Di Kebumen Jawa Tengah, aya tempat rekreasi namina teh Gua Jatijajar. 
Eta Guha teh aya legendana, rada mirip jeung dongeng Ciung Wanara di 
Tatar Sunda. Dongeng lalampahan Putra Cikal Prabu Siliwangi, 
Kamandaka alias Banyak Contro ieu, nunjukkeun yen Kebumen teh 
baheulana aya dina pangaruh atawa kakawasaan Pajajaran.

Dongengna nyanggakeun, kenging copy paste ti Kebumen.net:

Kamandaka yang aslinya bernama Raden Banyak Contro adalah putera 
mahkota Kerajaan Pajajaran. Pusat pemerintahan Pasirluhur atau Galuh 
Timur pada abad 14 kira-kira berada di sekitar Baturaden 
(purwokerto), di lereng Gunung Slamet. Prabu Siliwangi raja Pajajaran 
pada waktu itu memiliki 2 permaisuri. Dari permaisuri pertama, Prabu 
Siliwangi berputra 2 orang yaitu Banyak Contro dan Banyak Ngampar. 
Karena permaisuri pertama meninggal, Prabu Siliwangi mengangkat 
permaisuri kedua, Dewi Kumudaningsih. Sebelumnya Dewi Kumudaningsih 
memberi syarat mau menjadi permaisuri jika anak laki-lakinya kelak 
dapat menjadi raja, menggantikan Prabu Siliwangi. Dari permaisuri 
kedua ini terturunkan Banyak Blabur dan Dewi Pamungkas. 

Prabu Siliwangi yang sudah lanjut usia berencana mengangkat putra 
sulungnya, Banyak Contro, untuk menggantikannya. Permintaan itu 
ditolak oleh Banyak Contro, dengan alasan ia belum siap dan belum 
mempunyai pendamping. Ia hanya mau menikah dengan wanita yang mirip 
dengan mendiang ibunya. Untuk itu ia mengembara menuju gunung 
Tangkuban Perahu, menemui Ki Ajar Wirangrong. Oleh orang tua tersebut 
ia disuruh mengembara ke timur, menuju Kadipaten Pasir Luhur. Supaya 
cita-citanya beristri wanita cantik seperti ibunya terkabul, ia harus 
menanggalkan pakaiannya sebagai putera raja menjadi orang biasa. 
Banyak Contro selanjutnya menyamar menjadi orang kebanyakan, dan 
berganti nama menjadi Kamandaka. 
 
 
 
Setelah sampai di Pasir Luhur ia bertemu dengan Reksono patih 
Kadipaten Pasir Luhur yang menjadikannya sebagai anak angkat. Adipati 
Kandandoho, penguasa Kadipaten Pasir Luhur, mempunyai beberapa putri 
yang semuannya sudah bersuami kecuali putri bungsunya Dewi Ciptoroso. 
Wajah dan penampilan putri Pasir Luhur ini mirip dengan Ibu 
Kamandaka. Kamandaka berhasil menarik hati Dewi Ciptoroso. Tetapi 
pada suaru saat ketika mereka sedang berdua di taman keputren seorang 
prajurit kadipaten memergokinya. Kamandaka dikeroyok para prajurit, 
yang mengiranya sebagai pencuri. Karena kesaktiannya ia dapat 
meloloskan diri. Tetapi sebelumnya ia sempat mengatakan identitasnya, 
yaitu Kamandaka putra Patih Reksonoto. Adipati Patih Pasir Luhur 
murka, memanggil Patih Reksonoto supaya menangkap Kamandaka dan 
menyerahkan kepadanya. 
 
 
 
Kamandaka yang melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke sungai 
dilaporkan oleh Patih Reksonoto telah mati, hanyut di bawa arus 
sungai deras. Setelah jauh dari Pasir Luhur, Kamandaka naik ke darat 
berjalan menuju sebuah desa. Di Desa Paniagih ia bertemu janda miskin 
Mbok Kertosoro. Kamandaka selanjutnya diangkat menjadi anaknya. Mbok 
Kertosoro mempunyai seekor ayam jantan bernama Mercu, yang dirawat 
dengan baik oleh Kamandaka. Ke mana-mana ia pergi dengan ayam-ayam 
lainnya. Mercu selalu menang, sehingga akhirnya Kamandaka dikenal 
sebagai penyabung ayam yang hebat. Berita tersebut sampai di 
Kadipaten Pasir Luhur. Adipati Kandandoho sangat murka mendengar 
Kamandaka masih hidup. Ia memerintahkan prajuritnya untuk menangkap 
Kamandaka. Pada saat yang bersamaan, tiba-tiba muncul silihwarni. 
Silihwarni yang menawarkan dirinya menjadi abdi di Pasir Luhur 
diterima oleh Adipati Kandandoho, asal dapat membunuh Kamandaka. 

Silihwarni sebenarnya adalah Banyak Ngampar, adik kandung Kamandaka. 
Ia mendapat tugas dari ayahnya Prabu Siliwangi mencari kakaknya. 
Untuk menjaga keselamatannya di perjalanan, Banyak Ngampar dibekali 
senjata kerajaan, kujang Pamungkas. Karena tidak tahu kalau Kamandaka 
adalah kakaknya yang dicari-cari Silihwarni berangkat bersama dengan 
sepasukan prajurit Pasir Luhur. 

Akhirnya Silihwarni sampai di Desa Paniagih, bertemu dengan Kamandaka 
dan menantangnya bersabung ayam. Saat ayam jantan masing-masing 
bersabung, Silihwarni menikam Kamandaka yang sedang lengah dengan 
pusaka Kujang Pamungkas. Kamandaka terluka parah, tetapi ia dapat 
meloloskan diri. Tempat di mana Kamandaka dapat meloloskan diri dari 
kepungan prajurit Pasir Luhur dan Silihwarni sekarang dinamakan Desa 
Brobosan (mbrobos = meloloskan diri). Saat Kamandaka beristirahat di 
suatu tempat, darahnya mengucur deras dari luka di lambungnya. Tempat 
iru kemudian diberi nama Desa Bancaran (Bancar = deras). Silihwarni 
bersama prajurit Pasir Luhur terus mengejarnya, dibantu anjing-anjing 
pelacak. Seekor anjing dapat di bunuh oleh Kamandaka di suatu tempat, 
yang selanjutnya desa itu dinamakan Karang Anjing. Kamandaka terus 
lari ke arah timur, dan sampai di ujung jalan yang buntuk 
(selanjutnya tempat itu dinamakan Desa Buntu). 

Setelah berlari cukup jauh akhirnya Kamandaka sampai di sebuah gua. 
Ia bersembunyi di dalamnya. Silihwarni yang kehilangan jejak, Ia 
berteriak-teriak menantang Kamandaka supaya ke luar dari tempat 
persembunyiannya. Kamandaka menjawab, bahwa sebenarnya ia adalah 
putra mahkota Pajajaran Banyak Contro. Mendengar jawaban itu 
Silihwarni terkejut dan iapun berkata kalau sebenarnya = (sejatine) 
Ia juga putra Prabu Siliwangi, Banyak Ngampar. Keduanya baru sadar 
kalau mereka adalah bersaudara. 
 
 
 
Selanjutnya Kamandaka bertapa di gua tersebut dan mendapat petunjuk 
bahwa niatnya mempersunting Dewi Ciptoroso akan tercapai jika ia 
berpakaian lutung (kera) Dalam petunjuk itu ia diharuskan tinggal di 
Hutan Baturagung, baratdaya Baturaden. Di hutan itu Kamandaka yang 
sudah berubah menjadi kera bertemu dengan Dewi Ciptoroso, yang ketika 
itu mengikuti ayahnya Adipati Kandandoho berburu. Kera yang jinak 
jelmaan Kamandaka segera menarik perhatian Dewi Ciptoroso, yang 
menurut saja saat ditangkap dan dibawa ke Pasir Luhur. Sesampainya di 
Pasir Luhur kera tersebut tidak mau makan apa-apa, sehingga 
meninmbulkan kekhawatiran Adipati Kandandoho. Ia membuat sayembara, 
siapa yang dapat memberi makan kera tersebut maka ia berhak 
memeliharanya. Banyak orang mencobanya tetapi selalu gagal, kecuali 
Dewi Ciptoroso. Sesuai dengan sayembara maka kera itupun dipelihara 
oleh putri bungsu Pasir Luhur dan diberi nama Lutung Kasarung. Pada 
malam hari kera tersebut berubah ujud aslinya, yaitu Kamandaka. 
Sedang siang hari menjelma lagi menjadi kera. hal itu hanya diketahui 
oleh Dewi Ciptoroso. 
 
 
 
Dikisahkan selanjutnya, Prabu Pule Bahas dari Nusa Kambangan ingin 
memperistri Dewi Ciptoroso, dan mengutus kerajaan untuk meminangnya. 
Jika keinginan tidak dikabulkan ia akan menghancurkan Kadipaten Pasir 
Luhur. Atas saran Lutung Kasarung, Dewi Ciptoroso menemui ayahnya dan 
mengatakan kalau ia bersedia menjadi istri Prabu Pule Bahas asal 
persyaratan yang akan diajukannya dipenuhi. Salah satu syarat itu 
adalah Dewi Ciptoroso diperbolehkan membawa Lutung Kasarung pada saat 
pengantin dipertemukan. Prabu Pule Bahas langsung menyetujui. 

Ketika upacara pengantin berlansung Lutung Kasarung selalu 
mengganggu, sehingga menimbulkan kejengkelan Prabu Pule Bahas. Prabu 
Pule Bahas memukulnya dan keduanya berkelahi. Raja Nusakambangan 
akhirnya tewas, digigit Lutung Kasarung. Kematian raja tersebut 
mengubah ujud asli Lutung Kasarung, yaitu Kamandaka. Setelah 
menceritakan asal-usulnya, Kamandaka akhirnya dikawinkan dengan Dewi 
Ciptoroso. Berita itu akhirnya sampai di Kerajaan Pajajaran. Niat 
Prabu Siliwangi untuk menjadikan Kamandaka sebagai raja tidak 
kesampaian. Karena pantang bagi seseorang yang sudah terkena pusaka 
kerajaan Kujang Pamungkas menjadi raja Pajajaran. Akhirnya Kamandaka 
atau Banyak Cokro menjadi adipati di Pasir Luhur, menggantikan ayah 
Dewi Ciptoroso. Sedang Banyak Blabur menggantikan Prabu siliwangi 
menjadi raja di Pajajaran. 






Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke