Neruskeun artikel kiriman Kang Yudi, perkara artikel Gunawan Muhamad (GM). Nu 
katangkep ku kuring, artikel GM ngagiring opini isu RUUPP ka isu budaya Arab. 
Jigana perkara pakean nutup orat ngahaja dipisahkeun dina perkara ajaran agama, 
disaruakeun jeung budaya Arab. Mangga ieu aya artikel ti Koran Tempo, nu 
ngabahas artikel GM. (mh)
==========================
Koran Tempo. Opini. Jum’at, 10 Maret 2006  Permainan Logika Goenawan Mohamad
  Mencermati perkembangan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang 
Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP), sudah menjurus pada pelecehan terhadap 
budaya tertentu. Tulisan Goenawan Mohamad (GM) di Koran Tempo (8 Maret) 
menyebut RUU Antipornografi dan Pornoaksi sebagai RUU Porno yang kental dengan 
nuansa Timur Tengah (Arab). Pada titik ini, GM telah menyempitkan persoalan 
pornografi dan pornoaksi sebagai imbas dari budaya Arab. Logika ini sangat 
simplistis. Semua orang tahu dan sadar bahwa persoalan moralitas yang kemudian 
menjelma menjadi aturan mian bisa lahir dari mana saja, dari barat, timur, 
utara, selatan, dan dari seluruh penjuru mata angin serta diyakini oleh siapa 
pun dan di mana pun.
  Masalah RUU APP bukan persoalan budaya Arab yang partikular mau dipaksakan 
pada realitas sosial yang plural seperti Indonesia. Ini lebih menyangkut budaya 
dan tata krama berpakaian yang diyakini dapat menghambat laju pornografi dan 
pornoaksi di masyarakat Indonesia yang kebetulan mayoritas penduduknya beragama 
Islam. Dan sebagaimana kita maklumi bahwa semua ajaran agama, yang kemudian 
diyakini oleh mayoritas penghuni bumi ini, tidak pernah lepas dari realitas 
sosial budaya masyarakat setempat. Kalau kita konsisten terhadap kenyataan 
tersebut, tidak ada persoalan, apakah ia berasal dari budaya Arab atau budaya 
lainnya, kalau itu diyakini sebagai benteng pencegah pornografi dan pornoaksi 
harus diberlakukan.
  Dalam tulisan di Koran Tempo tersebut terdapat kutipan yang memperlihatkan 
ketidakajekan logika GM: Apakah Republik 17 ribu pulau ini--yang dihuni umat 
beragam agama dan adat ini--akan dikuasai oleh satu nilai seperti di Arab 
Saudi? Kalimat ini bisa dibalik: Apakah Republik 17 ribu pulau ini--yang dihuni 
umat beragam agama dan adat ini--akan dikuasai oleh satu nilai seperti di 
Amerika atau Barat? Jadi persoalannya bukan masalah Arab Saudi atau Barat, tapi 
sejauh mana nilai-nilai diyakini sebagai obat kegelisahan sekelompok orang atas 
maraknya pornografi dan pornoaksi. Tentu bagi mereka yang nilainya Barat, tidak 
ada problem dengan pornografi dan pornoaksi. Atas nama kebebasan, tak ada yang 
perlu diatur dan dibatasi.
  Namun, saya setuju bahwa di dalam RUU APP tersebut ada beberapa poin yang 
harus direvisi, tapi bukan berarti RUU APP tersebut menjadi tidak penting. Di 
dalam kehidupan sosial (bernegara), aturan main justru menjadi benteng dari 
anarkisme yang bisa muncul akibat ragam kepentingan yang liar. Revisi penting 
yang harus dilakukan dalam RUU APP adalah kesan diskriminatif terhadap kaum 
perempuan. Perempuan telah ditempatkan sebagai terdakwa atas segala bentuk 
pornografi dan pornoaksi. Saya kira ini pengaruh budaya patriarkal yang tidak 
saja terjadi di negeri ini, tapi juga di negara maju sekalipun sehingga gerakan 
feminisme mencuat di seluruh penjuru dunia. Karena itu, persoalan pornografi 
dan pornoaksi harus dikembalikan kepada aktornya, bisa laki-laki bisa juga 
perempuan, bisa anak bisa juga orang tua renta,
  Di samping itu, definisi sensual, seksual, dan erotis harus dijabarkan secara 
jelas dan dapat dilihat indikatornya. Kalau tidak, RUU ini akan menjadi pemicu 
munculnya kecurigaan dan konflik baru antarmasyarakat. Karena itu, RUU APP 
harus direvisi sambil terus disosialisasi secara baik dan benar terhadap 
masyarakat.
  Maulana Raja Aisyana
 Graha Pancoran Mas Indah, Pancoran Mas, Depok
 URL: http://korantempo.com/korantempo/2006/03/10/Opini/krn,20060310,62.id.html



=====
Situs: http://www.urang-sunda.or.id/
[Pupuh17, Wawacan, Roesdi Misnem, Al-Quran, Koropak]
                
---------------------------------
Yahoo! Mail
Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a breeze. 

[Non-text portions of this message have been removed]



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke