Bogor, tina PR 1/5/2006. Deuh .....mani "raresep" kitu, geura ieu
wartosna :
Syukuran Pernikahan Poligami yang "Aneh tapi Nyata"
MESKI tidak sedikit yang melakukan poligami, namun umumnya hal itu
dilakukan secara diam-diam diupayakan agar istri "tua" dan
keluarganya jangan sampai mengetahui. Bahkan untuk itu banyak yang
dilakukan di "bawah tangan". Namun tidak demikian halnya dengan yang
terjadi di komunitas jemaat Tarekat Rufaqa. Justru istri "tua" sibuk
mengurus pernikahan suami dan "madunya" agar perhetalannya berjalan
lancar.
Seperti yang terlihat di Plaza Niaga II Bukti Sentul. Minggu (30/4).
Di sana digelar walimatul 'urusy (syukuran pernikahan) poligami
yang "aneh tapi nyata" itu.
Disebut "aneh tapi nyata" karena, pasangan pengantin poligami -
penganut paham Ahlus Sunnah wal Jamaah- ini, hadir bersama para istri
tua, istri kedua, dan istri ketiganya. Para istri tersebut, saling
ta'awwun (tolong-menolong) membantu mempersiapkan walimatul urusy
suaminya. Tak cuma itu, para istri pertama membantu calon madu bagi
suaminya, seperti dalam hal berbusana pengantinnya dan berhias
diri "secukupnya".
Suasana persiapan walimatul 'urusy massal pasangan poligami ini,
dirasakan oleh Cecep dan para penggembira Konferwil ke I5 NU Jabar
sebagai sesuatu yang "aneh tapi nyata". "Biasanya untuk menikah dalam
status poligami itu, sembunyi-sembunyi dan dilakukan di penginapan,
dan tidak diketahui oleh pihak keluarga istri pertama. Ini kok
walimatul 'urusy poligami dilakukan secara massal, terbuka, dan
mengundang banyak orang," ujar Drs. Asep Sujana,
salah seorang warga nahdliyyin keluarga besar Al Ma'soem.
* *
ADAPUN pasangan yang melakukan walimatul 'urusy adalah ustaz
Mochammad Umar dan Ummu Laila binti Muhammad, Zaimusyani Musa dan
Komsatun, Yusuf dan Saniyah, Rubianto dan Sri Kadarmawati, Cecep
Suwarno dan Fauziah Azmi, Muhammad Jupri dan Masitoh, serta Erlan
Juarsa dan Evi Waleni. Sedangkan satu pasangan lainnya yakni Ustaz
Mochammad Abu Rawahah Ashaari dan Ummu Fatonah Raihan sudah melakukan
pernikahan dan walimatul 'urusy di Malaysia. Semula pasangan terakhir
ini, akan melakukan walimatul 'urusy bersama di Bukit Sentul. Bahkan,
menurut pimpinan jemaah Rufaqa wilayah Jawa, Ustaz M. Rizal Khatib,
pasangan poligami yang akan ikut walimatul 'urusy jumlahnya cukup
banyak. Akan tetapi, karena faktor waktu dan kesibukan sehingga hanya
tujuh pasangan yang bisa direalisasikan.
Pernikahan para staf dan anak-anak staf jemaah tarekat Rufaya ini,
bertema "Mencintai Tuhan, Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga". Tema itu
pula yang menghiasi kartu undangan yang dicetak eksklusif, berwarna
cerah, dan disampaikan kepada sejumlah simpatisan dan tokoh Islam
jemaah Rufaqa Internasional.
Prosesinya diawali dengan tampilnya senandung nasyid yang dibawakan
oleh grup Remaja Harapan. Selanjutnya, para pengantin masuk ke
ruangan tempat pelaksanaan walimatul 'urusy, diiringi musik rampak
kompang (sejenis seni marawis, red) yang diperankan oleh grup Remaja
Harapan.
Lalu, seorang anggota jemaah Rufaqa tampil menjelaskan falsafah
pelaksanaan walimatul 'urusy tersebut. Sejumlah kalimat tausiah dari
Abuya Ashaari dikutipkan kembali dan disampaikan kepada hadirin.
Sebelumnya, diperkenalkan satu per satu pasangan pengantin tersebut.
Tak lama kemudian, salah seorang pimpinan jemaah Rufaqa, Syeikh Hasyim
Ja'far menyampaikan sambutannya. Di depan hadirin yang memenuhi kursi
di bawah tiga tenda berukuran besar, Syeikh Hasyim mengemukakan, acara
walimatul 'urusy pasangan poligami tersebut merupakan salah rantai
aktivitas dakwah jemaah Rufaqah dalam upaya mengamalkan Alquran dan
Sunnah berdasarkan pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Selama ini Alquran dan Sunnah tidak diamalkan secara utuh. Kita hidup
tidak dibimbing oleh Tuhan, padahal hidup ini sementara. Semestinya
hidup dalam bimbingan Tuhan, dan orang yang dekat dengan Tuhan. "Kita
tidak mencari orang yang dekat dengan Tuhan, sehingga hidup menjadi
resah dan gelisah.
Alhamdulillaah, ada guru kita Ustaz Abuya Imam Ashaari Muhammad
Attamimi yang memberi arahan tentang bagaimana hidup sesuai aturan
Tuhan," kata Syeikh Hasyim.
Berkaitan dengan peristiwa pernikahan dan walimatul 'urusy pasangan
poligami, Syeikh Hasyim mengatakan, itu merupakan ajaran Islam yang
patut diamalkan, bukannya dijauhi. Dengan berpoligami, tentunya akan
semakin mudah mendekat kepada Tuhan dan memperbanyak umat Islam.
Hal senada dikemukakan Hakim Agung, Drs. H. Andi Samsul Alam, M.A.
Dikemukakannya, pernikahan adalah dakwah. Karenanya, permudahlah
pernikahan dan persulit perceraian. Ironisnya, sekarang ini
pernikahan mahal, sedangkan perceraian murah dan mudah. "Kegiatan
pernikahan massal seperti yang dilakukan jemaah Rufaqah atau jemaah
pesantren Hidayatullah di Balikpapan Kaltim, itu perlu dilestarikan
demi syiar Islam," ujarnya, yang didaulat memberi sambutan atas nama
tokoh Islam Indonesia.
Menurut salah seorang pengantin, Ustaz Muhammad Umar (38), pernikahan
yang dilakukannya merupakan ikhtiar memberi keteladanan kepada umat
Islam tentang maslahatnya berpoligami. "Saya menikah untuk keempat
kalinya," tutur pemuda asal Indonesia ini. (Dodo Rihanto/- Achmad
Setiyaji/ "PR")***
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Business culture of china | Organizational culture |
| Organizational culture change | Organizational culture assessment | Jewish culture |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

