Lieur kuring mah kahayang para "Pajabat" teeh. Moal milu mikiran aah,
rek mikiran dapur wae sangkan bisa "ngebul" terus. Komo deui mun Iran
jadi di serang ku nagara Kulon (barat). Abong mun harga2 di urang teu 2x
- 3x lipet.
Kudu namah pajabat/pamarentah teeh mikir nepi ka dinya. Ulah ka
ngudag-ngudak / ngagugu kahayang / nafsu sewang-sewangan.

Eeehh...kalah nyarekan pajabat pamarentah...teu puguhhhh teuing ieu
teeh...
Nu penting mah Hidup PERSIB..............Sakali Persib tetap
baybeh.....hehehehe (nurutan ka Maman)

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of sara raka
Sent: Saturday, February 04, 2006 4:57 PM
To: [email protected]
Subject: [Urang Sunda] pindah ka kalimantan atawa ka sumatra

 
   
   
   
   
   
   
          BARAT    Ide Megapolitan Menuai Kecaman Banyak Kalangan
CIANJUR, (PR).-
Konsep pembangunan kawasan megapolitan yang diusulkan Gubernur DKI
Jakarta Sutiyoso dengan menyatukan Jakarta dengan daerah sekitarnya
termasuk Kabupaten Cianjur, mendapat kecaman dan penolakan dari berbagai
kalangan di Kabupaten Cianjur.
            KAWASAN Puncak Cianjur yang menjadi salah satu kawasan
wisata khas Jawa Barat. Konsep pembangunan kawasan megapolitan yang
diusulkan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dengan menyatukan Jakarta dengan
daerah sekitarnya termasuk Kabupaten Cianjur, mendapat kecaman dan
penolakan dari berbagai kalangan di Kabupaten Cianjur.*DUDI SUGANDI/"PR"
Menurut Bupati Cianjur Ir. Wasidi Swastomo, M.Si., konsep pembangunan
kawasan megapolitan bisa saja direalisasikan tanpa harus mengubah
struktur pemerintahan dengan menarik daerah yang ada di Provinsi Jawa
Barat termasuk Cianjur ke dalam pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
  "Tanpa harus melakukan perubahan pemerintahan, sebenarnya kawasan
megapolitan bisa saja terwujud dengan menjadikannya sebagai konsep
pembangunan daerah dan bukan pembentukan pemerintahan yang baru," ujar
Wasidi yang dihubungi, Jumat (3/2).
  Hal senada diungkapkan pula Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Kabupaten Cianjur, Drs. Ade Barkah Surahman. menurut Ade, kalau
pembangunan kawasan megapolitan bisa membawa daerah dan masyarakat
Cianjur kearah yang lebih baik maka pihaknya akan menyambut baik. Tapi
pembangunan kawasan megapolitan sendiri menurut Ade jangan dijadikan
alasan untuk membentuk pemerintahan baru, dengan menarik beberapa daerah
di Jawa Barat. 
  "Kalau untuk membawa Cianjur kearah yang lebih baik kami akan
mendukung, tapi kalau hanya ingin menjadikan Cianjur sebagai tempat
pembuangan sampah dari Jakarta itu saja jelas-jelas kami akan tolak,"
kata Ade. 
  Sementara itu, Wali Kota Bogor H. Diani Budiarto menyatakan sependapat
dengan Gubernur Jabar. "Saya sependapat dengan Pak Gubernur. Kalau
konsep megapolitan itu tidak akan mengubah wilayah administrasi, bisa
saja kita pahami," kata Diani singkat.
  Sedangkan Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Bogor H. Pery Soeparman
S.H., M.H. menyatakan akan membahas masalah tersebut. 
  Kenapa ditolak
  Pakar Otonomi Daerah Prof. Dr. Ryaas Rasyid, Jumat (3/2) kemarin
mengatakan, pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso soal rencananya
untuk membangun konsep megapolitan itu sulit dibantah oleh DPR. Jadi
eksistensinya ketiga daerah itu dilebur jadi satu dengan DKI. Namun,
penyelenggaraan pembangunan tetap menjadi bagian dari pemerintah daerah.
Demikian pula kedudukan DPRD, bupati dan wali kota tetap menjadi bagian
dari pemerintah daerah.
  "Saya yakin tidak ada daerah yang akan menolak masuk dalam pembentukan
megapolitan ini, sekarang ini yang penting masyarakat bukan
pemerintahnya, apalagi APBD DKI sangat besar mencapai Rp18 triliun,
sedangkan Jawa Barat hanya Rp 8 triliun, jadi kalau tiga wilayah itu
masuk ke DKI maka kesejahteraan masyarakat akan lebih terjamin, kalau
memang penggabungan itu bermanfaat untuk rakyat kenapa harus ditolak,"
tutur Ryaas seraya mengatakan konsep megapolitan itu tidak akan
bertentangan dengan Perda Nomor 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah.
Karena DKI Jakarta daerah khusus, maka bisa saja dibuat undang-undang
khusus.(A

   
   
  dek kumaha deui ieu teh....
   
  indonesia teh luas pan, atuh ulah ngotok ngowo....narikan daerah
jabar...
   
  lautan indonesia ge luas... kulantaran meh kakontrol nagar indonesia
nu sakitu luasna... nyieun megapolitanna di lluar jawa...
   
  lingkungan geus teu saimbang euy...
   
  ke titeleum geura...di jkt geus loba maksiat, bangsa urang geus mak2
mek2...
   
  balik deui2 ka paniatan, kumaha pejabatna... ulah ngarugikeun
rahayat...
   
  ..kesejahteraan? apa lo kesejahteraan?... di jakrta ge loba nu miskin
teu.. cicing di kolong jembatan..
   
  konsepna biasa.... nguliat deui kawas kapitalis....dihakan kabeh...
   
  aya duit, rahayat dirugikeun, cukong, wajah calo, preman, jsb..
   
  rencanana mikir ka hareup, ulah mikir jang urang cianjur wungkul....
   
  meh rata pembangunana , makana jig ka kalimantan....
   
  pulau jawa geus padedet, padedet maksiat, padedet ngagarong duit,
jeung tempat cikal bakal konsep nu salah....ah loba deui lah...
   
   
  ....
  aya ahli geus ahli geus nerekab kana atawa nyumput dina "kesejahtraan
sosial"...ah bahaya....
   
  pamarentah daerah ge boga konsep dina pangwangunan....
   
  naha ahayang di jabar, puguh weh da jabar mah alus alamna atuh...
   
  makana nyieun tuh di kalimantan, oge mun geus jadi "pamarentahan" di
kalimantan geura pek amun nyarios kedah ngangge bahasa indonesia yg baik
dan benar, lain ieu mah pejabat teh ngomongna gue-elu  ...kawas di
terminal wae.

                
---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

[Non-text portions of this message have been removed]



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links



 





Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke