Ngobrol-ngobol soal motret bentang, terus kang O_O, nyebatkeun aya artikel nu nyebatkeun bumi Cicing (Diam), kuring lalayaran di Google, breh weh kapanggih. Geuning aya buku nu boga teori yen Panonpoe nu ngurilingan bumi, lain sabalikna. Data buku ieu :
Judul buku: "Matahari mengelilingi bumi, sebuah kepastian al-Qur'an dan as-Sunnah serta Bantahan terhadap teori bumi mengelilingi matahari" Pengarang: Ahmad sabiq bin abdul lathif abu yusuf Penerbit: pustaka al-furqon Eusi buku ieu, ceuk nu ngomentaran, mangrupa pamandegan ti faham salafy/Wahaby. Tapi duka leres duka henteu. Salian ti eta, kuring oge manggihan tulisan ti situs Yayasan Majelis At Turotys Al Islamy Yogyakarta ( http://www.atturots.or.id/mod.php? mod=article&op=viewarticle&artid=8 ) nu nafsirkeun yen panopoe nu ngurillingan bumi. Tulisanana nyanggakeun : Tanya: Menurut al-Qur'an dan as-Sunnah, yang benar matahari mengelilingi bumi ataukah sebaliknya? Jazakallahu khairan Untuk menjawab pertanyaan ini, kami nukilkan fatwa Syaikh al-Utsamin mengenai permasalahan tersebut, serta petunjuk Syaikh mengenai pelajaran geografi yang mengajarkan bahwa malam dan siang adalah akibat peredaran bumi mengelilingi matahari. Syaikh al-Utsaimin berkata, Kesimpulan pendapat kami mengenai rotasi bumi adalah bahwa dia termasuk perkara yang tidak ditetapkan atau ditolak oleh al-Qur'an dan as-Sunnah. Yang demikian karena firman Allah I dalam surat Luqman ayat 10 yang dijadikan dalil adanya rotasi bumi, tidak menjelaskan secara nyata tentang hal tersebut. "Dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu." (QS. Luqman:10) Sekalipun sebagian orang berdalil dengan ayat ini, (beralasan) bahwa ungkapan "supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu" menunjukkan bahwa bumi bergerak. Seandainya bukan karena gunung tentu apa saja yang ada dipermukaannya telah berguncang (menurut pendapat mereka). Mengenai firman Allah I, "Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap." (QS. al- Mu'min:64) Juga tidak meniadakan rotasi bumi secara jelas. Karena kestabilan permukaan bumi akibat adanya gunung-gunung telah menjadikannya (seolah-olah) tidak bergerak sekalipun berrotasi. Sedangkan pendapat kami seputar revolusi bumi, kami berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah yang menunjukkan bahwa matahari mengelillingi bumi yang berakibat pada adanya malam dan siang; sampai ada dalil pasti yang dapat dijadikan hujjah untuk memalingkan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah kepada pendapat bahwa bumi mengelilingi matahari, dan hal itu belum ada. Yang wajib bagi seorang mukmin dalam perkara ini dan selainnya adalah berpegang dengan dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa matahari mengelilingi bumi sehingga berakibat pada adanya malam dan siang adalah firman Allah I, "Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri." (QS. al-Kahfi:17) Ada empat gerakan yang disandarkan kepada matahari. Terbit, condong, terbenam, dan menjauh. Seandainya malam dan siang adalah dampak dari peredaran bumi terhadap matahari tentu firman-Nya menjadi, "Dan kamu melihat matahari jika nampak permukaan bumi olehnya dia condong ke gua mereka" atau (ungkapan) lainnya. Dan telah sah bahwa Nabi r berkata kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam. "Apakah engkau tahu kemana dia pergi?" Abu Dzar menjawab, "Allah dan rasulnya lebih mengetahui." Nabi berkata, "Sesungguhnya dia pergi bersujud dibawah Arsy dan meminta izin lalu diizinkan. Dan dia meminta izin dan tidak diizinkan. Kemudian dikatakan, kembalilah ketempat kamu muncul dan terbenamlah dari arah baratnya." Dalam riwayat ini dijelaskan adanya (gerakan) pergi, kembali, dan terbit. Hal ini menunjukkan bahwa malam dan siang terjadi akibat peredaran matahari mengelilingi bumi. Mengenai apa yang dikatakan ahli falaq sekarang ini (bahwa bumi mengelilingi matahari), keterangannya belum mengantarkan kami sampai tingkat yakin, sehingga tidak dapat menolak dzahir al-Qur'an dan as- Sunnah nabi kami. Kami sampaikan bagi pengajar pelajaran geografi, jelaskan kepada para murid bahwa dzahir al-Qur'an al-Karim dan as-Sunnah menjelaskan bahwa malam dan siang terjadi akibat dari peredaran matahari terhadap bumi, bukan sebaliknya. Jika para murid bertanya, mana yang harus kami ambil, apakah dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah atau apa yang mereka (ahli falaq) anggap nyata bahwa (bumi mengitari matahari)? Jawabnya, kita mengambil dzahir al-Qur'an dan as-Sunnah, karena al- Qur'an adalah Kalamullah I (ucapan Allah) yang telah menciptakan segala sesuatu, alam beserta segala isinya dan keadaanya, geraknya, dan diamnya. Firman-Nya adalah sebenar-benar perkataan dan paling jelas. Dia menurunkan al-Qur'an sebagai penjelas segala sesuatu. Allah mengabarkan bahwa Dia menjelaskannya kepada hamba agar mereka tidak tersesat. Sedangkan as-Sunnah, ia adalah ucapan utusan Tuhan semesta alam. Makhluk yang paling tahu dengan hukum-hukum dan perbuatan Tuhan-Nya. Tidaklah berbicara tentang hal ini melainkan dengan wahyu dari Allah U, karena tidak ada jalan untuk mengetahuinya melainkan dengan wahyu. Pandangan saya –wallahu a'lam-- akan datang satu masa dimana para ahli falaq abad bekangan akan saling berbantahan sebagaimana mereka berbantahan mengenai pendapat Darwin seputar asal usul manusia. [Majmu Fatawa Wa Rasail Fadilatusy Syaikh Muhammad Bin Shalih al- Utsaimin I/70-72] Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

