Kahatur baraya KUSNET,

Nyanggakeun terlampir berita ti koran PR online dinten ieu ngeunaan 
Kapamimimpinan Sunda

Baktosna

Riksanagara


"Ngaguar" Dilema Kepemimpinan Sunda
Pikiran rakyat 06 Agustus 2006

Pakeun gawe rahayu 
pakeun najeur di juritan 
pakeun jaya di buana 

ungkapan dalam Prasasti Kawali yang dikutip budayawan Uu Rukmana, 
yang artinya "Semoga ada penerus yang melaksanakan kebajikan agar 
lama berjaya di dunia", menandai makna dialog seri kedua tentang 
kepemimpinan Sunda di Aula Pikiran Rakyat Jln. Asia Afrika 77 
Bandung, Jumat (4/8). Diskusi yang mengambil tema "Kompetensi 
Kepemimpinan Sunda untuk Menjawab Tantangan Masa Depan" itu, 
diselenggarakan Pantap Dialog Kepemimpinan Sunda yang menghadirkan 
pembicara Prof. Dr. Himendra Wargahadibrata (Rektor Unpad) dan 
Mayjen TNI Sriyanto (Pangdam III/Siliwangi).

 
DIRUT PT PRB H. Syafik Umar (kedua dari kanan) membuka Dialog Sunda 
II di Aula "PR" Jln. Asia Afrika 77 Bandung, Jumat (4/8) malam. 
Hadir sebagai pembicara, Prof. Himendra Wargahadibrata (ketiga dari 
kanan) dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Sriyanto (ketiga dari 
kiri).*DIDIN SJ/HUMAS "PR" 
Menurut Uu, kompetensi kepemimpinan Sunda jangan hanya dijadikan 
sebatas wacana, melainkan harus diikuti dengan kerja dan langkah-
langkah nyata atau harus ada lajuring laku na.

"Selama berabad-abad, Sunda memiliki sistem bentuk dan tata nilai 
kepemimpinan yang hingga saat ini masih bisa kita gali dari sumber 
sejarah, di antaranya melalui prasasti dan naskah kuno. Kepemimpinan 
Sunda bukanlah sesuatu yang bersifat statis, melainkan selalu 
berubah-ubah disesuaikan dengan dinamika zaman. Kepemimpinan Sunda 
lebih menekankan pada kebajikan," ujar Uu.

Dialog yang dipandu Ir. Zahir Zachri, dihadiri para inohong, di 
antaranya Tjetje Hidayat Padmadinata, Memet H. Hamdan, Prof. Ganjar 
Kurnia, H. Agus Muhyidin, H. Syafik Umar, H.I. Budhyana, Ubun 
Kubarsah, Eddy D. Iskandar, Maman R.H. Wangsaatmadja. 

Himendra menekankan pentingnya filosofi kepemimpinan Sunda sebagai 
fundamen, yang dapat mengisi kepribadiannya. Filosofi hidup orang 
Sunda itu relevan dengan bermasyarakat, seperti filosofi hirup 
sauyunan, tara pahiri-hiri. Silih pikanyaah teu inggis bela pati, 
yang mengisyaratkan orang Sunda itu selain tujuan tercapai, namun 
kehidupannya tetap harmonis, aman, dan damai.

"Tetapi, mengapa orang Sunda sedikit sekali yang menjadi pemimpin, 
apakah karena tidak mampu? Tidak mau? Padahal, kalau jadi pemimpin, 
orang Sunda umumnya berhasil. Itu ditunjukkan gaya kepemimpinan 
Sunda adaptif dan selalu relevan dengan perkembangan zaman, juga 
dapat diterima oleh siapa pun karena handap asor. Di samping itu, 
menjaga kualitas, orientasi ke depan, mau kompromi, tegas, dan 
teguh, serta mengutamakan kepentingan bersama," ujarnya.

Untuk itu, menurut Himendra, perlu dilaksanakan penelitian mengenai 
sebab-sebab mengapa orang Sunda tidak banyak yang muncul menjadi 
pemimpin. 

Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen Sriyanto mengatakan, 
alasan mengapa pemimpin dari Sunda kurang muncul di arena nasional, 
menurut Sriyanto, mungkin hal itu dapat dilihat dari moto-moto yang 
dinilainya lemah, yang akrab dengan masyarakat Sunda, seperti kumaha 
ceuk nu dibendo (bagaimana kata pemimpin), mangga ti payun, abdi mah 
ngiringan wae (silakan duluan, saya ikut saja), kumaha engke (gimana 
nanti), sumuhun dawuh (pasrah ). 

Menurut dia, moto-moto seperti itu harus ditinggalkan, bangkitkan 
istilah cadu mundur pantang mulang (pulang harus menang), henteu 
unggut kalinduan, henteu gedag ka anginan (konsisten, konsekuen, 
teguh pendirian).

"Saatnya, pemimpin Sunda tampil berkompetisi, berani tampil sebagai 
pimpinan nasional, bangkitkan cadu mundur pantang mulang, apalagi 
orang Sunda memiliki budaya mudah akrab, komunikatif, sabar, ramah, 
menghindari konflik, selalu memerhatikan nu leutik (rakyat kecil), " 
ungkapnya. 

Salah seorang dari Panitia Tetap, Ubun Kubarsah, mengemukakan, 
diskusi ini akan secara berkesinambungan dilaksanakan hingga ke seri 
kesepuluh. 

Sedangkan H. Syafik Umar, mengatakan, pihaknya secara terbuka 
mempersilakan aula Pikiran Rakyat dipakai untuk acara tersebut 
sampai kapan pun. "Karena Pikiran Rakyat tidak bisa dipisahkan dari 
kepentingan masyarakat Jawa Barat. Dialog seperti ini sangat 
dibutuhkan bagi Pikiran Rakyat, terlebih dalam membangun 
kepemimpinan dan budaya Sunda," ujar Syafik. (diro/"PR")*** 







Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke