Punteun teu disundakeun

Ladang Minyak Ditemukan di Jonggol 



CIBINONG, WARTA KOTA- Warga Bogor gempar dengan ditemukannya ladang minyak bumi 
yang terletak di Kampung Malimping, Dasa Balaikambang, Kecamatan Jonggol, 
Kabupaten Bogor. Kepala Bagian Tata Usaha dan Perizinan di Dinas Pertambangan 
(Distam) Kabupaten Bogor Mamat Karyana ketika dikonfirmasi dengan tegas 
membenarkan kabar baik tersebut.

Menyusul temuan  cadangan minyak bumi di  lahan seluas kurang lebih 15 hektar 
di Kampung Malimping itu, maka saat ini sedang dilakukan upaya pembebasan lahan 
oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan pihak terkait  untuk keperluan 
eksplorasi tambang minyak bumi nantinya. "Kami taksir di daerah tersebut 
memiliki cadangan minyak bumi mencapai 300 juta barel. Itu artinya eksplorasi 
minyak bumi di tempat itu bisa mencapai 70 tahun," kata Mamat di kantornya, 
Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (22/11).

Dia menceritakan bahwa informasi itu diperoleh setelah pihaknya melakukan 
penelitian secara intensif melalui metode seismic atau penelitian dengan 
memanfaatkan getaran gelombang radio detector, dengan melihat jenis batuan dan 
peta geologi yang dilakukan PT Ranhil Corporation, perusahaan konsorsium dari 
Malaysia dan PT Bumi Parahiyangan dari Indonesia. "Temuan cadangan  minyak bumi 
di kawasan Jonggol itu merupakan yang pertama dan mungkin hanya satu-satunya di 
Kabupaten Bogor," ujarnya.

Dinas pertambangan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor  melakukan rapat 
koordinasi untuk membahas beberapa agenda  seperti pembebasan lahan dan 
pemberian izin lokasi tambang. "Kami sudah sampaikan ini semua dalam rapat. 
Bahkan pemkab sendiri dalam rapat beberapa hari lalu langsung memerintahkan 
kami dalam hal ini Bidang Listrik dan Pengembangan Energi Distam Kabupaten 
Bogor untuk segera menangani masalah tersebut," tuturnya.

Namun Mamat mengakui, dalam urusan eksplorasi tambang minyak ini nantinya 
pihaknya tidak akan dilibatkan terlalu jauh. Pasalnya, tambang minyak bumi 
merupakan golongan pertambangan A, yakni jenis pertambangan yang ditangani 
langsung oleh pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Energi dan Sumber Daya 
Mineral. 

Mamat mengungkapkan berdasarkan informasi yang diperolehnya bahwa Departemen 
ESDM pada tahun 2007  akan melakukan eksplorasi di kawasan tersebut.

Hal senada dikatakan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag.Tapem) Pemkab. 
Bogor Burhanudin "Pada prinsipnya Pemkab.Bogor saat ini sudah memberikan izin 
untuk pembebasan lahan tambang seluas 15 hektar di kawasan Jonggol tersebut," 
katanya. 

Pemkab Bogor intinya hanya berharap, yang ditemukan oleh PT Bumi Parahyangan 
dan PT Ranhil Corporation itu bisa menjadi kenyataan. Sehingga dengan tambang 
minyak bumi di kawasan Jonggol itu nantinya bisa meningkatkan PAD Kab.Bogor 
yang saat ini hanya Rp254 miliar per tahun.

Sementara itu, Angota Komisi C DPRD Kab Bogor Darwin Sargih yang kebetulan 
berasal dari daerah pilihan (Dapil) Kecamatan Jonggol mengatakan, dengan telah 
ditemukannya sumber cadangan minyak bumi sebesar 300 juta barel di kawasan 
Jonggol itu, jelas sebuah kabar baik bukan hanya bagi warga Bogor melainkan 
juga bangsa Indonesia. 

"Kalau ladang minyak itu telah dilakukan eksplorasi, tentunya akan menjadi 
pundi-pundi  uang yang sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat 
Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Apalagi jelas sesuai laporan yang saya terima, 
kandungan minyak bumi di tempat itu mencapai lebih dari 300 juta barel, itu 
sunguh luar biasa yang artinya keuntungan yang akan dicapai pemerintah bisa 
mencapi 24 triliun,": ujarnya.

Meki saat ini Pemkab.Bogor telah memberikan izin kepada dua perusahaan 
eksplorasi tambang yang akan melakukan eksplorasi di daerah tersebut, tetapi 
dia tetap akan menekankan agar pihak-pihak yang terlibat dalam hal ini tetap 
memperhatikan kajian- kajian mendalam khusunya terkait dengan sosialisasi 
kepada warga di sekitar, kajian amdalnya sudah sesuai apa belum. "Dan yang 
jelas kami tidak ingin kejadian seperti luapan lumpur panas seperti di Sidoarjo 
terjadi juga di Bogor," ujarnya.

Sementara itu Camat Conggol Aris Mulyanto mengakui, saat ini pihaknya masih 
melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada 45 warga di lokasi. "Kami bersama 
pihak PT masih terus melakukan upaya pembebasan lahan di daerah tersebut. Dari 
total lahan seluas 15 hektar itu, 70 persen sudah berhasil kami bebaskan, 
termasuk lahan milik mantan Mentdikbud Bapak Wardiman Joyonegoro. Laporan 
terakhir yang saya terima hari ini, di lokasi rencananya juga akan segera 
dimulai pembuatan  jalan menuju lokasi tambang," kata Aris. (akn)

Kirim email ke