Tiasa oge ditoong di www.pajak.go.id
--- geni bara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mudah2an aya Mang Paatna > > ⢠Kewajiban Memiliki NPWP/ NPPKP > > Apakah yang dimaksud dengan Wajib Pajak (WP)? > WP adalah orang pribadi atau badan yang menurut > ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan > ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, > termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak > tertentu. > > Apa yang dimaksud dengan Nomor Pokok Wajib Pajak > (NPWP)? > NPWP adalah nomor yang diberikan kepada WP sebagai > sarana dalam administrasi perpajakan yang > dipergunakan > sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib > Pajak > dalam melaksanakan hak dan kewajiban Wajib Pajak. > > Dimanakah tempat pendaftaran Wajib Pajak untuk > mendapatkan NPWP dan atau tempat pelaporan bagi > Pengusaha Tertentu? > Tempat pendaftaran Wajib Pajak/pelaporan Pengusaha > Tertentu: > ⢠Seluruh WP BUMN dan WP BUMD di wilayah DKI > Jakarta: di KPP BUMN Jakarta; > ⢠WP PMA tidak Go Public: di KPP PMA, kecuali yang > telah terdaftar di KPP lama dan WP PMA di Kawasan > Berikat dengan permohonan diberikan kemudahan > mendaftar di KPP setempat; > ⢠WP Badan dan Orang Asing: di KPP Badora; > ⢠WP Go Public: di KPP Perusahaan Masuk Bursa (Go > Public), kecuali WP BUMN/BUMD serta WP PMA yang > berkedudukan di kawasan berikat; > ⢠WP BUMD di luar DKI Jakarta: di KPP setempat; > ⢠Untuk WP BUMN/BUMD, PMA, Badora, Go Public di > luar > DKI Jakarta, khusus PPh? Pemotongan/Pemungutan dan > PPN/PPnBM?: di KPP tempat cabang atau kegiatan > usaha. > > Apa saja fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan > Nomor Pokok Pengusaha Kena Pajak (NPPKP)? > Fungsi dari Nomor Pokok Wajib Pajak: > ⢠Untuk mengetahui identitas Wajib Pajak; > ⢠Untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak > dan dalam pengawasan administrasi perpajakan; > ⢠Untuk keperluan yang berhubungan dengan dokumen > perpajakan; > ⢠Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, misalnya > dalam pengisian SSP; > ⢠Untuk mendapatkan pelayanan dari > instansi-instansi > tertentu yang mewajibkan pencantuman NPWP dalam > dokumen yang diajukan. Misal: Dokumen Impor (PPUD, > PIUD). Setiap WP hanya diberikan satu NPWP. > > Dalam hal apakah NPWP diterbitkan secara jabatan? > Direktorat Jenderal Pajak dapat menerbitkan NPWP > secara jabatan, apabila Wajib Pajak tidak > mendaftarkan > diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang > wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat > kedudukan Wajib Pajak. > > Apa saja persyaratan yang harus dipenuhi untuk > memperoleh NPWP? > Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP: > 1. Untuk WP Orang Pribadi Non-Usahawan: > o Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor. > 2. Untuk WP Orang Pribadi Usahawan: > o Fotocopy KTP/Kartu Keluarga/SIM/Paspor; > o Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan > Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. > 3. Untuk WP Badan: > o Fotocopy akte pendirian; > o Fotocopy KTP salah seorang pengurus; > o Fotocopy Surat Izin Usaha atau Surat Keterangan > Tempat Usaha dari instansi yang berwenang. > 4. Untuk Bendaharawan sebagai Pemungut/Pemotong: > o Fotocopy surat penunjukan sebagai bendaharawan; > o Fotocopy tanda bukti diri KTP/Kartu > Keluarga/SIM/Paspor. > 5. Apabila WP pemohon berstatus cabang, maka harus > melampirkan fotocopy kartu NPWP atau Bukti > Pendaftaran > WP Kantor Pusatnya. Apabila permohonan > ditandatangani > oleh orang lain, perlu dilengkapi surat kuasa. > > Dalam hal apa kelengkapan formulir pendaftaran Wajib > Pajak dianggap sah? > Fotocopy sebagai kelengkapan formulir pendaftaran WP > tersebut di atas harus disahkan oleh Petugas > Pendaftaran WP kecuali dalam hal pendaftaran > dilakukan > melalui pos, maka fotocopy harus disahkan oleh > pejabat/instansi yang berwenang. > > Bagaimanakah cara mendaftarkan diri dan melaporkan > usaha bagi Wajib Pajak? > Tatacara mendaftarkan diri dan melaporkan usaha bagi > Wajib Pajak: > 1. Mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan > kelengkapannya; > 2. Menyampaikan secara langsung atau melalui pos ke > Kantor Pelayanan Pajak/KP4 setempat. > > Perubahan data apa saja, yang dapat diberitahukan > Wajib Pajak untuk dapat dilakukan perubahan data > Wajib > Pajak? > Hal-hal yang yang berkenaan dengan perubahan data > Wajib Pajak: > 1. Perbaikan data karena kesalahan data hasil > komputer; > 2. Perubahan nama WP karena penggantian nama, > disyaratkan adanya keterangan dari instansi yang > berwenang; > 3. Perubahan alamat WP karena perpindahan tempat > tinggal; > 4. Perubahan NPWP karena adanya kesalahan nomor > (misalnya NPWP cabang tidak sama dengan NPWP Pusat); > 5. Perubahan status usaha WP dilampiri pernyataan > tertulis dari WP atau fotocopy akte perubahan; > 6. Perubahan jenis usaha karena ada perubahan > kegiatan > usaha WP; > 7. Perubahan bentuk Badan; > 8. Perubahan jenis pajak karena sesuatu hal yang > mengakibatkan kewajiban jenis pajaknya berubah; > 9. Penghapusan NPWP dan/atau pencabutan NPPKP karena > dipenuhinya persyaratan yang ditentukan. > > Bagaimana cara pembetulan data Wajib Pajak? > Tatacara pembetulan data Wajib Pajak: > 1. Mengisi formulir perubahan/mutasi data WP yang > diambil secara langsung atau meminta melalui pos > dari > KPP/KP4 dan menyampaikan formulir tersebut secara > langsung atau melalui pos ke KPP/KP4 yang > bersangkutan, atau > 2. Melalui formulir SPT Tahunan. > > Apakah persyaratan yang harus dipenuhi Wajib Pajak > untuk menghapus dan mencabut NPWP? > Syarat penghapusan dan pencabutan NPWP: > 1. WP meninggal dunia dan tidak meninggalkan > warisan, > disyaratkan adanya fotocopy akte/laporan kematian > dari > instansi yang berwenang; > 2. Wanita kawin tidak dengan perjanjian pemisahan > harta dan penghasilan disyaratkan adanya surat > nikah/akte perkawinan dari catatan sipil; > 3. Warisan yang belum terbagi dalam kedudukan > sebagai > Subyek Pajak apabila sudah selesai dibagi > disyaratkan > adanya keterangan tentang selesainya warisan > tersebut > dibagi oleh para ahli waris; > 4. WP Badan yang telah dibubarkan secara resmi, > disyaratkan adanya akte pembubaran yang dikukuhkan > dengan surat keterangan dari instansi yang > berwenang; > 5. Bentuk Usaha Tetap (BUT) yang karena sesuatu hal > kehilangan statusnya sebagai BUT, disyaratkan adanya > permohonan WP yang dilampiri dokumen yang mendukung > bahwa BUT tersebut tidak memenuhi syarat lagi untuk > dapat digolongkan sebagai WP; > 6. WP Orang Pribadi lainnya yang tidak memenuhi > syarat > lagi sebagai WP. > > > > > Kewajiban Setelah Memperoleh NPWP > > Apa saja kewajiban Wajib Pajak setelah memperoleh > NPWP/ NPPKP? > Kewajiban yang harus dilaksanakan setelah memperoleh > NPWP oleh Wajib Pajak: > 1. Kewajiban sehubungan dengan Pajak Penghasilan > (PPh?); > 2. Kewajiban sehubungan dengan Pajak Pertambahan > Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN & > PPnBM?); > 3. Pembukuan/Pencatatan. > > Apa saja kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan > Pajak > Penghasilan? > Kewajiban Wajib Pajak sehubungan dengan Pajak > Penghasilan: > 1. SPT Masa; > 2. SPT Tahunan (Badan/Orang Pribadi/Pasal 21); > 3. Pelunasan utang pajak yang tercantum dalam "Surat > Ketetapan Pajakâ dan surat keputusan lainnya. > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com

