Novel Da Vinci Code heboh,
FIlm na oge kontroversi.
Novelna kuring geus maca. hayang nyaho filmna siga kumaha nya ?
Nomat di tempat masing-masing yuu..... :D
http://www.detikhot.com/index.php/tainment.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/19/time/121328/idnews/598406/idkanal/229
LSF: Tidak Ada Sensor Teks 'Da Vinci Code'
Anindhita Maharrani - detikHot
akarta, Film-film asing yang tayang di bioskop pasti disertai dengan teks bahasa Indonesia. Namun dalam film 'The Da Vinci Code', pada beberapa dialog penting, teks bahasa Indonesia menghilang. Sengaja dihilangkan?
Tidak demikian halnya menurut Lembaga Sensor Film (LSF). Mereka mengaku tak melakukan sensor terhadap teks bahasa Indonesia dalam film yang memancing protes sejumlah kelompok Kristiani itu.
"Dari pihak kami tidak menghilangkan teks Indonesia dalam film itu," jelas Rae Sita Supit, anggota Komisi A Lembaga Sensor Film saat berbincang dengan detikhot, Jumat (19/5/2006).
Adapun beberapa teks bahasa Indonesia yang raib itu terjadi antara lain pada dialog-dialog ini. "So Jesus is not the son of God?" tanya Sophie Neveu. Robert Langdon hanya tersenyum simpul, dan dijawab oleh Sir Leigh Teabing "Not even close to his nephew,".
Juga dalam dialog "Do you know that Mary Magdalene also wrote her own gospel," ujar Sir Leigh Teabing. "She might did," jawab Robert Langdon. "No, she really did. Please be fair," tegas Sir Leigh Teabing.
Menurut Rae Sita, pihak yang menyertakan teks bahasa Indonesia dalam film adalah distributor film. Dalam kasus ini adalah Camilla Internusa. "Mungkin mereka menilai kalimat itu tak penting, jadi jangan sampai menjadi persoalan baru," imbuhnya.
Adapun proses sensor dijelaskan Rae Sita dimulai saat film dikirim dari luar negeri langsung dibawa ke kantor LSF untuk proses sensor gambar. Setelah itu baru distributor film menyertakan teks bahasa Indonesia, dan dikembalikan lagi ke LSF untuk melalui proses sensor teks.
"Kalau sekiranya ada teks yang tidak sesuai maka perlu diperbaiki. Tapi kalau tidak ada teksnya ya tidak apa-apa. Saya rasa dalam film ini juga bukan hal yang sangat mengganggu," paparnya.
Rae Sita menegaskan, saat proses sensor dilakukan, LSF turut mengundang Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). "Mereka bahkan membantu meluruskan, apa yang ada di film itu hanya fiksi. Pakaian tokoh-tokoh gerejanya saja tidak sama dengan yang asli," jelas Rae Sita.
Sementara itu, pihak Camilla Internusa hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai konfirmasinya.
Untuk penonton Indonesia yang penasaran, 'The Da Vinci Code' sudah bisa dinikmati mulai hari ini, Jumat (19/5/2006) di berbagai bioskop secara serentak di seluruh Indonesia.(dit)
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Business culture of china | Organizational culture |
| Organizational culture change | Organizational culture assessment | Jewish culture |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

