Memang akhir-akhir ini, entah kenapa, saya banyak
menerima pertanyaan seperti yang Anda ajukan. Apa
memang karena sekarang ini banyak "wali" bermunculan,
ataukah ini justru pertanda masyarakat sebenarnya
mengharap-harap munculnya wali-wali, orang-orang
bersih, tempat berpaling?

Percaya atau tidak, saya pernah ditanya oleh seseorang
apakah Gus Dur (Abdurrachman Wahid) dan Cak Nun (Emha
Ainun Nadjib) itu wali. (Ini barangkali juga karena
opini yang berkembang di masyarakat tentang wali;
orang hebat yang sekaligus nyentrik).

Terlepas dari itu, saya ingin menjawab pertanyaan Anda
berdasarkan apa yang saya ketahui. Mudah-mudahan
jawaban saya ada manfaatnya khususnya bagi merteka
yang menaruh perhatian terhadap masalah ini.

Menurut bahasa, wali itu lawan kata 'aduw, musuh.
Jadi, bisa berarti sahabat, kawan, atau kekasih.
Umumnya wali Allah berarti kekasih Allah.

Menurut istilah Ahli Hakikat, wlai mempunyai dua
pengertian.

Pertama, orang yang dijaga dan dilindungi Allah,
sehingga dia tidak dan tidak perlu menyandarkan diri
dan mengandalkan pada dirinya sendiri. Seperti dalam
Al-Quran surah 7. Al-A'raaf: 196:

"Sesungguhnya pelindungku ialah Allah Yang telah
menurunkan Al-Kitab (Al-Quran) dan Dia melindung
orang-orang yang saleh."

Kedua, orang yang melaksanakn ibadah kepada Allah dan
mentaati-Nya secara tekun terus-menerus tak pernah
kendur dan tidak diselingi dengan berbuat maksiat,
maka Allah pun mencintainya dan melindunginya.

Keduanya, menurut Ahli Hakikat, merupakan syarat
kewalian. Wali haruslah orang yang terpelihara
(mahfuzh) dari melanggar syarak dan karenanya
dilindungi oleh Allah, sebagaimana nabi adalah orang
yang terjaga (ma'shum) dari berbuat dosa dan dijaga
oleh-Nya.

Jadi, setiap orang yang melanggar syarak kok mengaku
---atau dianggap--- wali, jelas dia adalah orang yang
menipu atau tertipu.

Ada yang mengatakan tanda-tanda wali Allah ada tiga: 
Himmah atau seluruh perhatiannya hanya kepada Allah 
Tujuannya hanya kepada Allah 
Kesibukannnya hanya dengan Allah 
Ada juga yang mengatakan tanda-tanda wali Alllah:
senantiasa memandang rendah dan kecil kepada diri
sendiri serta khawatir akah jatuh dari kedudukannya
(di mata Allah) di mana dia berada (Baca "Jamharat
al-Auliyaa wa a'laamu Ahli at-Tashawwuf," halaman
73-119).

Kalau menurut Al-Quranm ini tentu saja yang paling
benar, wali Allah adalah orang-orang mukmin yang
senantiasa bertakwa dan karenanya mendapat karunia
tidak mempunyai rasa takut (kecuali kepada Allah) dan
tidak pernah bersedih. Seperti dalam Al-Quran surah
10. Yunus 62-63:

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan
mereka selalu bertakwa."

Atau dengan kata lain, wali Allah adalah orang mukmin
yang senantiasa mendekat (taqarrub) kepada Allah
dengan terus mematuhi-Nya dan mematuhi Rasul-Nya.
Sehingga kahirnya dia dianugerahi karamah, semacam
"sifat ilmu linuwih" (seperti mukjizat untuk nabi,
bedanya, mukjizat nabi mengikui pengakuat ---dan
sebagai bukti--- kenabian; sedang karamah wali tidak
mengikuti pengakuan kewalian).

Dalam sebuah hadis Qudsi (hadis Nabi Saw. yang
menceritakan firman Allah) yang diriwayatkan Imam
al-Bukhari dari shahabat Abu Hurairah r.a., Rasulullah
Saw. bersabda yang artinya demikian:
"Allah Ta'ala telah berfirman: 'Barangsiapa memusuhi
wali-Ku, maka aku benar-benar mengumumkan perang
terhadapnya. Hambaku tidak berdekat-dekat, taqarrub,
kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai melebihi
apa yang telah Aku fardukan kepadanya. Tak
henti-hentinya hamba-Ku mendekat-dekat kepada-Ku
dengan melaksanakan kesunahan-kesunahan sampai Aku
mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya maka
Akulah pendengarannya dengan apa yang ia melihat.
Akulah tengannya dengan apa yang ia memukul. Akulah
kakinya dengan apa yang ia berjalan. Dan jika ia
meminta perlindungan kepada-Ku Aku akan
melindunginya."

Boleh saja orang mempunyai "sifat linuwih" ---misalnya
bisa membaca pikiran orang, bisa berkomunikasi dengan
binatang atau orang yang sudah mati, bisa berjalan di
atas air, atau kesentikan-kesentikan lainnya--- tapi
tentu saja dia tidak otomatis bisa disebut wali. Sebab
Dajjal, dukun, tukang sihir, "ahli hikmah", tukang
sulap, atau paranormal pun bisa memperlihatkan
kesentikan-kesentikan semacam itu. (Ingat, David
Copperfield pun bahkan bisa menembus Tembok Cina).

Sebaliknya, bisa saja seorang wali dalam kehidupannya
sama sekali tidak tampak "lain" dari orang-orang
biasa. Lihat saja, dari sembilan wali Tanah Jawa, yang
terkenal punya kesentikan paling-paling hanya Sunan
Kalijaga yang membuat soko guru mesjid Demak dengan
tatal dan Sunan Bonang yang mengubah buah pindang
tampak menjadi emas.

Jadi, kewalian seseorang tidak diukur dengan keanehan
dan kesentikannya, apalagi dengan kenyentrikan pakaian
dan perilakunya, melainkan dari kedekatan dan
ketakwaan kepada Allah.

Wallahu A'lam


Wassalam,
Endang


        
                
__________________________________ 
Yahoo! for Good - Make a difference this year. 
http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke