Kanca…kanca…kanca..,
aya ku reu’eus bagea,..ieu aya deui hiji inohong, wanoja Sunda nu cerdas tur ‘edun’ karirna di dunia IT. Teh Merry Harun, Direktur Canon Indonesia, biasa oge dijuluki “Ibu Canon”, kalintang ageung peranna di industri IT Indonesia, khususna dina produk printer sareng kamera digital merek Canon.
 
Tina sababaraha inohong Sunda nu kaleresan ku abdi diajak ngobrol, sok aya keneh wae ciri khas urang Sunda na. Boh tina logat Sunda na nu lemes, oge kecap-kecap nyundana. Sapertos Pa Agum Gumelar, nu mopulerkeun kecap ‘ujug-ujug’, aya oge nu sanesna mopulerkeun kecap ‘keukeuh’, ‘kagok’, ‘sok ajah’, ‘susah pisan’.
Atuh Kang Onno W Purbo nu nyunda keneh, osok ngecapkeun, ‘lieur euy!’. Tah, ayeuna teh Merry, ku abdi kapanggih modal ngecapkeun ‘nggak diwaro’. Nepi ka anjeuna ge sura seuri….ieu gera…
 
Merry Harun, Direktur Divisi Canon PT Datascrip
“Moralitasnya Orangnya, bukan Printernya”
 
Bagaimana progres dari pembahasan peraturan dari Botasupal (Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu)?
Saya sendiri nggak tahu detailnya karena yang mengurusi itu bagian legal kami. Yang jelas sampai saat ini sedang dikembangkan wacana baru, dengan berupaya mencari jalan keluar terbaik. Kita berupaya semaksimal mungkin agar jangan sampai merugikan kedua belah pihak.
 
Dengan pihak mana saja pengusaha printer menegosiasikan hal ini ke Botasupal?
Selain dengan Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), kami juga mendapat dukungan dari Kadin (Kamar Dagang dan Industri), karena KADIN itu secara organisasional berada di bawah Deperin dan Deperdag. Karena kalau kami datang sendiri untuk menyampaikan keberatan, itu kadang “nggak diwaro”. Jadi dalam hal ini Kadin pun tidak mendukung adanya peraturan Botasupal itu.
 
Menurut Anda bagaimana seharusnya peraturan Botasupal itu? Apa sebaiknya dibatalkan?
Sampai dibatalkan sih nggak ya, cuma ya itu tadi, kita cari jalan keluar yang jangan sampai merugikan kedua belah pihak. Kami mendukung upaya pemerintah untuk memberantas pemalsuan uang. Hingga saat ini pun kami masih berkomunikasi dan negosiasi dengan instansi terkait, agar bagi kami dari kalangan pengusaha dan pengguna tidak terbebani dengan adanya aturan ini. Karena kalau para pengusaha ini tidak didukung oleh kebijakan pemerintah, mereka bisa kesulitan dan terhambat usahanya. Banyak pengusaha mengeluhkan soal regulasi ini karena in practically, detailnya di lapangan itu ternyata berbeda dengan apa yang diregulasikan.
Di negara lain sekarang ini tidak ada aturan seaneh ini. Memang pernah ada aturan serupa di Malaysia kira-kira lima tahun yang lalu, tapi ternyata bagi mereka pun terbukti sulit diterapkan dan tidak berjalan efektif, karena aturan seperti ini ujung-ujungnya kan soal moralitas manusianya. Jadi perbaiki moralitas orangnya, jangan teknologinya yang dibendung, kan lucu!
 
Bagaimana ceritanya sampai peraturan Botasupal ini dikeluarkan?
Ceritanya karena dulu itu ada yang melakukan tindak kejahatan pemalsuan uang dengan menggunakan printer warna. Kemudian keluarlah peraturan Botasupal ini, yang mengharuskan pengguna printer berwarna, khususnya multifunction printer mendaftarkan printernya.
 
Peraturan tersebut bisa menghambat perkembangan dunia usaha bidang TI dan ternyata itu dibuat oleh Asosiasi Fotokopi yang bekerjasama dengan Botasupal dan BIN. Sementara kami sendiri sebagai anggota dari Apkomindo itu tidak diajak bicara sejak awal.
 
Jadi itu yang kami sesalkan juga bahwa kita sendiri, Apkomindo baru diajak bicara ketika peraturan ini sudah dibuat. Itulah lucunya di Indonesia ini, teknologinya yang dilarang, ini kan sangat menghambat. Satu sisi kita ingin masyarakat Indonesia melek teknologi, tapi di sisi lain perkembangan teknologinya ini dihambat atau dipersulit.
 
Sekarang mana ada sih, masyarakat Indonesia yang mau mendaftarkan printer warna yang dibelinya? Yang harus diperbaiki itu mental atau moralitasnya. Kalau memang masyarakat ingin mencetak uang palsu, ya tanpa perlu mendaftar printer warnanya sendiri juga dia bisa saja melakukannya. Jadi itu saya kira, peraturan Botasupal ini merupakan salah satu penghambat yang sangat besar bagi pertumbuhan TI khususnya printer. iwa
 

 


Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business. __._,_.___

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id





SPONSORED LINKS
Culture change Corporate culture Cell culture
Organization culture Tissue culture

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke