Edi Sudradjat
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.



Jenderal (Purn.) Edi Sudradjat (Jambi, 22 April 1938–Jakarta, 1 Desember
2006) adalah salah seorang tokoh militer Indonesia. Ia pernah menjabat
sebagai Kepala Staf TNI-AD (KSAD), Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan
dan Keamanan Indonesia.

Lulusan Akademi Militer Nasional angkatan pertama (1960) di mana ia juga
terpilih sebagai lulusan terbaik angkatan tersebut, ia lalu ditugaskan
sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 515/Tanggul, Jember selama
dua tahun (1961-1962) dan berpartisipasi dalam Operasi Trikora. Setelah
itu pada tahun 1960-an Sudradjat ditugaskan dalam operasi melawan pihak
Republik Maluku Selatan, Organisasi Papua Merdeka, serta Gerakan 30
September.

Pada tahun 1980 ia menjadi Brigadir Jenderal dengan jabatan Panglima
Komando Tempur Lintas Udara Kostrad. Setahun kemudian ia menjadi Panglima
Kodam II/Bukit Barisan di Medan dengan pangkat Mayor Jenderal hingga tahun
1983, dan lalu menjadi Pangdam Kodam III/Siliwangi di Bandung pada tahun
1983-1985.

Selama dua tahun setelah itu (85-86), Sudradjat diangkat sebagai Asisten
Operasi Kasum ABRI sebelum lalu menjadi Letnan Jenderal untuk jabatan
Wakil Kepala Staf TNI-AD dari tahun 1986 hingga 1988. Kemudian dari tahun
1988 hingga 1993, ia menjadi Kepala Staf TNI-AD. Tahun 1993, ia dipercaya
menjadi Panglima ABRI menggantikan Try Sutrisno. Sudradjat adalah perwira
tinggi pertama lulusan AMN yang menjadi Panglima ABRI. Selain itu, pada
tahun yang sama ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam
Kabinet Pembangunan VII. Jabatan rangkap tersebut ia laksanakan sebelum ia
menyerahkan jabatan Panglima ABRI kepada Jenderal TNI Feisal Tanjung,
mantan Kasum ABRI yang melejit setelah memimpin DKP pada kasus Santa Cruz,
Timor Leste. Terakhir ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kesatuan dan
Persatuan Indonesia.

Saat menjabat KSAD, Edi termasuk pimpinan TNI yang menyerukan gerakan back
to basic atau "kembali ke barak" bagi tentara. Artinya tentara harus mulai
meninggalkan bisnis militernya dan benar-benar berkonsentrasi pada
tugas-tugasnya sebagai garda bangsa yang profesional.


[sunting] Pranala luar

mj

http://geocities.com/mangjamal




Kirim email ke