Sayogya Budhi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: "AsameraBigFamily" <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Sayogya Budhi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 30 Jun 2006 18:35:46 +0700
Subject: [AsameraBigFamily] Fw: [tangandiatas] (OOT) Ramadhan Akhirnya Meninggal
Dari milis TanganDiAtas - Wisata Hati+To: Roess Suprapto <[EMAIL PROTECTED]>
From: Roes Suprapto <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 21 Jun 2006 17:10:04 -0700 (PDT)
Subject: [tangandiatas] (OOT) Ramadhan Akhirnya Meninggal
Hampir setiap pagi saat aku berangkat menjemput rejeki, aku lihat bocah laki-laki kecil (2.5 tahun) sedang bermain apa adanya, satu tangannya memegang makanan / jajanan roti atau jajanan ala kadarnya sementara putri malu (baca : ingus/maaf) tetap saja betah keluar di hidungnya, bajunya agak kusut, badannya sekel, kuat, kehitaman & sedikit lusuh karena keadaan ekonomi yang memprihatinkan, tapi aku senang melihatnya wajahnya lucu, polos, ganteng/manis, begitu gigih untuk anak sesuainya bermain sendiri tanpa pengawasan diumbar.
Ramadhan adalah salah satu tetanggaku, bungsu dari 6 bersaudara dari ayah seorang yang belum mempunyai pekerjaan tetap, ibunya mengurus ke 6 anaknya dengan susah payah & berjuang memenuhi perut masing2 anaknya, yang penting anak kami makan, tak terpikir untuk mengurusi keadaan rumahnya yang jauh dari kenyamanan untuk ukuran rumah ideal, rumahnya dipinggir kali kecil, kakaknya yang nomor sekian menjadi pemulung sehingga sekolah dasarnya harus dikorban..kasihan memang, yang paling tua perempuan putus sekolah saat memasuki SMP sekitar 2 tahun lalu Gambaran keluarga miskin menurut saya Sedih!
Semalam, ibunya kerumah bahwa Ramadhan sedang kritis & ingin membawanya ke rumah sakit sementara ayahnya sedang keluar.
Nafasnya tersengal-sengal, badannya kurus & lusuh, suaranya lirih. Ramadhan ditolak di rumah sakit A dengan alasan peralatan RS A belum lengkap. Tiba di RS B diterima tapi perlu uang DUA JUTA sebagai jaminan. Ibu Ramadhan menunjukkan TASKIN (KARTU MISKIN) sebagai bukti bahwa mereka kurang mampu & membutuhkan fasilitas RS dengan biaya ringan bahkanGRATIS untuk ukuran keluarga seperti beliau. Tapi sayang, nama Ramadhan belum tercantum di kartu tsb.
Dalam keadaan demikian, seorang ayah Ramadhan kalut & terpancing emosi saat diminta untuk memenuhi uang sebesar itu. BESAR untuk ukurannya, jangankan DUA JUTA mendapatkan uang sepuluh ribu saja sehari sudah bersyukur. Tapi RS B adalah RS yang butuh biaya operasional.
Ramadhan terbaring di ruang gawat darurat, dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal menunggu untuk disentuh seorang ahli kedokteran. Diagnosa dokter mengatakan bahwa Ramadhan terkena campak yang tidak diobati untuk sekian lama, kemudian menjalar ke bagian pernafasan & sekarang penyakit itu telah menyerang bagian kepala. Dokter pesimis sekali bahwa Ramdhan akan bertahan lama, apalagi saat jarum suntikan itu dimasukkan ke lengan Ramadhan mengalami kesulitan. KURANG GIZI adalah gambaran akrab untuk Ramadhan sedih n kasihan!.
Subuh, kuterbangun, kudengar ada suara gaduh disekitar rumah, dipilah korden kamarku, lampu tetanggaku sekitar kali hampir semua menyala terang ..tak biasa..
Dugaanku benar, Ramadhan telah dipanggil oleh Sang Maha Pencipta Innalillahi wainnalillahi rojiun jam 3.40 meninggal di RS B, Ramadhan hanya menumpang tidur di RS B cuma tak lebih dari 6 jam..
Akupun bertandang ke rumah Ramadhan, nyelawat.., apa yang kulihat? Jenazah Ramadhan masih ditahan di kamar mayat RS B..sendiriaan..tragis!, saat Ramadhan meninggal hanya ditungguin ibunya sedangkan ayahnya tidak ada di RS B.
Karena tidak bisa menebus untuk dibawa pulang, sang ibu hanya bisa menangis & bercerita dengan satpam RS B, dengan bantuan tukang ojek subuh buta itu ibu Ramadhan pulang ke rumah dengan hampa. Geram! rasanya hatiku mendengar cerita beliau, seorang anak yang sudah jadi mayat terpaksa ditahan karena alasan birokrasi UANG.
Aku bertanya ke ayah Ramadhan tentang kapan Ramadhan akan dibawa pulang, beliau menjelaskan bahwa pagi ini beliau akan ke puskesmas setelah mendapat surat keterangan warga MISKIN setelah itu akan MENEBUS anaknya yang sudah meninggal.., tersayat rasanya hatiku , kenapa kita miskin? Lawanlah kemiskinan!
Tak terbayang olehku kejadian itu, Ramadhan di kamar mayat RS B sendirian yang sudah meninggal, ibunya hanya bisa menangis di depan bangku panjang yang sudah di siapkan untuk putra bungsunya yang lucu sedangkan ayahnya sibuk mengurus SURAT MISKIN buat menebus putra kesayangannya Mengenaskan!
Ada dua hal yang selalu menabrak-nabrak pikiranku & butuh penjelasan konkrit serta masuk akal:
Penyakit campak tidak diobati kemudian menjalar & mengganggu bagian pernafasan lalu tiba-tiba tragisnya lalu menyerang otak. Aku bukan dari sekolah kedokteran, secara medis bagaimana hal itu bisa terjadi?
Kenapa prosedur di sebuah RS begitu memberatkan & menyulitkan untuk menebus jenasah dari keluarga kurang miskin, apakah tidak ada rasa social & hati tersentuh untuk langsung memberikan keringanan atau bahkan membebaskan biaya RS tanpa membutuhkan surat-surat miskin. Tidakkah dengan menunjukkan KARTU TASKIN ke RS sudah mewakilkan bahwa keluarga tsb. memang betul-betul MISKIN & pihak RS dibagian DIVISI Sosial cukup memberikan kemudahan tanpa menahan jenasahnya. Tapi, di sini apakah ada sebuah RS yang memiliki bagian/divisi/admin sosial yang memang tugasnya memberikan katabelece untuk warga miskin yang berobat?
Pagi ini aku begitu emosi dengan keadaan tetangga aku terhadap semua yang aku lihat sendiri. Ternyata kehidupan itu hanya sebentar seperti seusianya Ramadhan, ada banyak hal yang bisa aku ambil hikmahnya. Kemiskinan, ketidak perdayaan, ketidakmampuan, rasa kebersamaan & kekeluargaan diantara tetangga kami, rasa syukur yang begitu mendalam dalam diri kami atas limpahan rejeki bahwa masih banyak orang dibawah kita yang mengalami kesusahan dari pada kita sendiri dengan tidak perlu mendongak untuk membandingkan rasa syukur kita, mengulas & mengambil hikmah peristiwa dari seorang Ramadhan dari keluarga miskin.
Kenangan bersama Ramadhan terlewat sudah, Ramadhan teman main Kamiilah ..persahabatan diantara dua bocah makhluk ciptaan Tuhan, telah berakhir di dunia tapi bukan di akherat.
Ibu, aku ingin ketemu ayah, suara lirih Ramadhan dengan nafas tersengal-sengal mencari-cari ayahnya seakan dia tahu bahwa dirinya akan meninggalkan keluarga yang dia sayangi & cintai selamanya
Semoga Allah SWT memberikan tempat di surga untuk Ramadhan yang baik hati serta polos ini & keluarga yang ditinggalkan diberikan keluasan samudra ketabahan & kesabaran yang tak terhingga Amiin.
Ciracas, 22 Juni 2006
Suasana Duka pagi Jam 06.00
Turut berduka,
Roesmijati & Keluarga
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls. Great rates starting at 1¢/min. __._,_.___
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
SPONSORED LINKS
| Corporate culture | Business culture of china | Organizational culture |
| Organizational culture change | Organizational culture assessment | Jewish culture |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "urangsunda" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

