Kenging ti tatanggi punten teu di terjemahkeun kana basa sunda.
 
baktos
@ERN
 
----- Forwarded by Lusi Yenti/JKT/INDOFOOD on 01/06/2006 05:56 PM -----

mari kita ciptakan generasi bangsa yang lebih baik dengan banyak2

berdoa,

bersyukur dan menjaga air yang kita konsumsi.

__________________________________________________________________-

*Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al

Anbiya:30)

*Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa

air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari

Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang

perilaku

air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama

Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto

dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata

molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan

diulangi

dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)"

di

depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu

dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal

membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata

"setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart,

kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal

diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan

sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan

indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam

dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah. Dr. Emoto

akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss,

Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar

PBB

di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005

lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca"

tulisan,

dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in

Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam

pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak

di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang

lain.

Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang

didoakan

bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling

sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu

menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya

merambat

kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah

82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di

rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar

anak

yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum

tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada

air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan

dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota

didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk

yang

meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas. Rasulullah saw.

bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan

pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang,

dia

akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan

sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena

dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi

Ibrahim a.s.

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan

tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada

air.

Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya

rekam,

daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap

manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat

wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri

wajib

mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh

memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum

melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita

buang

secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.

Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus

melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.

Wallahu a'lam ...

adopted from: INAFE 2006



--
http://daria.web.id ->Distributor Bandrek, Bajigur Hanjuang
http://www.urang-sunda.or.id -> Kusnet
http://www.geocities.com/kandagaweb ->kandaga integrated organic farming

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id




SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Organizational culture
Organizational culture change Organizational culture assessment Jewish culture


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke